Sejarah Konro Karebosi yang Berdiri Sejak 1968-Eksis Hingga Kini

Sejarah Konro Karebosi yang Berdiri Sejak 1968-Eksis Hingga Kini

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Minggu, 27 Nov 2022 13:51 WIB
Menu sop konro dan konro bakar di warung makan Konro Karebosi.
Sop konro. (Foto: Al Khoriah/detikSulsel)
Makassar -

Konro merupakan salah satu kuliner khas Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang selalu dicari oleh para pelancong saat berkunjung ke Kota Daeng. Kuliner ini umumnya disajikan dalam dua jenis olahan, yaitu sop konro dan konro bakar.

Jika ingin mencari olahan kuliner ini, pengunjung bisa menemukannya dengan mudah karena ada banyak warung yang menyajikan olahan konro di Makassar. Namun di antara sekian banyak warung konro di Makassar, ada satu warung yang yang paling legendaris, yaitu Konro Karebosi. Lokasinya berada di sekitar Karebosi, tepatnya di Jalan Gunung Lompobattang.

Tempat ini banyak direkomendasikan karena sajian Konro yang sangat fenomenal dan sudah berdiri sejak tahun 1968. Lebih dari 50 tahun berdiri, warung konro ini masih eksis hingga sekarang dan selalu ramai dikunjungi masyarakat.


Lantas, bagaimana sejarah awal berdirinya Konro Karebosi?

Seorang pengelola Konro Karebosi, Irma menyebutkan, Konro Karebosi ini sudah berdiri sejak tahun 1968. Warung makan ini pada mulanya didirikan oleh H. Hanaping yang tak lain merupakan ayah mertuanya. Setelah H. Hanaping meninggal, usaha ini kemudian dilanjutkan oleh anak-anaknya.

"Punyanya mertua dulu, tapi kan sudah meninggal, jadi itu sekarang anak-anaknya semua yang kelola," ujar Irma kepada detikSulsel, Kamis (24/11/2022).

Irma bercerita, sebelum berjualan Konro, H. Hanaping berprofesi sebagai seorang guru. Dia kemudian meninggalkan profesinya dan memilih memulai usaha kuliner.

"Bapak itu dulu sebenarnya guru, kemudian dia meninggalkan profesi guru, banting setir jadi pengusaha, bukan pengusaha sih pertamanya, masih usaha jual makanan," jelasnya.

Pada awal merintis usaha kuliner H. Hanaping sebenarnya tidak spesifik berjualan konro, melainkan beberapa jenis makanan olahan daging. Seiring dengan berjalannya waktu, H. Hanaping kemudian memutuskan untuk fokus berjualan konro karena dia melihat kuliner ini yang paling banyak peminatnya.

"Dulu kayak jual sop biasa, dulu menunya itu ada sop tulang, terus dia jual sop saudara, daging. Tapi yang dia rasa paling banyak orang suka, yang paling banyak orang kena di lidahnya itu, ya mungkin konro ini, jadi dia fokus saja ke Konro," jelas Irma.

Awalnya Warung Pinggiran

Irma menjelaskan, pada awal didirikan lokasi Konro Karebosi berada di daerah Pasar Kalimbu, Veteran. Kemudian, warung Konro ini pindah di daerah pinggiran Karebosi.

Saat berada di pinggiran Karebosi, warung makan ini mulai dikenal masyarakat. Warung Konro tersebut pada mulanya hanya berupa warung, dan bukan bangunan permanen.

"Pertama sebenarnya itu, dulu di daerah Pasar Kalimbu, yang di daerah veteran sana, yang kalau pagi-pagi biasanya rame. Terus kemudian ke daerah pinggiran Karebosi, makanya namanya kan sop konro karebosi. Dari situ mungkin mulai bisa dikenal banyak orang," jelas Irma.

Setelah usaha warung konro yang dirintis H. Hanaping ini semakin berkembang, akhirnya pada tahun 70-an pemilik memutuskan pindah ke daerah Lompobattang yang merupakan lokasi warung Konro Karebosi saat ini. Di lokasi tersebut, warung ini menempati bangunan ruko permanen dua lantai.

"Mulai pindah ke situ (tempat yang sekarang) itu sekitar tahun 70-an," ungkap Irma.

Eksis Hingga Saat Ini

Setelah lebih dari 50 tahun berdiri, Konro Karebosi masih eksis hingga saat ini. Sop konro maupun konro bakar yang disajikan di tempat ini bahkan sangat terkenal di Makassar dan menjadi incaran wisatawan, para artis, hingga pejabat saat datang ke Kota Daeng.

Irma mengungkapkan, salah satu faktor yang membuat Konro Karebosi bisa bertahan dan tetap eksis hingga sekarang adalah cita rasanya yang sangat khas dan cocok dengan lidah masyarakat. Selain itu, racikan rempah dan bumbu dalam proses pengolahannya juga masih konsisten.

"Yang pertama, mungkin belum banyak yang jualan seperti itu. Terus yang kedua, ya memang cita rasanya cocok dengan lidah kita. Terus racikannya itu yang konsisten, yang tidak berubah," jelas Irma.



Simak Video "Rempah yang Sangat Terasa di Lidah saat Menyantap Sop Konro Karebosi, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/alk)