Lezatnya Tiram Bakar Barru Kini Didorong Jadi Kuliner Khas Daerah

Lezatnya Tiram Bakar Barru Kini Didorong Jadi Kuliner Khas Daerah

Muhclis Abduh - detikSulsel
Minggu, 30 Okt 2022 12:19 WIB
Tiram Bakar Barru
Proses pembakaran tiram bakar di Barru, Sulsel. Foto: Muhclis Abduh/detikSulsel
Barru -

Tiram bakar adalah kuliner khas yang dikembangkan oleh masyarakat Kelurahan Coppo, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kuliner khas masyarakat setempat tersebut kini semakin dikenal luas.

Melihat potensi ini, Pemkab Barru berupaya agar tiram bakar ini dapat didorong menjadi kuliner khas. Salah satunya dengan mendorong adanya pembudidayaan tiram untuk memperkaya bahan baku.

"Kami sedang giatkan untuk mendorong tiram bakar ini jadi kuliner khas Barru," ungkap Lurah Coppo, Muhammad Yusuf saat dikonfirmasi detikSulsel, Kamis (27/10/2022).


Lokasi kuliner tiram bakar ini dapat dijumpai di Lingkungan Lempae, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Ada sekitar 16 warung makan atau penjual yang menjajakan tiram bakar Barru ini.

Soal pengelolaan warung makan, sejauh ini masih membutuhkan penataan dan promosi yang lebih luas. Sebab saat ini masyarakat sekitar hanya menata warung makan mereka seadanya.

Yusuf mengaku telah mengusulkan permintaan bantuan fasilitas tempat duduk, pembina, hingga pengembangan pusat kuliner tiram bakar di Kelurahan Coppo ke instansi terkait. Dia mengakui butuh dukungan agar tiram bakar dapat semakin dikenal lebih luas hingga mampu mengangkat perekonomian masyarakat.

"Upaya agar penjual tiram bakar di Coppo ini kami tidak henti upayakan. Sejak dua tahun terakhir misalnya kami dorong agar mendapat bantuan tempat duduk dan lainnya," bebernya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong para penjual untuk mendapatkan pelatihan usaha. Harapannya agar produk olahan tiram dapat lebih bervariasi.

"Itu kami dorong pelatihan juga ke penjual agar usahanya bisa berkembang. Olahan tiram juga bisa diolah dengan cara yang lain," paparnya.

Budidaya Tiram

Bahan baku tiram yang semakin sulit didapat di Kabupaten Barru diakui Yusuf menjadi atensi. Perlu ada upaya berkelanjutan agar bahan baku tiram bisa terus tersedia.

"Iya, bahan baku tiram memang sudah sulit sehingga biasa beli atau cari di luar Barru," tegasnya.

Dia mengaku sudah mendorong agar dinas terkait yakni Dinas Kelautan dan Perikanan Barru dapat membantu penjual untuk upaya budidaya tiram. Dengan begitu maka penjual tidak perlu lagi sampai harus ke luar daerah untuk mendapatkan bahan baku.

"Untuk budidaya itu kami sudah dorong ke dinas terkait agar dapat dibantu," imbuhnya.

Dengan konsep budidaya, lanjutnya, maka ada dua keuntungan yang bisa didapatkan penjual. Pertama untung bisa lebih banyak karena tidak lagi membeli bahan baku dari luar.

"Selain itu bisa jadi objek wisata juga nanti untuk budidaya tiram. Tentu ada pengunjung penasaran gimana tiram itu hidup dan dibudidaya," jelasnya.

Keunikan Tiram Bakar Barru

Penyajian tiram bakar Barru yang masih menggunakan cara tradisional menjadi daya tarik utama dari kuliner ini. Saat dihidangkan, pengunjung tidak bisa langsung menyantap tiram, melainkan harus membuka sendiri tiram bakar menggunakan alat pemukul dari besi yang telah disediakan.

Cara tradisional ini merupakan khas masyarakat setempat. Namun, cara ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat tiram bakar Barru.

Selain itu, cara membakar tiram juga masih menggunakan cara tradisional. Namun, hal ini justru menambah aroma yang mengundang selera dari tiram bakar Barru.

Setelah daging tiram dikeluarkan dari cangkang, baru bisa dikonsumsi bersama nasi hangat dan sambal cocol jeruk nipis. Sensasi rasa pedas bercampur asam dari sambal sangat pas.

Pengunjung juga bisa mengkonsumsi tiram dengan cacahan mangga muda. Rasa asam manis dan gurih dari tiram akan terasa sangat nikmat.

Salah seorang pengunjung, Hasrita Nira Rahmat mengaku sangat menikmati sajian tiram bakar khas Barru ini. Makanan ini menurutnya sudah lama dikenal oleh masyarakat Barru, namun baru populer belakangan ini.

"Ini kan ala makanan tradisional jadi rasanya memang nikmat," ujarnya.

"Sudah lama mi ini tiram bakar, cuman memang mungkin belakangan banyak yang upload di medsos jadi ramai," imbuhnya.

Dia berharap pemerintah daerah bisa membantu agar tiram bakar Barru ini dapat dikelola dengan lebih baik agar bisa dikenal lebih luas sebagai kuliner khas Barru.

"Kalau kan misalnya Pinrang dikenal kuliner palekko, nah kita sebagai warga Barru juga harap tiram bakar ini jadi ciri khas yang semakin dikenal," harapnya.



Simak Video "Keseruan Menangkap Ikan di Sungai Indramayu Jawa Barat"
[Gambas:Video 20detik]
(alk/asm)