9 Makanan Khas Toraja dengan Ragam Cita Rasa yang Menggugah Selera

9 Makanan Khas Toraja dengan Ragam Cita Rasa yang Menggugah Selera

Edward Ridwan - detikSulsel
Rabu, 12 Okt 2022 04:00 WIB
mabadong di rambu solo toraja
Foto: (Muhammad Taufiqqurrahman/detikTravel)
Makassar -

Berkunjung ke Toraja, tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi makanan khas Toraja. Ada beragam kuliner khas Toraja yang bisa memanjakan lidah.

Sebagaimana diketahui, Toraja memiliki keindahan alam dan wisata budaya yang terkenal hingga mancanegara. Tidak hanya itu, daerah yang khas dengan upacara adat kematian ini juga memiliki aneka kuliner lezat yang tentunya sayang jika dilewatkan.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Toraja, bisa mencoba berbagai kuliner khas setempat. Namun, perlu menjadi perhatian adalah beberapa makanan khasToraja non-halal.


Karena itu, bagi anda yang muslim, perlu mengetahui jenis-jenis makanan yang ada di Toraja agar tidak salah. Resto atau warung-warung makan yang menyediakan makanan halal biasanya terpampang tulisan "Makanan Umum" atau "Umum" saja di bagian depannya.

Sementara resto atau warung makan yang menyediakan makanan non-halal seperti daging babi atau daging anjing ada yang sudah mencantumkan tulisan "Makanan khusus". Namun jika tidak ada tulisan, jangan ragu untuk menanyakannya kepada pemilik resto atau warung tersebut.

Nah, jika bertandang ke Toraja berikut 9 Makanan Khas Toraja yang wajib dicicipi, seperti dirangkum detikSulsel dari berbagai sumber:

Makanan Khas Toraja Yang Paling Rekomended

Makanan khas Toraja memiliki cita rasa beragam. Berikut makanan khas Toraja yang patut masuk list dalam berburu kuliner saat berwisata ke Toraja:

1. Deppa Tori

Salah satu makanan khas toraja yang populer adalah Deppa Tori. Jajanan ini biasanya dijadikan sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke Toraja.

Kue berbentuk lonjong ini terbuat dari tepung beras dan tepung ketan yang dicampur dengan gula merah cair. Di atas permukaannya biasanya ditaburi dengan wijen untuk menambah aroma.

Kue Deppa Tori memiliki cita rasa manis dan legit yang membuat ketagihan. Kue tradisional Toraja ini Sangat cocok dinikmati dengan teh atau kopi panas di sore hari.

2. Sayur Tuttu (daun ubi)

Sayur Tuttu adalah salah satu makanan favorit orang Toraja. Sayuran ini terbuat dari daun singkong yang ditumbuk atau dalam bahasa lokal disebut tuttu.

Sayur tuttu ini biasanya dibuat dua versi. Yakni ada yang dicampur dengan daging dan ada pula yang dimasak dengan campuran kelapa.

Untuk menikmati makanan ini, wisatawan bisa mengunjungi warung-warung tradisional yang ada di Toraja. Sajian ini lebih nikmat disantap bersama nasi hangat.

3. Lada katokkon

Lada Katokkon sebenarnya adalah nama salah satu jenis cabe yang khas dari daerah Toraja. Cabe ini sudah terkenal dengan kepedasannya hingga ke seluruh Indonesia.

Di Toraja, banyak olahan masakan yang menggunakan Lada Katokkon ini sebagai rempah. Sehingga wisatawan tidak sulit jika ingin mencicipi pedasnya Lada Katokkon ini.

Salah satu makanan yang menggunakannya adalah tu'tuk katapi lure. Yakni olahan ikan teri yang dicampur dengan daging buah kecapi.

Makanan khas Toraja lain yang juga menggunakan Lada Katokkon adalah Pantollo Pamarrasan, yakni masakan khas toraja yang mirip rawon yang menggunakan rempah kluwek.

4. Pantollo Pamarrasan

Salah satu makanan tradisional khas toraja yang juga wajib untuk di coba adalah Pantollo Pamarrasan. Makanan ini biasa disajikan saat upacara adat seperti upacara pemakaman atau syukuran.

Pantollo Pamarrasan artinya masakan yang berbahan dasar pamarrasan. Pamarrasan adalah sebutan untuk kluwek yang berasal dari buah pangi dan berwarna hitam.

Biasanya isian utama dari Pantollo Pamarrasan adalah daging merah, ikan mas, salmon, belut ataupun cumi-cumi. Rasa khas dari kluwek ini memberikan cita rasa makanan yang wangi, gurih, pedas dan segar dari buah kluwek.

Namun, bagi wisatawan muslim harus memastikan daging yang digunakan halal jika ingin menikmati sajian ini di Toraja. Pasalnya, sebagian masyarakat Toraja menggunakan daging babi sebagai bahan dasar sajian Pantollo Pamarrasan.

5. Pa'piong

Masakan khas toraja yang juga menarik untuk dicoba adalah pa'piong (baca: Pakpiong). Jenis makanan ini termasuk makanan khusus atau non-halal sebab menggunakan daging babi.

Piong atau "pong" dalam bahasa lokal Toraja berarti tabung bambu. Disebut demikian lantaran masakan ini dimasak menggunakan bambu. Sementara tambahan kata Pa' di awalnya berarti makanan ini terbuat dari bahan dasar daging babi.

Di dalamnya terdapat potongan daging babi yang dicampur dengan daun miana. Ini adalah jenis tanaman hias yang berwarna ungu dan kaya manfaat.

Bambu yang berisi bahan-bahan makanan ini kemudian dibakar hingga matang.

Makanan Pa'piong umumnya dihidangkan pada saat upacara. Namun selain itu juga banyak masyarakat yang memasak makanan ini di rumah mereka. Wisatawan yang ingin mencicipi makanan ini juga bisa mengunjungi warung-warung makanan khusus yang ada di Toraja.

6. Piong bo'bo

Piong Bo'bo merupakan versi lain dari makanan khas toraja Piong. Jika pa'piong menggunakan bahan daging babi, maka pion bo'bo menggunakan bahan beras ketan.

Jadi bisa dibilang Piong Bo'bo ini adalah makanan piong yang halal. Adapun cara memasaknya sama dengan pa'piong, yakni menggunakan bumbu-bumbu tradisional yang dibakar di dalam tabung bambu.

Wangi khas dari beras ketan yang dicampur dengan santan yang kental, akan menggugah selera untuk menyantapnya. Untuk menikmati piong Bo'bo ini juga biasanya tersedia di warung-warung makan tradisional yang ada di Toraja.

7. RW/Pa'tong

Selain Pa'piong ada lagi makanan khas Toraja lain yakni RW atau Pa'tong. Makanan ini juga termasuk makanan khusus alias non-halal sebab terbuang dari daging anjing.

Kata RW (dibaca erwe) juga dikenal dengan istilah "Tarki" atau "Pa'Tong" memiliki arti "anjing" dalam bahasa Toraja. Masakan ini kemudian diolah dengan bumbu-bumbu tradisional seperti lengkuas dan sebagainya.

Makanan jenis ini terbilang cukup ekslusif sebab tidak mudah untuk didapati. Salah satu penyebabnya makanan ini dibanderol dengan harga yang cukup mahal.

8. Pantallo Lendong

Pantallo Lendong adalah salah satu kuliner khas Toraja yang memiliki cita rasa lezat dan nikmat. Karena itu, makanan ini wajib untuk dijajal saat berkunjung ke Toraja.

Sajian ini terbuat dari bahan utama belut atau dalam bahasa lokalnya lendong, sehingga nama makanan ini Pantallo Lendong. Belut yang menjadi bahan utama dimasak dengan rempah-rempah khas Toraja.

Seperti masakan Pantallo lainnya, olahan Pantallo Lendong juga menggunakan Kluwek (pamarrasang), sehingga tampilannya hitam seperti rawon. Makanan ini juga merupakan salah satu makanan wajib saat pagelaran acara adat di Toraja.

9. Kopi Toraja

Ke Toraja akan kurang rasanya jika tidak menikmati suguhan Kopi Toraja yang khas. Kopi Toraja sendiri telah dikenal luas sebagai rajanya kopi.

Daerah Tana Toraja yang berada di dataran tinggi sekitar 1700 mdpl, membuat tumbuhan kopi tumbuh subur. Aromanya yang khas dan unik membuat kopi Toraja banyak dicari oleh penikmat kopi di Seluruh Indonesia.

Selain aroma dan cita rasanya yang khas, konon kopi Toraja ini juga memiliki nutrisi yang tinggi, sehingga baik untuk kesehatan. Dari tingkat kemasaman jenis kopi Toraja ini terbilang rendah.

Untuk mencicipi kopi Toraja pun sangat mudah. Kopi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Toraja, sehingga minuman ini dapat ditemui di warung makan maupun kafe.

Selain itu, kopi juga banyak dijual di pasar. Pengunjung bisa membeli kopi yang fresh sambil menunggu kopinya digiling. Jadi bubuk kopi yang dibeli masih panas dan wangi.



Simak Video "Dokter Sarankan Masyarakat Hijrah Konsumsi ke Makanan Rebus-rebusan"
[Gambas:Video 20detik]
(edr/alk)