Sejarah Pallu Kaloa: Dari Resep Coba-coba Jadi Kuliner Khas Makassar

Kuliner Makassar

Sejarah Pallu Kaloa: Dari Resep Coba-coba Jadi Kuliner Khas Makassar

Nurul Istiqamah - detikSulsel
Kamis, 11 Agu 2022 14:25 WIB
Makassar khas Makassar Pallu Kaloa
Makanan khas Makasar Pallu Kaloa (Foto: Nurul Istiqamah)
Makassar -

Pallu Kaloa adalah salah satu kuliner khas Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kaya akan rempah-rempah pilihan kuliner ini menjadi salah satu makanan khas Makassar yang populer.

Pallu Kaloa berasal dari kata pallu, yaitu masakan dan kaloa, yaitu rempah kluwek atau keluak. Pallu Kaloa memiliki kuah berwarna kehitaman dengan bahan utamanya adalah ikan.

Keluak diramu dengan rempah-rempah pilihan lainnya seperti lengkuas, sereh, bawang putih, bawang merah, kayu manis, pala, jinten, daun salam, cengkeh, ketumbar, merica, dan asam jawa membuatnya semakin lezat dan segar. Ikan yang biasa dipakai dalam hidangan ini adalah ikan ikan kakap merah dan putih.


Namun, alternatif ikan lainnya yang dapat digunakan antara lain ikan kerapu, lamuru, katamba, kaneke, dan tuna. Meski populer berbahan kepala ikan, namun Pallu Kaloa juga dapat diolah menggunakan daging atau bagian lainnya dari ikan.

Menjadi salah satu kuliner khas Makassar yang populer, ternyata Pallu Kaloa adalah resep coba-coba pemilik usaha makanan asal Pangkep, Hj Wasi.

Hj Wasi merupakan pendiri RM Pallu Kaloa 66 sekaligus peracik pertama hidangan ini di tahun 50-an. Awalnya, H. Wasi ingin membuka usaha kuliner dasar ikan.

Namun, pada saat itu kuliner Pallu Mara yang merupakan makanan khas Bugis-Makassar ramai diperjualkan. H. Wasi pun mendapat ide untuk mengolah ikan menggunakan rempah keluak.

Tidak disangka, resep coba-coba ini sukses dan disukai banyak orang. Memiliki cita rasa gurih serta asam yang tipis membuat orang ketagihan untuk mencicipinya.

"Karena terlalu banyak mara' (racikan ikan kuah kuning), dia coba-coba pake kaloa. Ternyata banyak yang suka," ungkap Penerus generasi ke-3 RM Pallu Kaloa 66, Irma kepada detikSulsel, Sabtu (6/8/2022).

Irma menceritakan, kakeknya yang merupakan pria berdarah Pangkep itu meracik resep Pallu Kaloa di rumahnya, di Jalan Tentara Pelajar. Tempat ini sekarang telah menjadi rumah makan bernama RM Pallu Kaloa 66 yang melegenda.

Awalnya Berjualan Menggunakan Gerobak

Irma mengatakan Pallu Kaloa awalnya dijual oleh H. Wasi menggunakan gerobak keliling di sekitar Jalan Lembeh. Karena pelanggan Pallu Kaloa kian banyak, H. Wasi kemudian mendirikan warung Pallu Kaloa di pasar Sentral.

Sayangnya, warung H. Wasi kemudian ikut ludes saat kebakaran Pasar Sentral pada tahun 1960-an. Akhirnya, H. Wasi memutuskan membuka Rumah Makan Pallu Kaloa menggunakan rumah pribadinya di Jalan Tentara Pelajar. Warung tersebut diberi nama RM Pallu Kaloa 66 yang masih ada hingga saat ini.

"Pertama di jalan Lembeh. Kemudian banyak konsumen, pindah ke sentral. Eh terbakar, jadi pindah ke jalan Tentara Pelajar," terang Irma.

Irma mengatakan, hingga saat ini RM Pallu Kaloa masih mempertahankan resep asli dari H. waji. Dirinya yang kini mengelola rumah makan itu mengaku terus mempertahankan ciri khas dan kemurnian rasa Pallu Kaloa yang diracik oleh kakeknya.

"Murni resepnya, kita jaga kualitasnya," pungkasnya.



Simak Video "Todan, Makanan Khas Sulawesi Selatan yang Rasanya Lebih Nikmat dari Ayam"
[Gambas:Video 20detik]
(alk/sar)