Ketagihan Sokkol Khas Mandar, Kuliner Pengganti Nasi yang Manjakan Lidah

Sulawesi Barat

Ketagihan Sokkol Khas Mandar, Kuliner Pengganti Nasi yang Manjakan Lidah

Abdy Febriady - detikSulsel
Minggu, 19 Jun 2022 12:29 WIB
Sokkol, makanan khas suku Mandar di Sulbar.
Foto: Sokkol, makanan khas suku Mandar di Sulbar. (Abdy Febriady/detikcom)
Polewali Mandar -

Masyarakat suku Mandar yang mendiami Sulawesi barat (Sulbar) memiliki kuliner yang memanjakan lidah. Salah satunya bernama Sokkol, makanan khas pengganti nasi yang bikin ketagihan bagi yang menikmatinya.

Sokkol terbuat dari beras ketan yang dimasak bersama campuran santan kelapa. Kuliner khas ini kerap disajikan dalam berbagai acara di Sulbar, dengan pelengkap ikan, bawang goreng, dan sambal yang menambah selera makan.

Kini Sokkol banyak dijajakan sebagai menu utama di sejumlah warung di Sulbar. Salah satunya terletak di Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).


Di daerah tersebut, terdapat satu warung rumahan yang terkenal dengan olahan Sokkol-nya. Warga setempat menyebutnya sebagai warung Sokkol Jambatan.

"Disebut Sokkol Jambatan, karena rumah tempat kami berjualan berdekatan dengan jembatan," kata pemilik warung Sokkol Jambatan, Nurlela kepada wartawan, Sabtu malam (18/6/2022).

Sokkol, makanan khas suku Mandar di Sulbar.Foto: Pengunjung menikmati Sokkol di warung Sokkol Jambatan Polman, di Sulbar. (Abdy Febriady/detikcom)

Nurlela mengaku warung Sokkol yang dikelolanya, sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Dirinya merupakan generasi ketiga, yang melanjutkan usaha warung Sokkol Jambatan ini.

"Sudah puluhan tahun, saya sudah generasi ketiga, mulai dari nenek," ungkapnya.

Menurut wanita berusia 36 tahun ini, warung Sokkol jambatan yang dikelolanya, hanya buka pada malam hari, selepas waktu Magrib. Setidaknya dalam sehari, dia harus memasak 15 liter beras ketan untuk melayani pembeli.

"Menjual setelah magrib sampai jam sepuluh malam. Terkadang jam delapan malam sudah habis," terangnya.

Karena memiliki rasa yang khas dan terjaga selama tiga generasi, tidak mengherankan jika warung ini selalu ramai pembeli. Bahkan, banyak warga yang memilih Sokkol jambatan ini sebagai bekal bepergian.

"Biasa ada pesan memang, biasa dijadikan bekal kalau mau bepergian ke Makassar, bahkan sampai Jakarta," tutur Nurlela bangga.

Di warung ini, seporsi Sokkol disajikan bersama taburan bawang goreng dengan sepotong ikan goreng. Tidak lupa, pemilik warung juga menyiapkan telur rebus sebagai pelengkap, baik telur ayam ras maupun telur itik tergantung selera pembeli.

Salah satu ciri khas di warung Sokkol Jambatan ini terletak pada racikan sambalnya, sedikit cair dengan aroma khusus. Namun dijamin mampu membuat siapa saja menjadi ketagihan.

"Yang saya lihat selama ini banyak pengunjungnya, karena ada aroma tersendiri, dibanding Sokkol di tempat lain, utamanya sambelnya, dan juga aromanya. Kami dari Tinambung sejak dari dulu utamanya saya sejak anak-anak sering makan di tempat ini," tutur salah satu pengunjung, Haedir Jamal.

Kendati keberadaan warung Sokkol Jambatan ini sudah puluhan tahun dan dikelola tiga generasi. Haedir menyebut, penyajian Sokkol di tempat ini tidak pernah berubah, khususnya porsi dan rasa yang tetap terjaga.

"Alhamdulillah, semuanya tidak pernah berubah, sejak dulu sampai sekarang masih sama. Porsinya juga tetap seperti dulu makanya tidak pernah sepi,"pungkas Haedir memuji.

Untuk menikmati kenikmatan kuliner Sokkol Jambatan ini, pengunjung tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Lantaran hanya dibanderol Rp 10 hingga Rp 15 ribu rupiah setiap porsinya.



Simak Video "Potret Pelajar di Sulbar Terobos Lokasi Longsor Demi ke Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/asm)