Mencicipi Manis-Asam Tape Gambang, Dessert Khas Bugis Disajikan Saat Lebaran

Mencicipi Manis-Asam Tape Gambang, Dessert Khas Bugis Disajikan Saat Lebaran

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Jumat, 06 Mei 2022 19:40 WIB
Tape, makanan khas Sulawesi Selatan.
Tape ketan hitam, makanan khas Sulawesi Selatan. Foto: (Al Khoriah/detikSulsel)
Makassar -

Bentuknya bulat-bulat, unik menyerupai bola bisbol dengan tekstur lembut dan berair. Inilah tape ketan hitam atau gambang, sajian favorit orang Bugis saat Lebaran yang rasanya manis segar.

Tape ketan hitam atau biasa juga disebut gambang ini biasanya menjadi hidangan penutup. Setelah menyantap menu utama seperti burasa' dan nasu likku saat Lebaran.

Tape ini memiliki cita rasa yang sangat manis dan memiliki tekstur yang lembut serta mengandung air.


Bahan utama yang diperlukan untuk membuat tape ketan hitam atau gambang adalah beras ketan hitam dan beras ketan putih dan ragi. Ragi yang digunakan disesuaikan dengan takaran beras ketan yang digunakan.

"Makanan khas ini memang selalu menjadi salah satu penganan yang dilirik oleh tamu 'jauh', selain karena rasanya yang memang khas, juga selalu dirindukan karena tidak selalu ada disajikan, kecuali saat acara-acara khusus," ungkap Budayawan Bugis-Makassar Universitas Hasanuddin (Unhas) Burhan Kadir,S,S,.M.A kepada detikSulsel, Jumat (6/5/2022).

Dia menuturkan tape ketan hitam atau Gambang ini selalu ditemui pada momen khusus di dalam masyarakat Bugis. Baik acara perayaan secara adat maupun hari raya keagamaan seperti Idul Fitri ataupun Idul Adha.

"Tape akhirnya menjadi menu spesial saat hari-hari besar masyarakat Bugis, apa itu hari besar keagamaan atau ada ritual adat," tuturnya.

Menurut Burhan, tape ketan hitam atau gambang ini awalnya menu biasa yang sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat Bugis lampau. Namun, lambat laun menjadi istimewa karena hanya dibuat pada momen-momen tertentu, seperti hari raya. Lantaran pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga menyita waktu.

"Lambat laun tidak semua masyarakat memiliki waktu luang dan keahlian dalam membuat tape ini, akhirnya hingga sekarang hanya kita jumpai saat momen-momen khusus saja," tambahnya.

Tape Gambang Jadi Sajian Saat Tradisi Mabbaca-baca Jelang Idul Fitri

Tape ketan hitam atau gambang ini juga menjadi salah satu menu yang disajikan saat masyarakat Bugis melakukan tradisi Mabbaca-baca atau syukuran. Mabbaca-baca adalah salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat Bugis menjelang hari raya Idul Fitri.

Setelah prosesi Mabbaca-baca selesai, biasanya sajian tape ini santap untuk berbuka puasa terakhir di bulan Ramadhan. Kehadiran tape ketan hitam atau gambang dalam sajian Mabbaca-baca disertai hajat untuk mendapat kehidupan yang bahagia.

"Setiap makanan yang disajikan saat ada momen-momen tertentu biasanya juga menjadi sebuah harapan bagi yang membuat hajat, seperti tape yang rasa khas nya yang manis maka ada harapan agar kedepannya si pembuat hajatan untuk mendapat karunia kehidupan yang bahagia, menjadi kehidupan yang manis, senang," jelasnya.

Mitos dalam Pembuatan Tape Ketan Hitam atau Gambang

Selain menjadi makanan khas masyarakat Bugis yang populer saat momen lebaran, pembuatan tape ini juga terbilang istimewa. Pasalnya pembuatannya tidak sembarang, karena jika tidak "sukses" rasa tape bisa saja tape asam atau pahit.

Pada proses pembuatannya ada beberapa mitos yang dipercaya masyarakat Bugis sampai sekarang dan harus dipatuhi saat membuat tape. Salah satunya wanita yang sedang menstruasi dilarang untuk membuat tape.

"Mitos yang paling sering kita temukan, dalam membuat tape ini tidak diperkenankan bagi perempuan yang sedang mengalami siklus bulanannya. Karena dipercaya hasilnya tidak akan sempurna dari segi rasa, tape menjadi pahit atau dianggap gagal dalam pembuatannya," ujar Burhan Kadir.

Konon, mitos ini umum dalam mengolah makanan peragian. Karena wanita yang sedang menstruasi mengalami naik turun emosi. Dikhawatirkan labilnya emosi tersebut memengaruhi, bahkan mengganggu konsentrasi ketika melakukan perataan ragi saat membuat tape yang menuntut ketelitian dan kesabaran.

Cara Membuat Tape Ketan Hitam atau Gambang khas Bugis

Bahan yang diperlukan untuk membuat Tape Ketan Hitam atau Gambang sederhana dan mudah diperoleh. Namun, bahan-bahan yang digunakan harus berkualitas baik.

Proses pembuatan tape ketan hitam atau gambang harus teliti dan sabar karena proses pembuatannya cukup panjang.

Berikut bahan yang diperlukan dan cara membuat tape ketan hitam atau gambang khas Bugis:

Bahan-bahan:

1 Kg Beras Ketan Hitam

1/2 Kg Beras Ketan Putih

2 Lembar Daun Pisang

3 Butir Ragi Tape

2 Gelas Belimbing Air Matang

Cara Membuat:

1. Campur beras ketan hitam dan beras ketan putih, rendam 5 jam hingga semalaman. Kemudian cuci hingga bersih.

2. Setelah dicuci kukus hingga matang merata. Setelah matang siram dengan 2 gelas air secara merata.

3. Setelah matang sisihkan di baskom

4. Gerus ragi tape kemudian campurkan dengan ketan yang telah dimasak hingga merata.

5. Bentuk bulat-bulat sebesar bola bisbol.

6. Susun di dalam wadah. Setiap susunnya pisahkan dengan membuat sekat dari daun pisang.

7. Setelah itu tutup wadah dan bungkus menggunakan kain bersih dan simpan di tempat bersih. Jauhkan dari bahan makanan yang berbau tajam.

8. Diamkan selama dua hari. Tape siap dihidangkan.



Simak Video "Todan, Makanan Khas Sulawesi Selatan yang Rasanya Lebih Nikmat dari Ayam"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)