10 Hidangan Khas Masyarakat Bugis-Makassar saat Idul Fitri

10 Hidangan Khas Masyarakat Bugis-Makassar saat Idul Fitri

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Minggu, 01 Mei 2022 08:01 WIB
coto Makassar
Coto Makassar (Foto: Istimewa)
Makassar -

Lebaran Idul Fitri identik dengan silaturahmi dan sajian beragam makanan. Masyarakat Bugis-Makassar memiliki hidangan khas yang wajib disajikan saat Lebaran tiba.

Budayawan Universitas Hasanuddin, Dr Firman Saleh mengatakan bahwa ada beragam hidangan lebaran khas masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya suku Bugis.

"Makanan inti yang pertama ada buras atau Burasa', ada juga namanya Tumbu', ada juga Lepe'-lepe', itu sejenis buras tapi diikat lebih kecil dan lebih panjang. Pembungkusnya itu dari pucuk daun kelapa," ungkap Firman kepada detikSulsel pada Kamis (28/4/2022).


Firman menambahkan, hidangan Lebaran khas Bugis-Makassar ini tetap menjadi hidangan wajib setelah Islam masuk di Sulawesi Selatan. Hal ini karena beberapa hidangan khas tersebut sebenarnya sudah ada di tengah masyarakat Sulawesi Selatan bahkan sebelum Islam masuk.

"Kebiasaan menyajikan hidangan khas saat Lebaran tentunya setelah Islam masuk di Sulawesi Selatan, baru ada seperti itu. Namun ada hidangan misalnya Nasu Likku' itu sebelum Islam masuk sudah ada. Karena itu dihidangkan ketika orang mau melakukan tradisi Mappenre' atau Mappeno'," jelas Firman.

Berikut ini beberapa hidangan Lebaran khas Bugis-Makassar yang dihimpun oleh detikSulsel:

1. Burasa' atau Buras

Burasa' atau Buras menjadi salah satu hidangan lebaran khas Bugis-Makassar yang wajib ada di meja makan saat Idul Fitri. Burasa' terbuat dari beras yang dicampur santan dan diberi sedikit garam. Kemudian dibungkus dengan daun pisang dan diikat secara khusus. Setelah itu, burasa' lalu direbus dalam waktu yang cukup lama.

Hidangan Lebaran khas Bugis-Makassar ini bercita rasa gurih dan nikmat. Biasanya Burasa' disantap dengan hidangan lebaran khas Bugis-Makassar lainnya, seperti Nasu Likku.

"Burasa' itu sebenarnya variannya ketupat, tapi itu khas di masyarakat Sulawesi Selatan. Khasnya pun itu dibawa sampai masyarakat rantau," ujar Firman.

2. Tumbu'

Tumbu' merupakan salah satu hidangan lebaran khas Bugis-Makassar. Sajian ini berbahan dasar beras ketan dan santan. Lebih bagus jika menggunakan ketan hitam.

"Itu khas dalam masyarakat (Bugis) apalagi kalau ketan hitam, ada namanya dalam bahasa Bugisnya itu Tumbu' Pulu Bolong, sama Tumbu Pulu' Ta'daga," jelas Firman.

Proses pembuatan Tumbu' ditumbuk pada cetakan dengan wadah bulat seperti pipa. Bisa juga menggunakan batang bambu yang sudah dibersihkan.

Selesai dicetak, kemudian dibungkus daun pisang, diikat, dan direbus sampai matang. Memasaknya pun menghabiskan waktu yang cukup lama hingga matang sempurna. Kadang lima sampai enam jam.

"Yang unik itu jika bertepatan dengan musim mangga, tumbuk dihidangkan sama buah manga," kata Firman.

3. Lappa'-lappa' / Leppe'-leppe'

Lappa'-lappa' atau Leppe'-leppe' merupakan makanan khas yang berasal dari suku Bugis. Sekilas bentuknya hampir sama dengan Burasa'. Hanya saja Leppa'-lappe' dibentuk lebih bulat dan panjang.

Daun yang digunakan untuk membungkus hidangan lebaran khas Bugis-Makassar ini adalah daun lontar atau janur. Biasanya Leppe'-leppe' ini disantap bersama sambal khas.

"Kenapa Leppe'-leppe' namanya, simbol menjadi doa harapan supaya apa yang diinginkan, apa dihajatkan sudah lepas semua. Leppe' itu artinya lepas, selesai. Makanya ada itu yang dihidangkan," jelas Firman.

4. Nasu Likku Hidangan Khas Bugis-Makassar

Nasu Likku salah satu hidangan lebaran khas Bugis-Makassar yang wajib ada. Nasu Likku adalah olahan ayam yang dimasak bersama lengkuas yang diparut.

"Likku itu dari lengkuas. Masakan yang dipadukan dengan lengkuas," kata Firman.

Untuk membuat Nasu Likku, biasanya menggunakan daging ayam kampung segar. Alasannya, karena tekstur daging ayam kampung lebih keras dibanding dengan daging ayam potong biasa. Sehingga dalam proses pengolahan yang cukup lama daging ayam tidak hancur.

5. Nasu Palekko

Nasu Palekko menjadi salah satu kuliner khas sebagian di sebagian daerah di Sulawesi Selatan, seperti Pinrang dan Sidrap. Tak hanya itu, Nasu Palekko juga menjadi hidangan saat momen Lebaran.

"Hidangan lebaran yang khas di beberapa daerah itu Nasu Palekko," kata Firman.

Nasu palekko merupakan tumisan potongan daging bebek dengan bumbu khas yang bercita rasa pedas dan gurih. Cara memasaknya yakni dengan berbahan dasar daging itik yang telah dipotong kecil-kecil. Kemudian dimasak bersama bumbu sederhana yang terdiri dari bawang, kunyit, asam mangga, cabai, lengkuas, daun salam, dan merica.

6. Coto Makassar

Coto Makassar merupakan hidangan khas Makassar yang sangat populer. Coto Makassar juga biasanya menjadi hidangan lebaran khas Bugis-Makassar.

Coto Makassar berbahan dasar daging sapi dan jeroan. Cara pembuatannya kuliner ini menggunakan segudang rempah sehingga menghasilkan makanan bercita rasa tinggi. Ada berbagai jenis bumbu lokal yang digunakan seperti kacang, lengkuas, serai, jahe, daun salam, ketumbar, dan lainnya. Sehingga menghasilkan cita rasa yang nikmat.

Salah satu hidangan lebaran khas Bugis-Makassar ini biasanya disantap bersama ketupat. Lebih lengkap dengan sambal tauco yang khas.

7. Bajabu Hidangan Khas Bugis-Makassar

Bajabu merupakan abon ikan khas masyarakat Sulawesi Selatan. Kuliner ini tidak ketinggalan sebagai salah satu hidangan lebaran khas Bugis-Makassar yang disediakan di meja makan.

Bajabu biasanya disantap bersama Burasa', Tumbu', maupun Leppe'-leppe. Cara membuat Bajabu, ikan disangrai hingga kering dengan campuran santan kelapa.

8. Tape Ketan Hitam

Hidangan lebaran khas Bugis-Makassar yang wajib disajikan adalah tape ketan hitam. Kuliner ini menjadi hidangan penutup khas Bugis setelah menyantap menu utama seperti burasa' dan nasu likku.

Tape ketan hitam memiliki bentuknya yang unik karena bulat menyerupai bola bisbol. Tape ini memiliki cita rasa yang sangat manis dan memiliki tekstur yang lembut serta mengandung air.

Untuk membuatnya bahan yang diperlukan hanya beras ketan hitam dan beras ketan putih dan ragi. Ragi yang digunakan disesuaikan dengan takaran beras ketan yang digunakan.

9. Barongko

Selain tape ketan hitam, hidangan lebaran khas Bugis-Makassar yang juga dijadikan dessert adalah Barongko. Kue ini sangat populer sebagai salah satu kuliner khas masyarakat Bugis-Makassar.

Barongko memiliki cita rasa yang manis dan legit. Harum pisangnya sangat khas, karena selain dibuat dari bahan dasar buah pisang yang matang, kue ini juga dibungkus dengan daun pisang.

Cara membuatnya cukup mudah. Pisang yang sudah sangat matang dihaluskan, kemudian dicampur telur dan dibungkus daun pisang. Kue pisang ini memiliki tekstur yang lembut creamy dan legit.

10. Kacipo Hidangan Khas Bugis-Makassar

Kacipo merupakan kue kering tradisional khas Bugis-Makassar. Kue kering ini memiliki cita rasa gurih yang khas.

Kue berbentuk kelereng dengan hiasan wijen ini pun menjadi salah satu hidangan lebaran khas Bugis-Makassar. Biasanya, kacipo ikut berjejer bersama kue kering lainnya di meja ruang tamu saat lebaran. Cemilan tradisional ini terbuat dari bahan sederhana, yakni tepung terigu dan wijen.



Simak Video "Persiapan Mudik Lebaran 2023, Kakorlantas Cek Jalur Pansela"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/asm)