Ahli Nilai Permainan Latto-latto Asah Kemampuan Sosialisasi-Daya Saing Anak

Ahli Nilai Permainan Latto-latto Asah Kemampuan Sosialisasi-Daya Saing Anak

Rasmilawanti Rustam - detikSulsel
Kamis, 05 Jan 2023 09:45 WIB
Latto-latto
Foto: M Bagus Ibrahim
Makassar -

Permainan latto-latto kini ramai dimainkan oleh sejumlah anak di Indonesia. Meski terlihat mudah permainan ini cukup menantang dan membutuhkan konsentrasi.

Pemerhati Anak, Meisil B Wulur mengatakan permainan latto-latto ini memiliki manfaat positif bagi anak-anak. Salah satunya adalah belajar dalam meningkatkan kemampuan dan rasa percaya diri.

"Latto-latto memberikan ruang bagi anak-anak untuk meningkatkan skill dan rasa percaya diri jika di antara anak-anak ada yang mencoba dan berhasil," jelas Meisil kepada detikSulsel, Selasa (3/1/2023).


Meisil menambahkan, anak-anak yang bermain latto-latto juga akan cenderung bersosialisasi. Pasalnya permainan ini akan lebih asik jika dimainkan bersama teman.

"Anak-anak lebih gembira dan ceria saat bermain bersama teman-temannya, mereka cenderung berkumpul," imbuhnya.

Latto-latto atau clakers ball adalah permainan dua buah bola plastik yang digantungkan pada tali yang seimbang. Lalu pada ujung talinya terdapat cincin untuk menyelipkan jari.

Untuk memainkannya perlu mengayunkan bola secara seimbang sampai keduanya bertemu dan berhasil menimbulkan suara tak tak tak. Meski terlihat sangat mudah, permainan ini butuh keahlian dan konsentrasi tinggi untuk mempertemukan kedua bola plastik tersebut.

Meisil mengatakan, dengan kesulitan tersebut juga mampu meningkatkan daya bersaing anak-anak. Secara tidak langsung memunculkan jiwa kompetitif maupun saling mendukung satu sama lain.

"Mereka memiliki jiwa kompetisi yang sehat. (Dan) jika ada yang belum berhasil maka teman lain menyemangati agar temannya bisa berhasil memainkan latto-latto," tutur Meisil.

Tidak hanya itu, bermain latto-latto juga memunculkan jiwa juang pada anak-anak. Hal ini dibuktikan ketika anak-anak bermain latto-latto tidak mudah menyerah meskipun tangan sudah bengkak terbentur bola plastik.

"Mereka tetap memainkan latto-latto meskipun sesekali meringis, namun tetap dilanjutkan dengan menahan sakit sambil tersenyum," katanya.

Berbanding Terbalik Jika Anak Fokus Bermain Gadget

Meisil mengatakan hal ini berbanding terbalik jika anak-anak fokus bermain gadget. Mereka tidak banyak berinteraksi dengan teman-temannya sehingga memunculkan karakter penyendiri.

"Keadaan psikologis tentu berbeda saat anak main gadget, sebab anak lebih suka menyendiri," jelas Meisil.

Selain itu, anak juga lebih emosional saat bermain game di handphone. Mereka tidak bisa mengendalikan diri saat ada hal-hal yang mengganggu waktu bermainnya.

"(Anak akan) emosional jika kalah, tidak ada jaringan, habis data, bahkan aksi brutal anak sangat parah jika kecanduan gadget," pungkasnya.



Simak Video "Banyak Daerah Larang Bawa Lato-Lato ke Sekolah, Ini Kata Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(alk/alk)