Bahasa Makassar Latto-latto Viral Akibat Permainan Clakers Ball, Ini Artinya

Bahasa Makassar Latto-latto Viral Akibat Permainan Clakers Ball, Ini Artinya

Rasmilawanti Rustam - detikSulsel
Selasa, 03 Jan 2023 16:40 WIB
latto-latto
Foto: Getty Images/iStockphoto/Aryo Hadi
Makassar -

Bahasa Makassar latto-latto kini viral karena disematkan sebagai nama lokal dari permainan clakers ball. Permainan ini belakangan kembali booming di tengah masyarakat Indonesia, tidak terkecuali di Sulawesi Selatan.

Kata "latto" merupakan bahasa Makassar yang berarti bunyi yang dikeluarkan dari dua benda yang berbenturan. Kata ini kemudian digunakan oleh masyarakat Makassar untuk menamai permainan clakers ball yang kembali booming di Makassar.

Dosen Sastra Daerah Bugis-Makassar dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr. Firman Saleh menjelaskan orang Makassar menyebutnya latto-latto, karena permainan tersebut menimbulkan suara ketukan.


"Latto itu bunyi yang dikeluarkan akibat 2 benturan benda sehingga mengeluarkan bunyi," jelasnya.

Sementara pengulangan kata latto-latto menggambarkan bunyi yang berulang dari permainan tersebut.

"Kalau dalam bahasa dia reduplikasi, artinya sering, selalu atau berulang sehingga disebut latto-latto," jelasnya.

Penamaan latto-latto untuk permainan ini lantas meluas di media sosial hingga digunakan di berbagai daerah lainnya. Sehingga clakers balls saat ini lebih populer dengan nama latto-latto.

Awalnya, sejumlah daerah memiliki nama lain untuk permainan ini dengan kearifan lokal masing-masing. Seperti di tengah masyarakat Bugis, permainan ini awalnya disebut katto-katto.

Permainan Latto-latto

Permainan latto-latto atau clakers ball adalah permainan dua buah bola plastik yang digantungkan pada tali yang seimbang. Lalu pada ujung talinya terdapat cincin untuk menyelipakan jari.

Kemudian latto-latto dimainkan dengan cara mengayungkan bola sampai keduanya bertemu. Hingga akhirnya berhasil menimbulkan suara tak tak tak.

Meski terlihat sangat mudah, permainan ini butuh keahlian dan konsentrasi tinggi untuk mempertemukan kedua bola plastik tersebut. Selain itu, tidak mudah pula untuk mempertahankannya.

Permainan Latto-Latto Hadir Sejak 1960-an

Latto-latto pertama kali hadir di Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Awalnya permainan ini menggunakan kaca berbentuk bulat yang dibenturkan dan menimbulkan bunyi.

"Berawal dari 2 benda yang terbuat dari 2 buah kaca yang bulat, digantung dengan tali yang seimbang, sehingga pada saat dia bertemu, dia menimbulkan suara," jelas Firman.

Kemudian permainan tersebut masuk ke Indonesia sejak tahun 1990-an. Namun karena benda kaca itu mudah pecah ketika dibenturkan, akhirnya diganti menggunakan bahan plastik yang padat.

"Namun pada saat itu, barang yang terbuat dari kaca itu mudah pecah, sehingga dibuatlah dari plastik yang padat," kata Firman.

Kembali Booming hingga Diperlombakan

Firman menyebut, permainan latto-latto sudah di Indonesia sejak lama. Dahulu sering dimainkan namun karena tidak ada yang publikasikan sehingga tidak se-viral saat ini.

Permainan latto-latto ini kemudian kembali ramai dimainkan di era yang serba digital. Latto-latto kini ramai dimainkan dan dipublikasi melalui media sosial.

"Beda dengan sekarang. Sekarang itu setelah banyak yang mainkan, divideokan, diupload di sosial media. Lewat sosmed lah yang memboomingkan latto-latto, sehingga banyak di ketahui anak-anak di pelosok sampai di luar Sulawesi," imbuh Firman.

Firman menambahkan permainan latto-latto tidak hanya viral di tengah masyarakat Bugis-Makassar, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan ada yang sampai membuat lomba atau turnamen latto-latto.

"Sekarang baru booming lagi. Yang dulunya ada, tapi tidak sebooming sekarang. Sampai ada yang diperlombakan, dibuatkan turnamen," kata Firman.

Menarik dan Menantang hingga Buat Penasaran

Permainan latto-latto ini ramai dimainkan anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua. Baginya, permainan tersebut merupakan permainan yang sangat menarik dan menantang.

"Tidak semua orang bisa memainkannya. Bagi mereka yang tidak bisa, salah satu mungkin prestasi bagi mereka ketika bisa memainkan latto-latto itu dan mau mempertunjukkan ke temannya," kata Firman.

Permainan ini dimainkan dengan mengayungkan kedua buah bola agar dua bola tersebut bertemu dengan terus berulang. Itu sebabnya permainan latto-latto ini menjadi menarik karena membutuhkan konsentrasi yang tinggi.

"Karena itu mainan yang kelihatan gampang, tapi setelah dimainkan susah. Jadi gampang-gampang susah," tandasnya

Selain itu, hal lain yang membuat orang lain tertarik untuk memainkannya karena mereka saling menantang memainkan latto-latto dengan waktu yang lama. Hal tersebut menjadi sebuah tantangan bagi mereka.

"Mereka punya tantangan untuk bisa memainkan itu lama. Apalagi dia bisa melihat ada yang sampai setengah jam, ada satu jam yang memainkan itu. Itulah yang buat mereka semakin menantang, masa mereka bisa, saya tidak," imbuh Firman.

Permainan Latto-latto Dilarang Dimainkan di Amerika

Melansir laman United States Consumer Product Safety Commision, permainan latto-latto atau clackers ball, tidak diperbolehkan lagi untuk dimainkan di Amerika karena tidak lulus uji ketahanan khusus pada tahun 1985. Hal ini mengikuti aturan yang diberlakukan oleh Komisi Keamanan Produk Konsumen.

Permainan tersebut kemudian ditarik kembali karena dinilai dapat melukai penggunanya. Hal ini untuk mencegah cedera akibat fragmentasi bola atau dari propulsi komponen yang retak secara tiba-tiba saat digunakan.

Sebelumnya, Komisi Keamanan Produk Konsumen menguji mainan tersebut, namun bolanya kemudian pecah atau retak. Selain itu, banyak pegangan yang patah.

Akhirnya mereka meminta konsumen yang memiliki clacker ball atau latto-latto harus segera membuangnya. Kemudian Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat mengumumkan bahwa pada tanggal 6 Desember, Kantor Marsekal Amerika Serikat di Phoenix, Arizona menyita hampir 4.600 mainan clacker ball atau latto-latto.



Simak Video "Banyak Daerah Larang Bawa Lato-Lato ke Sekolah, Ini Kata Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(alk/nvl)