Mengenal Permainan Tradisional Motor Bambu yang Masih Lestari di Enrekang

Mengenal Permainan Tradisional Motor Bambu yang Masih Lestari di Enrekang

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Selasa, 13 Des 2022 11:10 WIB
Permainan tradisional motor bambu di Enrekang yang masih dilestarikan
Foto: Permainan tradisional motor bambu di Enrekang yang masih dilestarikan. (Rachmat Aradi/detikSulsel)
Enrekang -

Masyarakat di Desa Latimojong Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki permainan tradisional motor bambu, atau motoro patung dalam bahasa lokal. Permainan tradisional ini konon sudah ada sejak zaman nenek moyang dan masih dilestarikan hingga saat ini.

"Motoro Patung itu sudah sejak lama dimainkan anak-anak Desa Latimojong, sudah dari dulu, nenek moyang kami," kata salah satu tokoh masyarakat Desa Latimojong, Muslimin kepada detikSulsel, Senin (12/11/2022).

Motoro patung terbuat dari bambu sebagai rangka, ditambah empat ban yang terbuat dari kayu. Bentuk motoro patung sekilas menyerupai gokar.


Motoro patung tidak memakai mesin, untuk memainkannya layaknya kendaraan, anak-anak harus berada di ketinggian atau perbukitan kemudian meluncur ke bawah.

"Anak-anak di sini sudah tidak takut lagi meluncur karena sudah biasa. Bahkan lebih tinggi jaraknya mereka lebih suka itu," ucap Muslimin.

Jadi Lomba di Festival Latimojong

Permainan ini masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Latimojong. Salah satu cara melestarikan permainan rakyat ini yakni dengan menjadikan balapan motoro patung untuk anak-anak sebagai salah satu cabang lomba dalam Festival Latimojong.

"Kita adakan festival seperti mau menunjukan kalau permainan tradisional seperti motoro patung ini tetap eksis, karena memang lebih mengasyikan," ungkapnya.

Muslimin mengungkapkan, awalnya permainan ini tidak dilombakan secara resmi seperti di festival. Namun, karena minat anak-anak terhadap permainan tradisional mulai terkikis akibat maraknya game online, maka masyarakat setempat menggelar Festival Latimojong tersebut.

"Festival ini berawal dari program Kelompok Sadar Wisata Sirandepala yang bekerja sama dengan Komunitas Pemuda Dusun Karangan dan lapisan masyarakat," kata dia.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Enrekang, Zulkarnaen menyambut baik Festival Latimojong yang memamerkan beraneka ragam budaya hingga permainan tradisional itu. Apalagi desa tersebut merupakan salah satu Desa Wisata berdasarkan SK Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang.

"Memang dari awal kita mendorong Kelompok Sadar Wisata untuk membuat event-event wisata, khusus yang berkedudukan di Desa Wisata (Dewis) dengan tujuan mempromosikan desanya," ujar Zulkarnaen.

Zulkarnaen menambahkan, dengan terselenggaranya lomba tersebut diharapkan bisa menarik kunjungan wisatawan di Desa Latimojong.

"Dan juga bisa dikembangkan untuk menjadi event tahunan yang lebih besar ke depannya," tandasnya.



Simak Video "Permainan Tradisional Enrekang Sulsel: Motor Bambu"
[Gambas:Video 20detik]
(alk/hsr)