Tari Ma'badong: Makna, Pola Lantai, Busana dan Tata Caranya

Tari Ma'badong: Makna, Pola Lantai, Busana dan Tata Caranya

Rasmilawanti Rustam - detikSulsel
Minggu, 04 Des 2022 22:23 WIB
Tari Ma’badong merupakan tarian kedukaan suku Toraja yang merupakan bagian dari ritual Badong dalam Upacara Rambu Solo’.
Foto: Jurnal Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Makassar -

Tari Ma'badong merupakan tarian kedukaan suku Toraja di Sulawesi Selatan (Sulsel). Tari ini menjadi bagian dari ritual Badong dalam pesta atau upacara Rambu Solo'.

Tari Ma'badong adalah gerakan tarian yang dilakukan untuk menghibur keluarga jenazah. Tarian ini dapat dilakukan oleh keluarga jenazah, rekan, tetangga ataupun orang lain.

Penari Badong atau pa'badong akan menggerakkan semua anggota tubuhnya. Mulai dari bahu maju-mundur hingga kedua lengan diayunkan serentak ke depan dan ke belakang.


Dikutip dari jurnal Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dengan judul "Ritual Ma'badong Suku Toraja di Desa Bolu Kecamatan Rantepao Kabupaten Toraja Utara" berikut ini makna, pola lantai, busana, dan tata cara Tari Ma'badong:

Makna Tari Ma'Badong

Tari Ma'Badong dalam Suku Toraja memiliki sejumlah makna. Mulai dari gerakan hingga busana yang digunakan tentunya masing-masing memiliki makna tersendiri.

Dalam sebuah gerakan Ma'badong, mengaitkan jari kelingking antara penari lainnya. Artinya saling berpegangan pundak untuk menunjukkan rasa persatuan dalam merasakan duka terhadap keluarga jenazah yang bersedih.

Sedangkan dalam busana yang umumnya menggunakan baju hitam dan putih, serta sarung hitam juga memiliki makna tersendiri. Memiliki arti kesedihan dan kesuciaan.

Namun seiring perkembangan zaman yang semakin modern. Orang Toraja kini menggunakan busana yang terang seperti warna merah, ungu, kuning dan biru. Warna tersebut melambangkan kemakmuran serta kejayaan di kalangan masyarakat Toraja.

Pola Lantai Tari Ma'badong

Dalam melakukan Tari Ma'badong, pa'badong membentuk sebuah lingkaran lalu mengaitkan jari kelingkingnya dengan penari lain. Lingkaran besar yang telah dibuat, kemudian diperkecil dengan cara para pa'badong maju kemudian mundur dan memperluas lingkaran. Mereka saling berputar dan berganti posisi, namun tidak bertukar tempat di sisi kanan atau kirinya.

Tari Ma'badong diiringi dengan suara nyanyian para pa'badong tanpa iringan musik. Kadong yang dinyanyikan merupakan lagu dalam bahasa Toraja yang berupa syair kadong badong.

Syair kadong badong saat melakukan ritual, yaitu memberikan pujian kepada jenazah, riwayat hidup jenazah serta menjadi lagu penghibur untuk keluarga yang ditinggalkan. Ritual Ma'badong tersebut biasanya dilakukan di waktu malam suntuk dengan waktu yang lama.

Penari Ma'badong

Tarian Badong biasanya dilakukan oleh keluarga orang yang meninggal dan masyarakat asli Toraja yang sudah mengenal kuat kebudayaan Toraja. Sehingga penari Badong dapat melakukannya dengan baik dan lancar.

Apalagi gerakan Tari Ma'Badong cukup sulit dilakukan. Pa'badong menggerakkan semua anggota tubuhnya, seperti bahu maju-mundur dan ke kiri-ke kanan, kedua lengan diayunkan serentak ke depan dan ke belakang, lalu tangan saling bergandengan dengan jari kelingking, kaki dihentakkan ke depan dan belakang secara bergantian.

Pesta kematian yang dilakukan dengan Tarian Ma'badong dilakukan oleh orang keturunan bangsawan dan keluarga yang memiliki status sosial yang tinggi. Karena upacara kematian ini membutuhkan biaya yang cukup besar.

Busana Tari Ma'badong

Ritual Badong bisa diikuti oleh ratusan orang baik pria maupun wanita dengan menggunakan seragam yang berbeda. Termasuk wisatawan yang hadir dengan memakai baju masing-masing.

Namun dalam ritual Badong, pa'badong biasanya menggunakan pakaian warna putih dan hitam. Biasanya juga menggunakan baju yang sudah ditentukan sebelumnya.

Tempat Tari Ma'badong

Dalam Suku Toraja, ritual Badong tidak bisa lepas dari upacara solo'. Badong merupakan bagian terpenting dalam upacara kematian.

Tari Ma'badong dilakukan saat memakamkan jenazah. Ritual tersebut dilakukan di tanah lapang atau pelataran yang luas yaitu di tengah-tengah lantang (pondok).

Tata Cara Tari Ma'badong

Ma'badong merupakan ritual yang dilakukan saat upacara kematian dan bersifat sakral. Sehingga dalam melakukan Tarian Badong terdapat tata cara yang harus diperhatikan.

Sebelum melaksanakan upacara, anggota keluarga yang meninggal memilih yang akan menjadi pa'badong. Mereka dapat memilih antara keluarga, sanak saudara, rekan, tetangga ataupun orang lain.

Sehingga orang yang terpilih tersebut diharapkan menuju ke tempat yang telah ditentukan. Waktu upacara telah ditentukan oleh keluarga yang meninggal.

Pada saat pa'badong sudah tiba di tempat, mereka akan terus berdiri sambil menunggu penari lainnya. Pemimpin Badong akan memberi aba-aba untuk memulai tarian.

Pa'badong akan menyanyikan empat lagu secara berturut-turut seperti lagu Badong berarak dan badong selamat (berkat). Kemudian dilanjutkan dengan doa dan nyanyian riwayat hidup orang yang meninggal.

Ritual tersebut akan berlangsung hingga tarian dan nyanyian pa'badong selesai. Ketika semuanya usai, maka selesai juga upacara kematian.

Rangkaian kegiatan badong dilakukan secara turun temurun hingga saat ini. Termasuk gerakan dalam Tari Ma'badong yaitu gerakan kepala, pundak, tangan, kaki serta perputarannya pun tidak ada perubahan dan variasi.



Simak Video "Tebing Setinggi 100 Meter di Toraja Utara Longsor, 60 KK Ngungsi"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hsr)