Cerita Rakyat Sulawesi Selatan La Dana dan Kerbaunya, Kisah si Anak Licik

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan La Dana dan Kerbaunya, Kisah si Anak Licik

Edward Ridwan - detikSulsel
Jumat, 14 Okt 2022 03:30 WIB
kerbau
Ilustrasi untuk cerita rakyat Sulawesi Selatan La Dana dan Kerbaunya. (Getty Images/iStockphoto/Boyloso)
Makassar -

Cerita rakyat Sulawesi Selatan yang cukup terkenal yakni La Dana dan Kerbaunya. Cerita rakyat ini berasal dari Tana Toraja.

Kisah La Dana dan Kerbaunya merupakan cerita rakyat yang sarat akan makna. cerita ini mengisahkan tentang seorang anak petani dari Toraja yang terkenal akan kecerdikannya bernama La Dana.

Kadang kala kecerdikan itu ia gunakan untuk memperdaya orang. Sehingga kecerdikan itu kemudian menjadi kelicikan.


Kisah La Dana dan Kerbaunya sangat terkenal. Bahkan kisah ini pernah diterbitkan dalam buku berjudul "The magic crocodile and other folktales from Indonesia" yang ditulis oleh Alice M. Terada dan diterbitkan oleh Honolulu: University of Hawaii Press pada tahun 1994.

Nah, berikut ini cerita rakyat Sulawesi Selatan La Dana dan Kerbaunya lengkap sebagaimana dilansir dari laman Kemendikbud.

Cerita La Dana dan Kerbaunya

Diceritakan, La Dana adalah seorang anak petani dari Tana Toraja. Ia dikenal sebagai anak yang pandai dan cerdik.

Sayang, kecerdikannya itu kerap digunakan untuk menipu dan memperdayai orang. Tak jarang kecerdikan dan kepandaian yang dimilikinya berbuah kelicikan.

Pada suatu hari, La Dana bersama seorang kawannya diundang untuk menghadiri upacara adat pemakaman. Sebagaimana diketahui, bahwa pesta upacara kematian di Toraja begitu meriah.

Umumnya pemilik acara akan menyembelih kerbau-kerbau untuk dimakan dan dibagikan kepada tamu. Sudah menjadi kebiasaan di tana Toraja, setiap tamu akan mendapatkan daging kerbau yang telah dikurbankan.

Kala itu, La Dana mendapatkan jatah bagian kaki belakang kerbau. Sementara temannya mendapatkan hampir seluruh bagian kerbau kecuali kaki.

Hal ini memunculkan kecemburuan di dalam hati La Dana. Ia kemudian berpikir bagaimana caranya mendapatkan bagian yang lebih banyak dari temannya itu.

Tak dinyana, La Dana meminta kepada temannya untuk menggabungkan seluruh jatah bagian kerbau mereka. Ia berpendapat, bahwa daging kerbau yang sudah terkumpul ini selanjutnya bisa ditukarkan dengan kerbau yang masih hidup.

Kerbau tersebut nantinya akan dipelihara hingga gemuk lalu disembelih dan dimakan bersama-sama. Temannya setuju.

Beruntungnya mereka, usulah itu kemudian diterima oleh si pemilik hajat. Mereka akhirnya mendapatkan seekor kerbau hidup yang masih kurus.

Kerbau itu kemudian dipelihara di rumah temannya La Dana dan diberi makan agar cepat gemuk.

Seminggu setelahnya La Dana mulai tak sabar untuk menunggu kerbaunya menjadi gemuk. Ia pun mendatangi rumah kawannya dan meminta agar kerbau itu segera di sembelih.

"Mari kita potong hewan ini, saya sudah ingin memakan dagingnya," kata La Dana.

"Tunggulah sampai hewan itu agak gemuk!" Jawab temannya.

Akhirnya La Dana pulang dengan tangan kosong dan perasaan kecewa.

Seminggu berselang, La Dana mendatangi lagi rumah kawannya itu. Seperti biasa ia kembali membujuk kawannya untuk menyembelih hewan tersebut.

"Mari kita potong hewan ini, saya sudah tidak sabar ingin memakan dagingnya," bujuk La Dana.

"Tunggulah sampai dia menjadi lebih gemuk!" Jawab temannya.

La Dana lalu mengusulkan, "Kalau begitu sebaiknya kita potong saja bagian saya, dan kamu bisa memelihara hewan itu selanjutnya."

Kawannya berpikir jika kaki belakang kerbau itu dipotong maka tentu ia akan mati. Maka ia pun membujuk La Dana agar mengurungkan niatnya.

Temannya berjanji jika La Dana mau bersabar menunggu, maka akan diberikannya kaki depan kerbau itu juga. Jadi La Dana akan mendapatkan 2 pasang kaki kerbau.

Seminggu berselang La Dana pun datang lagi dan kembali meminta agar bagiannya dipotong. Sekali lagi kawannya membujuk agar ia sedikit bersabar. Kini Ia pun menjanjikan akan memberikan sebagian badan kerbau itu jia ia mau menunda maksudnya. Akhirnya La Dana pun pulang.

Beberapa hari kemudian, La Dana kembali ke rumah temannya. Lagi-lagi ia meminta agar kerbau itu dipotong.

Kali ini kawannya sudah kehilangan kesabarannya. Dengan marah ia pun berkata, "Kenapa kamu tidak ambil saja kerbau ini sekalian! Dan jangan datang lagi untuk mengganggu saya."

Akhirnya La dana pun pulang dengan gembiranya sambil membawa seekor kerbau gemuk.



Simak Video "Pasutri Terseret Banjir Bandang di Parepare Ditemukan Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(edr/alk)