Angngira Bunga, Tradisi Maulid di Polman yang Dipercaya Mempermudah Jodoh

Angngira Bunga, Tradisi Maulid di Polman yang Dipercaya Mempermudah Jodoh

Abdy Febriady - detikSulsel
Sabtu, 08 Okt 2022 22:00 WIB
Tradisi Anggira Bunga di Polman
Foto: Abdy Febriady/detikcom
Polewali Mandar -

Warga Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), memiliki tradisi Angngira Bunga menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini merupakan kegiatan mengiris daun pandan.

Irisan daun pandan tersebut menjadi rebutan warga. Pasalnya dipercaya dapat mendatangkan berkah hingga memudahkan jodoh para muda-mudi.

"Dilaksanakan (Angngira Bunga) pada malam mau maulid, rangkaiannya diawali dengan berzikir, sambil berzikir sambil mangira bunga," kata salah satu tokoh masyarakat desa Buku, Paduwai kepada wartawan, Sabtu (8/10/2022).


Angngira dalam bahasa Indonesia berarti mengiris, sehingga Angngira Bunga berarti mengiris bunga. Bunga yang dimaksud dalam tradisi ini adalah daun pandan.

Angngira Bunga sendiri merupakan tradisi leluhur warga Desa Buku. Tradisi ini pertama kali dilakukan seorang Imam Desa bernama H Marajang pada awal tahun 1930, kemudian diteruskan secara turun temurun.

Tradisi Angngira Bunga dilakukan dengan menggunakan alat khusus bernama pangngira'kang. Alat ini terbuat dari sepotong bambu yang permukaannya yang telah dibagi dua dan diberi lobang seukuran lebar daun pandan.

Daun pandan yang telah disiapkan kemudian dimasukkan ke dalam lobang tersebut, kemudian dipotong sedikit demi sedikit menggunakan pisau.

"Sudah sejak dulu cara memotongnya seperti ini, jadi tidak bisa kita ubah-ubah," jelas Paduwai.

Tradisi Angngira Bunga PolmanTradisi Angngira Bunga Polman Foto: Abdy Febriady/detikcom

Menurut Paduwai, kegiatan Angngira Bunga biasanya dilakukan secara bersama-sama, sembari diiringi tabuhan musik rebana. Hal tersebut juga sebagai wujud silaturahmi antar warga di Desa Buku.

Daun pandan yang telah diira' atau diiris kemudian dibawa ke Masjid dan ditempatkan bersama sajian khas maulid lainnya seperti telur dan aneka macam kue.

Setelah zikir maulid selesai, daun pandan yang telah diira' dibagikan oleh sesepuh adat kepada seluruh masyarakat. Tidak sedikit warga yang rela berebut demi mendapatkan daun pandan tersebut.

"Setelah itu dibawa ke Masjid, setelah doa bersama usai, dibagikan kepada seluruh warga, kadang ada yang rebutan karena takut kehabisan," kata Paduwai.

Sementara seorang warga bernama Nurlina menyebut sebagian meyakini tradisi ini dapat mendatangkan berkah hingga mempermudah jodoh para muda mudi. Daun pandan menjadi rebutan, karena memiliki aroma khas yang menarik perhatian.

"Katanya kalau cewek-cewek yang dapat mudah datang jodohnya, begitu juga dengan pria," ujarnya.

Menurut Nurlina, jika wanita mendapatkan daun pandan yang telah diira' biasanya dicampur dengan perlengkapan makeup. Sementara para pria biasanya memasukkan daun pandan tersebut ke dalam botol parfum.

"Biasanya kalau cewek yang dapat dicampur dengan alat makeup, kalau laki-laki biasa dibawa-bawa atau dicampur dengan parfum karena bagus baunya," pungkas Nurlina.



Simak Video "Jual Parsel Buah-buahan, Pedagang Lumajang Raih Untung 10 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(alk/nvl)