12 Rumah Adat Kalimantan Selatan: Keunikan Arsitektur dan Filosofinya

12 Rumah Adat Kalimantan Selatan: Keunikan Arsitektur dan Filosofinya

Edward Ridwan - detikSulsel
Selasa, 04 Okt 2022 03:30 WIB
Rumah adat Kalimantan Selatan, Bubungan Tinggi.
Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id. (Rumah adat Kalimantan Selatan, Bubungan Tinggi.)
Kalimantan Selatan -

Rumah adat Kalimantan Selatan memiliki ragam keunikan dan ciri khasnya tersendiri. Tidak hanya karakter, tetapi arsitektur dan makna-makna filosofisnya patut untuk diketahui.

Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan khazanah budaya. Sebagian besar masyarakatnya termasuk dalam Suku Banjar.

Suku Banjar memiliki warisan budaya dan adat yang kuat dari Kesultanan Banjar di masa lalu. Termasuk dalam hal rumah adat.


Ragam jenis dan bentuk rumah adat Banjar ini dipengaruhi pada fungsi dan penggunaannya. Untuk menambah wawasan tentang Budaya Indonesia, patut mengetahui pula rumah adat Kalimantan Selatan ini.

Berikut daftar 12 rumah adat Kalimantan Selatan khas Suku Banjar yang dirangkum detikSulsel dari buku berjudul "Mengenal Rumah Tradisional di Kalimantan" yang diterbitkan oleh Kemdikbud RI:

1. Rumah Adat Kalimantan Selatan: Bubungan Tinggi

Rumah adat Kalimantan Selatan yang pertama adalah Bubungan Tinggi. Ini adalah rumah adat tradisional Suku Banjar yang paling utama.

Dulunya rumah adat ini digunakan sebagai tempat kediaman utama Sultan Banjar. Karena itu setiap bagian dan arsitekturnya dibuat sedemikian rupa dan mengandung makna filosifis tersendiri.

Rumah Bubungan Tinggi terbuat dari kayu ulin atau kayu besi. Jenis kayu ini dikenal sangat kuat dan tahan lama. Bahkan bagian atap rumah Bubungan Tinggi ini menggunakan kayu ulin, sebab tahan terhadap air.

Secara sekilas arsitektur rumah adat ini berupa rumah panggung. Di mana tiang-tiang utama menopang lantai rumah ini agar tidak menempel di tanah. Jarak antara tanah dan lantai rumah kurang lebih 2 meter, sehingga penampakan rumah adat Bubungan memang sangat tinggi.

Untuk menambah keindahan rumah, ditambahkan berbagai ukiran dan ornamen-ornamen khusus. Namun bukan cuma itu, ornamen dan ukiran tersebut juga memiliki makna tersendiri.

Secara filosofis, Rumah Adat Bubungan Tinggi melambangkan pohon kehidupan. Pohon ini memiliki makna keseimbangan dan keharmonisan antar sesama manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan yang Maha Esa.

2. Rumah Adat Kalimantan Selatan: Gajah Baliku

Rumah adat Kalimantan Selatan Gajah Baliku juga merupakan rumah tradisional Suku Banjar. Yang membedakan dengan rumah Adat sebelumnya adalah penggunaannya dan sedikit arsitektur di dalamnya.

Jika rumah adat Bubungan Tinggi digunakan sebagai kediaman Sultan, maka rumah Gaja Baliku digunakan untuk saudara dan kerabat Sultan. Dari segi arsitektur keduanya sekilas terlihat sama. Perbedaan akan nampak ketika masuk ke bagian ruang tamu.

Pada Rumah Bubungan Tinggi ruang tamu dibuat bertingkat, hal ini dimaksudkan agar Sultan memiliki posisi dan tingkat yang lebih tinggi saat menerima tamu. Sementara rumah Gajah Baliku memiliki ruang tamu yang rata tanpa jenjang.

Makna filosofis yang terkandung di dalamnya juga sama, yakni sama-sama melambangkan hubungan harmonis dan keseimbangan. Selain itu, semua jenis rumah adat Banjar menghadap ke arah sungai. Ini sebagai pertanda bahwa budaya orang Banjar sangat dekat dengan sungai.

Simak selengkapnya di halaman berikut.



Simak Video "Mengunjungi Kekayaan Budaya Aceh di Anjungan Adat Gayo Lues"
[Gambas:Video 20detik]