Mengenal Tari Pallake, Seni Atraksi Perang Simbol Keperkasaan Suku Mandar

Sulawesi Barat

Mengenal Tari Pallake, Seni Atraksi Perang Simbol Keperkasaan Suku Mandar

Abdy Febriady - detikSulsel
Rabu, 28 Sep 2022 00:30 WIB
Mengenal Tari Pallake, Seni Atraksi Perang Simbol Keperkasaan Suku Mandar
Foto: dok.ist
Polewali Mandar -

Masyarakat Suku Mandar yang mayoritas mendiami Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memiliki seni atraksi tarian perang yang disebut Tari Pallake. Kesenian ini sarat nilai budaya yang melambangkan keperkasaan, keberanian dan kepahlawanan.

"Di situ (pallake) menggambarkan keberanian dan keperkasaan seorang prajurit, simbol semangat yang terus berkobar," kata penggiat budaya Mandar, Dalif saat dijumpai wartawan di kawasan Taman Budaya Buttu Ciping, Selasa (27/9/2022).

Pertunjukan Pallake merupakan warisan leluhur Pappuangan Padzang yang berdomisili di Desa Ongko, Kecamatan Campalagian. Pallake berasal dari kata dasar Lake yang berarti tanduk. Melambangkan lelaki pemberani dan jujur


"Pallake itu kata dasarnya lake, artinya tanduk, mendapat awalan pa, sehingga diartikan sebagai permainan yang menggunakan tanduk," ungkap Dalif.

Pertunjukan tarian Pallake dilakukan dua pria dan umumnya dilakukan tiga babak. Pada babak pertama kedua pemain saling mengelilingi sambil memainkan lonceng di tangan yang dikenal dengan nama giring-giring.

Pada babak kedua, pemain berlaga layaknya bertarung menggunakan senjata parang atau pedang yang dikenal dengan nama Kondobulo.
Sementara pada babak ketika, kedua pemain beraksi menggunakan senjata tombak yang disebut doe atau peratu. Pada babak pertama dan ketiga, setiap pemain dibekali dengan perisai yang dikenal dengan nama Utte.

Saat pertunjukan berlangsung, kedua pemain menggunakan pakaian khas serta memakai hiasan di kepala berbentuk seperti tanduk kerbau. Atraksi juga diiringi tabuhan musik gembang yang dimainkan dua pria.

"Yang terkandung dalam Pallake ini adalah semangat dan jiwa kepahlawanan, dalam hal ini prajurit yang pemberani, digambarkan dalam gerak-gerak yang dimainkan dalam pallake, sehingga ada beberapa pola di dalam, seperti pada saat menggunakan properti tombak atau kondo bulo sejenis parang dulu, tidak lepas dari utte atau perisai," tegas Dalif.

Menurut Dalif, Pallake biasanya ditampilkan dalam berbagai kegiatan khususnya acara adat maupun kegiatan budaya.

"Pallake ini sejak keberadaannya, ditampilkan di acara-acara ritual komunitas adat Pappuangan Padzang, misalnya pelantikan adat harus dan wajib digelar Pallake ini, karena biar bagaimanapun dalam komunitas adat Pappuangan Padzang tidak bisa lepas dari permainan Pallake ini," ungkapnya.

"Ada juga yang sengat membuat acara dan mempertontonkan pallake dalam acara tersebut," sambung Dalif.

Menurut Dalif, Pallake menjadi wadah perekat dan pemersatu di kalangan masyarakat adat dalam membina tatanan kehidupan masyarakat yang berbudaya.

"Apalagi, atraksi Pallake sangat erat kaitannya dengan ritual, karena dasar keberadaannya itu dimulai dengan ritual," pungkasnya.



Simak Video "Banjir 3 Meter Rusak Rumah Warga di Polman, Ada yang Sampai Roboh"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/tau)