Pemkab Barru Kenalkan Sosok Colliq Pujie Lewat Festival Budaya To Berru

Pemkab Barru Kenalkan Sosok Colliq Pujie Lewat Festival Budaya To Berru

Muhclis Abduh - detikSulsel
Minggu, 18 Sep 2022 09:15 WIB
Pembukaan Festival Budaya To Berru di Barru, Sulsel.
Foto: Pembukaan Festival Budaya To Berru di Barru, Sulsel. (Dok. Istimewa)
Barru -

Pemkab Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menggelar Festival Budaya To Berru (FBTB) tahun 2022. Perhelatan budaya yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini memperkenalkan sosok Colliq Pujie lewat acara tersebut.

"Kami tampilkan tarian massal kreasi Colliq Pujie karena tema kita tahun ini Colliq Pujie Mozaik Paras Budaya," ungkap Ketua Panitia Penyelenggara FBTB, Andi Adnan Azis saat dikonfirmasi, Sabtu (17/9/2022).

Festival Budaya To Berru ke-11 tahun 2022 resmi dibuka di Anjungan Pantai Sumpang Binangae Barru, Sabtu malam (17/9). Kegiatan ini yang mengangkat potensi budaya lokal ini akan diisi dengan rangkaian kegiatan menarik hingga 19 September mendatang.


Adnan yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru ini menuturkan, tarian massal yang ditampilkan saat pembukaan FBTB 2022 menggambarkan perjuangan Colliq Pujie dahulu saat melawan Belanda.

"Tari kreasi itu kami riset soal Colliq Pujie, saat dijemput dari Tanete ke Makassar oleh Belanda. Jadi kurang lebih soal perjuangan Colliq Pujie melawan Belanda makna tariannya," bebernya.

Adnan menjelaskan, Colliq Pujie yang bernama lengkap Retna Kencana Colliq Pujie Arung Pancana Toa Matinroe ri Tucae merupakan bangsawan Bugis asal Barru. Colliq Pujie dikenal menyalin berbagai naskah kuno Bugis, utamanya I La Galigo yang merupakan karya epos terpanjang di dunia.

"Colliq Pujie selain sebagai Arung Matoa di Tanete selama ini hanya dikenal karena menyalin naskah I Lagaligo, tetapi masih kurang diketahui bahwa banyak lagi karya dia, termasuk perlawanan terhadap Belanda," tegasnya.

Pihaknya berharap Festival Budaya To Berru bisa menjadi ajang pembelajaran selain hiburan bagi masyarakat. Kegiatannya tetap mengusung nuansa kearifan lokal.

"Ini acara (FBTB) adalah acara yang masuk event nasional sehingga terus dilaksanakan secara berkala. Setiap tahun harus lebih baik dengan kemasan acara yang tidak monoton tetapi tetap menonjolkan kearifan lokal," paparnya.

Selain itu Adnan menilai keberadaan festival ini diharapkan menjadi ajang mendorong perekonomian warga. Khususnya dalam upaya meningkatkan UMKM dan brand lokal di Kabupaten Barru.

"Tentu harapan kita juga bahwa dengan melalui acara ini UMKM kita bisa meningkat begitu juga dengan brand lokal kita," jelasnya.

Festival Budaya to Berru akan menampilkan sejumlah kegiatan menarik, mulai dari para koreografer, temu komposer, karnaval budaya, hingga pentas kebudayaan komunitas seni lokal Barru. Puncak acara, yakni mappadendang, mappabite manu dan mattojang akan dilaksanakan pada Senin (19/9) di Desa Paccekke, Kecamatan Soppeng Riaja.

"Melalui acara ini komunitas seni dan budaya se Indonesia bertemu dan sekaligus kita bisa melihat lebih dekat budaya lokal Barru selain sosok Colliq Pujie juga mengenal seperti mappadendang, mappabite manu hingga mattojang, " imbuh Adnan.

Terpisah, Sekretaris Daerah Barru Abustan menjelaskan, Festival Budaya To Berru 2022 merupakan kegiatan budaya di Barru yang selalu sukses digelar karena adanya kerja sama antara Pemkab Barru dan pihak Kemenparekraf. Dukungan tersebut juga ditunjukkan melalui kehadiran langsung dalam acara.

"Pak Direktur Musik, Film dan Animasi dari Kemenparekraf turut hadir di acara pembukaan (FBTB) tadi malam menunjukkan kita sudah berkolaborasi dengan baik untuk pengembangan budaya," paparnya.



Simak Video "Keseruan Menangkap Ikan di Sungai Indramayu Jawa Barat"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)