Bahasa Kolonial Belanda yang Masih Lestari di Sulut, Digunakan Sehari-hari

Sulawesi Utara

Bahasa Kolonial Belanda yang Masih Lestari di Sulut, Digunakan Sehari-hari

Trisno Mais - detikSulsel
Sabtu, 10 Sep 2022 15:05 WIB
Orang Belanda makan antara tahun 1930-1939.
Ilustrasi orang Belanda masa penjajahan. (Foto: Tropenmuseum)
Minahasa -

Percakapan sehari-hari masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) ternyata banyak menggunakan serapan dari bahasa Belanda. Hal ini menjadi bukti pengaruh bahasa Belanda sangat kental di Sulawesi Utara.

Beberapa serapan bahasa Belanda yang masih lestari merupakan bahasa sapaan. Beberapa di antaranya adalah sapaan guru laki-laki dengan sebutan meneer.

Meneer merupakan bahasa Belanda yang berarti tuan. Kemudian ada juga sapaan untuk kakek-nenek yakni opa dan oma, yang ternyata adalah serapan bahasa Belanda.


Antropolog dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Dr. Heny Pratiknjo menjelaskan penyerapan bahasa Belanda ke dalam percakapan sehari-hari orang Minahasa tidak lepas dari upaya untuk menjajah pada masa itu. Pasalnya, Belanda tidak dapat menjajah wilayah Sulawesi Utara yang diduduki masyarakat minahasa seperti wilayah lainnya di Indonesia.

Akhirnya Belanda menggunakan cara halus dengan membujuk. Mereka menggunakan pendidikan dan penyebaran agama untuk mempengaruhi masyarakat Minahasa.

"Dalam perkembangan, datang orang Belanda atau Eropa yang tujuan utama mereka adalah menjajah. Tapi mereka tidak bisa menjajah, karena di Minahasa itu sudah ada sistem pemerintahan yang berdaulat namanya pemerintahan Walak. Kemudian mereka berupaya dengan menyebarkan agama melalui pendidikan," jelas Heny kepada detikSulsel, Jumat (9/9/2022).

Heny kemudian menjelaskan hal ini juga dipengaruhi kondisi masyarakat Minahasa pada masa itu banyak yang tidak dapat membaca.

"Jadi kalau penamaan, benda-benda sama dengan Eropa. Hal ini karena orang Minahasa tidak melek huruf kemudian mereka diajarkan orang Eropa jadi mereka melek huruf, jadi adaptasinya tinggi. Sehingga cara berbicara Orang Minahasa itu lebih kebarat-baratan," jelasnya.

Awal Mula Bahasa Belanda Terserap dalam Percakapan Sehari-hari

Heny mengatakan, suku-suku di Sulawesi Utara juga memiliki bahasa asli, seperti Tonsea, Tombulu,Tolour, Tonsawang, Bantik, Ponosakan. Namun, saat berkomunikasi dengan orang di luar sukunya masyarakat Sulawesi Utara menggunakan melayu Manado.

Bahasa ini juga yang digunakan saat berkomunikasi dengan orang Belanda pada masa itu. Komunikasi terjadi karena orang Belanda yang ada di Sulut memberi pendidikan serta menyebarkan agama kepada masyarakat pribumi.

"Dulu itu orang Minahasa, terlebih perempuan itu diajak sama-sama orang Belanda, makan-makan. Perempuan diajak buat kerajinan tangan, menyulam dan seterusnya. Tentunya dengan maksud tertentu dari pemerintahan Belanda. Sehingga istilah-istilah percakapan sehari-hari dalam bahasa belanda tidak asing lagi, karena mereka juga diajarkan seperti itu di sekolah. Dalam perkembangannya bahasa ini sudah tidak hilang (menjadi kebiasaan)," jelas Heny.

Heny mengatakan bahasa Belanda tidak mempengaruhi bahasa asli suku-suku di Sulawesi Utara. Karena yang digunakan orang Belanda pada masa itu adalah melayu Manado.

Sehingga percakapan dalam melayu Manado lah yang mengalami pergeseran dengan sejumlah bahasa belanda yang digunakan sebagai bahasa gaul pada masa itu.

"Orang Belanda kan tidak belajar bahasa Tonsea atau Tondano. Mereka belajar bahasa Melayu Manado. Di sisi lain Kan mereka (orang Minahasa) itu dalam sehari-hari mereka belajar dari orang Belanda," jelas Heny.

Penyerapan bahasa Belanda dalam percakapan sehari-hari ini menurut Heny sebagai bukti masyarakat Minahasa yang mudah beradaptasi. Sehingga bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang Belanda menjadi pengalaman dan pengetahuan bagi orang Minahasa.

"Lama kelamaan kan sudah jadi pengalaman dan pengetahuan. Kemudian mereka juga selalu berhadapan dengan situasi yang sama. Karena mereka belajar terus dengan orang Eropa, jadi ada hal-hal (bahasa) yang tertinggal," jelasnya.

Selanjutnya istilah yang diserap dari bahasa Belanda...