Mengenal Ritual Ma'nene Suku Toraja, Tradisi Membersihkan Mumi Leluhur

Mengenal Ritual Ma'nene Suku Toraja, Tradisi Membersihkan Mumi Leluhur

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Sabtu, 03 Sep 2022 18:58 WIB
Ritual Manene
Ritual Ma'nene suku Toraja. (Foto: Rachmat Aradi/detikSulsel)
Toraja Utara -

Ritual Ma'nene merupakan salah satu tradisi yang dilakukan suku Toraja di Sulawesi Selatan (Sulsel). Tradisi ini berupa membersihkan jenazah yang telah meninggal puluhan bahkan ratusan tahun atau yang telah berbentuk mumi.

Ritual Ma'nene masih dijaga oleh masyarakat suku Toraja. Pada tradisi ini, satu rumpun keluarga melakukan pembersihan mumi leluhur sebagai garis keturunannya.

Pemangku adat suku Toraja, Marten Paladan mengatakan, ritual Ma'nene adalah salah satu cara masyarakat Toraja untuk menghormati leluhur yang sudah lebih dulu meninggal dunia. Menurutnya, suku Toraja memang sangat menjaga dan menghormati leluhur.


"Masyarakat Toraja itu selalu memperhatikan leluhurnya. Dari kepercayaan, jika orang Toraja tidak memerhatikan leluhur itu hidupnya tidak akan damai. Nah, Ritual Ma'nene dengan menggantikan baju nene' dan membersihkan, itu sebagai bentuk penghormatan serta perhatian kepada leluhur," jelas Marten kepada detikSulsel, Jumat (2/9/2022).

Tidak hanya membersihkan mumi leluhur, tradisi Mane'ne ini juga memiliki rangkaian ritual lainnya. Diantaranya rumpun keluarga mengadakan acara besar dengan mengorbankan hewan seperti bai atau babi dan kerbau, ritual membuka kuburan atau Pa'tene yang berisi mumi leluhur, dan lainnya.

Ritual Ma'nene TorajaPelaksanaan ritual Ma'nene yakni membersihkan mumi leluhur. (Foto: Rachmat Aradi/detikSulsel)

"Biasanya pihak keluarga juga siapkan hal-hal yang disukai jenazah sewaktu masih hidup. Contohnya, diberikan rokok atau kopi dan sebagainya," ujar Marten

Marten mengungkapkan, ritual Ma'nene pada dasarnya dilakukan 1 tahun sekali. Namun, dalam penyelenggaraannya yang memakan biaya yang cukup besar dan tidak semua satu rumpun keluarga berada di Toraja.

Maka dari itu, Marten menjelaskan berdasarkan hasil musyawarah adat atau Kombongan Kalua beberapa tahun lalu, disepakati bahwa ritual Ma'nene bisa dilaksanakan 3 tahun sekali.

"Dulu itu orang tua kita 1 tahun sekali. Tapi kan sekarang tidak semua masyarakat Toraja berada di Toraja, dan memang saat menggelar ritual itu memakan banyak biaya. Sehingga dulu ada Kombongan Kalua yang diinisiasi tokoh adat. Hasilnya, ritual Ma'Nene bisa dilaksanakan 3 tahun sekali," ungkapnya.



Simak Video "Mengenal Ritual Ma'Nene Suku Toraja, Tradisi Membersihkan Mumi Leluhur"
[Gambas:Video 20detik]