Grup Marawis Mamuju Bakal Tampil di Turki, Kenalkan Budaya Khas Daerah

Sulawesi Barat

Grup Marawis Mamuju Bakal Tampil di Turki, Kenalkan Budaya Khas Daerah

Hafis Hamdan - detikSulsel
Sabtu, 03 Sep 2022 01:36 WIB
Grup Marawis Sima El-Wathaniyah Mamuju.
Foto: Grup Marawis Sima El-Wathaniyah Mamuju. (Dok. Istimewa)
Mamuju -

Grup Marawis Sima El-Wathaniyah Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) rencananya akan tampil di Negara Turki. Tidak hanya mendendangkan lagu-lagu bernuansa Islami, grup tersebut akan menampilkan kain tenun khas Sulbar dan beberapa lagu daerah.

Grup yang berdiri sejak 2018 itu diberi kesempatan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul untuk tampil di gelaran Indonesian Festival "Bring Indonesian Culture Around to the World" di 4 wilayah di Turki.

Pendiri sekaligus pembina grup marawis Sima El-Whataniyah Mamuju, Fathur Rahman menjelaskan, grupnya dipilih karena beberapa alasan. Salah satunya telah menjuarai lomba Festival Marawis Ramadan di Jakarta.


"Salah satunya karena kita juara kemarin di lomba Festival Ramadan 2022. Penampilan kita juga unik karena ada lagu dan kain daerah yang kita tampilkan," ujar Fathur saat ditemui detikcom, Jumat (2/8/2022).

Fathur mengatakan, saat ini pihaknya tinggal menunggu kepastian agenda festival di Turki untuk mengatur jadwal pemberangkatan. Pasalnya sebelum ke Turki, grupnya lebih dulu akan tampil di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

"Surat dari panitia festival di Turki sudah kita terima dan September (2022) ini acaranya, cuman untuk tanggal kegiatan, kita akan baru diinfokan besok. Sebelum ke Turki kita tampil dulu di Unhas dan di depan kantor Kementerian Pariwisata di Jakarta," bebernya.

Fathur menyebut lagu Islami yang akan dibawakan nantinya seperti Ya Rasulullah, Dzuqtu Walalan Atokhollah, Mutiara Khatulistiwa dan Perdamaian. Sementara khusus lagu daerah dari Sulbar, yaitu Oh Mamuju, Pulau Karampuang dan Tengga-tengga Lopi. Semua lagu yang dibawakan diiringi musik marawis.

Sementara tiga kain tenus khas Sulbar juga akan dipakai dalam penampilan grup marawis. Misalnya, Kain Sekomandi Kalumpang Mamuju, Sutra Mandar dan Kain tenun khas Mamasa.

"Yang beda dari penampilan kita ini karena kita mengusung 4 tema. Di antaranya Islamic, milenial, modern dan etnik. Makanya ada lagu daerah, kain tenun daerah sama alat musik yang ditambahkan seperti seruling, gitar, keke (alat tiup kecil) dan katto-katto (alat musik tradisional yang dipukul)," bebernya.

Fathur menyebut anggaran ke 15 personel dan 5 pembina yang berangkat ke Turki nantinya dibantu oleh Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju.

"Kita juga dibantu dari pemprov dan pemkab untuk biaya keberangkatan. Disana (Turki) kita akan tampil di Istanbul, Ankara, Cappodocia dan Kota tua," papa Fathur.

Pihaknya berharap dengan penampilan grupnya di Turki bisa mengenalkan Indonesia terkhusus budaya Sulawesi Barat. Sehingga ke depan banyak yang mengunjungi provinsi Sulbar di Indonesia itu. Tidak lupa juga ia meminta dukungan dan doa kepada Warga Sulbar.

"Saya punya harapan besar setelah di Turki, grup marawis ini bisa tampil di Jerman dan Belanda. Karena sebelumnya juga kita sempat diagendakan tampil di Malaysia dan Thailand 2021 lalu, cuman karena COVID jadi akhirnya dibatalkan," pungkasnya.



Simak Video "Dampak Dahsyatnya Gempa Turki Berkekuatan M 7,8"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)