Keseruan Tradisi Mangatti di Mamasa, Berburu Ikan dengan Tangan Kosong

Sulawesi Barat

Keseruan Tradisi Mangatti di Mamasa, Berburu Ikan dengan Tangan Kosong

Abdy Febriady - detikSulsel
Minggu, 28 Agu 2022 17:01 WIB
Tradisi Mangatti di Mamasa
Tradisi Mangatti di Mamasa (Foto: Abdy Febriady)
Mamasa -

Warga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) memiliki tradisi unik menangkap ikan di sawah dengan tangan kosong. Tradisi ini dinamakan tradisi Mangatti.

Tradisi ini biasanya digelar usai musim panen padi. Dimulai dengan aktivitas menguras terlebih dahulu air di sawah. Setelah air terkuras maka masyarakat turun ramai-ramai menangkap ikan di sawah berlumpur untuk dibawa pulang ke rumah.

"Ini proses penangkapan ikan setiap habis panen, saat kolam (sawah) mulai dikeringkan," kata Sekretaris Bumdes Desa Tondok Bakaru, Paulus kepada wartawan, Sabtu (27/8/2022).


Tradisi Mangatti di MamasaTradisi Mangatti di Mamasa (Foto: Abdy Febriady)

Salah satu desa yang masih melestarikan tradisi Mangatti ini adalah masyarakat di Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa. Pada Sabtu (27/8), warga setempat terlihat berkumpul untuk melakukan tradisi Mangatti.

Paulus menyebut, umumnya tradisi Magatti ini dilakukan secara perorangan, namun kali ini masyarakat desa Tondok Bakaru melakukannya secara massal. Ratusan warga berkumpul dalam sepetak sawah untuk menangkap ikan.

"Biasanya proses menangkap ikan dilakukan perorangan, tapi kali ini secara massal," ungkap Paulus.

Menurut Paulus, aktivitas berburu ikan dalam tradisi mangatti kali ini sengaja melibatkan banyak warga. Selain sebagai wujud syukur kepada sang pencipta, juga untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia.

"Ini juga dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 77. Masyarakat sangat antusias dan terhibur menyaksikan ini," ujarnya.

Aktivitas berburu ikan ini tidak hanya diikuti kaum pria, para perempuan turut terlibat menangkap ikan di sawah. Meski harus bergelut dalam sawah berlumpur, tidak menyurutkan semangat warga untuk terus menangkap ikan.

"Agenda menangkap ikan massal ini merupakan kegiatan paling seru yang saya ikuti, karena pertama kalinya buat saya," ujar salah seorang warga, Wilma Ela sembari menunjukkan seekor ikan mas hasil tangkapannya.

Meski harus bergelut dalam lumpur, Wilma mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini karena dia bisa membawa pulang ikan hasil tangkapannya secara gratis. Menurut Wilma, diperlukan teknik khusus agar bisa menangkap ikan dengan tangan kosong.

"Tangkapnya pakai tangan kosong, tapi ada tekniknya. Rencana mau lanjut lagi, baru dapat satu ekor ikan," tutupnya.

Sawah yang dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan tradisi Mangatti merupakan lahan milik warga setempat. Diperkirakan ada ratusan ekor ikan mas berusia beberapa bulan yang menjadi rebutan warga untuk ditangkap dan dibawa pulang.



Simak Video "Tanah Longsor Tutup Akses Jalan di Mamasa, Puluhan Kendaraan Tertahan"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/tau)