Makna Baju Adat Bangka Belitung yang Dipakai Jokowi di Sidang Tahunan MPR

Berita Nasional

Makna Baju Adat Bangka Belitung yang Dipakai Jokowi di Sidang Tahunan MPR

Tim detikNews - detikSulsel
Selasa, 16 Agu 2022 12:37 WIB
Presiden Joko Widodo telah tiba di gedung DPR/MPR untuk menyampaikan pidato kenegaraan, Selasa (16/8/2022). Jokowi hadir dengan mengenakan baju adat Bangka Belitung.
Jokowi Pakai Baju Adat dari Bangka Belitung (Foto: Rengga Sencaya)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat memakai baju adat Paksian dari Bangka Belitung saat menghadiri sidang tahunan MPR 2022. Pemilihan baju adat ini ternyata menyimpan makna khusus.

Dilansir dari detikNews, Sekretaris Pribadi Presiden Jokowi Anggit Nugroho menjelaskan Jokowi ingin menyampaikan pesan kerukunan menjelang tahun politik dengan mengenakan baju adat tersebut.

"Pesan kerukunan, kedamaian itu mungkin yang Presiden ingin sampaikan dengan baju adat Paksian dari Bangka Belitung, sehubungan dengan makin dekatnya pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2024. Itu disimbolkan dari motif baju Pucuk Rebung yang bermakna kerukunan dan warna hijau yang menyiratkan kesejukan dan ketenangan," ujar Anggit.


Selain itu, pemilihan warna hijau juga berkaitan dengan upaya transformasi Indonesia yang kerap disampaikan Presiden Jokowi akhir-akhir ini.

"Soal hijau-hijau ini juga nyambung dengan kerapnya Presiden Jokowi akhir-akhir ini bicara soal upaya Indonesia bertransformasi menuju ekonomi hijau, produk hijau, energi hijau, teknologi hijau, industri hijau yang saat ini telah menjadi trend global," kata Anggit.

Anggit turut menceritakan pemilihan baju adat yang dipakai Jokowi di sidang tahunan MPR tersebut. Awalnya Jokowi meminta Anggit Nugroho untuk menyiapkan baju adat yang akan dipakai pada pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2022 dan upacara HUT RI pada 17 Agustus 2022.

"Dikumpulkanlah baju-baju adat dari daerah-daerah yang belum pernah dikenakan Presiden. Dari sekian banyak busana adat tersebut diseleksi hingga tinggal 3 buah," ujar Anggit.

Dari tiga baju yang diseleksi tersebut, Jokowi memilih baju adat Paksian dari Bangka Belitung untuk dikenakan pada sidang tahunan MPR. Baju adat Paksian ini aslinya berwarna merah, namun kini telah menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan selera pemakainya.

"Untuk tanggal 16 Presiden memilih baju adat Paksian dari Bangka Belitung. Baju ini terdiri dari jubah panjang sebatas betis, celana panjang, selempang dan kain tenun cual khas Bangka. Sedangkan untuk penutup kepala dipakaikan sungkon. Pada baju terdapat ornamen hiasan bermotif Pucuk Rebung. Sebenarnya warna asli baju adat Ini berwarna merah, namun selaras dengan perkembangan zaman warna baju menyesuaikan selera pemakainya," ujar Anggit.

Anggit menjelaskan baju adat Paksian yang digunakan Jokowi diperoleh dari perajin lokal di Bangka Belitung. Butuh waktu sekitar 3 hari untuk merampungkan pengerjaan baju tersebut sebelum dikirim ke Jakarta.

"Baju adat ini diperoleh langsung dari perajin lokal di Bangka Belitung. Pihak Sespri menyampaikan ukuran baju dan celana Presiden, mereka yang menjahit dan menyiapkan baju beserta aksesorisnya dalam waktu sekitar 3 hari," ujar Anggit.

Sementara itu, busana yang digunakan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo tidak disiapkan secara khusus oleh sekretaris pribadi. Busana yang digunakan Iriana untuk menghadiri sidang tahunan MPR hari ini disiapkan sendiri olehnya.

"Dari mulai desain, pemilihan bahan hingga menjadi baju siap pakai," ujar Iriana.



Simak Video "Mengenal Baju Adat Paksian yang Dikenakan Jokowi di Sidang Tahunan MPR"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/alk)