CEO Deltras Buka Suara Usai Dituduh Jadi Otak di Balik Liga 2 Berhenti

CEO Deltras Buka Suara Usai Dituduh Jadi Otak di Balik Liga 2 Berhenti

Suparno - detikJatim
Selasa, 24 Jan 2023 21:45 WIB
sekretaris Asprov PSSI Jatim Amir Burhanuddin
Amir Burhanuddin, CEO Deltras FC Sidoarjo membantah tudingan jadi otak di balik Liga 2 dan 3 dihentikan (Foto File: Amir Baihaqi/detikJatim)
Sidoarjo -

Amir Burhanuddin, CEO Deltras FC buka suara setelah ramai dituding jadi aktor utama Liga 2 dihentikan. Amir membantah dan menyebut tudingan itu ngawur.

"Tidak benar sama sekali, ngawur sekali statement-nya itu" kata Amir kepada detikJatim, Selasa (24/1/2023).

Amir menambahkan tudingan dari sejumlah petinggi klub Liga 2 tak bertanggung jawab. Karena PT LIB telah memberikan klarifikasi. Ia pun mengimbau agar orang-orang yang menudingnya instropeksi diri.

"Tidak benar sama sekali tuduhan tersebut, dan beberapa waktu lalu PT LIB sudah memberikan klarifikasi dan di meeting sore ini di Jakarta PT LIB juga sudah memberikan klarifikasi yang sama. Saya sarankan yang memberikan tuduhan bertabayyun," terang Amir.

Amir juga menepis tuduhan sebagai 'ketua kelas' dalam pertemuan bertajuk 'Owner Club Meeting' tersebut digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Pertemuan itu dimaksudkan untuk membicarakan kelanjutan Liga 2. Pertemuan ini digelar pada 14 Desember 2022.

"Kami juga membantah dikatakan sebagai ketua kelas. Sebutan Itu juga sebutannya mereka sendiri. Kami tidak pernah meminta untuk dipanggil sebagai ketua kelas. Yang jelas semua tidak benar, itu semuanya fitnah," tandas Amir.

Sebelumnya,para petinggi klub Liga 2 2022 buka suara setelah kompetisi dihentikan. Mereka ramai-ramai menuding aktor di balik Liga 2 berhenti adalah Amir Burhanuddin yang kini menjabat Ketua Komite Pemilihan (KP) PSSI.

Penghentian Liga 2 2022 berawal saat PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan pengurus PSSI menggelar pertemuan dengan petinggi 20 klub Liga 2 PADA 14 Desember 2022. Acara bertajuk 'Owner Club Meeting' tersebut digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Pertemuan itu dimaksudkan untuk membicarakan kelanjutan Liga 2.

Seusai pertemuan, beredar di media sosial lembar pernyataan yang telah ditandatangani oleh mayoritas peserta rapat yang menyatakan sepakat diberhentikannya Liga 2. Namun, belakangan, beberapa orang mengaku tanda tangannya sengaja dipalsukan.

Dilansir detikX, beberapa petinggi klub yang hadir saat itu membenarkan ada tindakan manipulasi dalam proses tanda tangan tersebut. Selain itu, diduga ada upaya pemberian suap Rp 15 juta bagi petinggi klub yang setuju Liga 2 dihentikan.



Simak Video "PSSI Hentikan Liga 2 dan 3, Netizen RI Murka!"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)