Siswi SMP Sukoharjo Dibunuh Usai Kencan Online, Polisi Cari Sosok Muncikari

Siswi SMP Sukoharjo Dibunuh Usai Kencan Online, Polisi Cari Sosok Muncikari

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Rabu, 25 Jan 2023 21:01 WIB
Polres Sukoharjo pers rilis kasus pembunuhan siswi SMP, Rabu (25/1/2023).
Polres Sukoharjo pers rilis kasus pembunuhan siswi SMP, Rabu (25/1/2023). (Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)
Sukoharjo -

Polisi mendalami terkait prostitusi online yang diduga melatarbelakangi pembunuhan sadis siswi SMP kelas IX, warga Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Polisi mencari keterlibatan muncikari mengingat korban yang masih berusia sangat muda, yakni 14 tahun.

Polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap siswi SMP itu. Pelaku bernama Nanang Tri Hartanto (21) ditangkap kurang dari 24 jam, setelah dia melakukan aksi pembunuhannya.

Namun penyelidikan polisi tak berhenti di situ. Polisi mendalami soal korban yang masih di bawah umur namun sudah terlibat dalam prostitusi online.


Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, pihak akan mendalami apakah ada keterlibatan pihak lain, sehingga korban yang masih SMP itu sudah berkecimpung di dunia prostitusi.

"Kita akan kembangkan, kita akan perdalam di pemeriksaan. Apakah yang bersangkutan ini individu, artinya dari laki-laki langsung ke wanita. Atau ada yang menyediakan jasa tersebut (muncikari)," kata Wahyu saat konferensi pers di Mapolres Sukoharjo, Rabu (25/1/2023).

Dugaan praktik prostitusi itu tak lepas dari keterangan salah satu saksi yang sempat mengantar korban ke sebuah hotel di Kartasura untuk bertemu pelaku. Saksi yang mengantar korban itupun langsung pergi meninggalkan korban dan pelaku di hotel tersebut.

"Saksi juga akan kita perdalam lagi, apakah cuma mengantarkan atau juga menikmati hasil itu," ucapnya.

Kapolres mengatakan, jika ketahuan ada muncikari, Maka bisa dikenakan pidana. "Kalau ada yang menyediakan jasa semacam muncikari, itu bisa kita kenakan pidana," pungkasnya.



Simak Video "Bocah 8 Tahun di Semarang Jadi Korban Penculikan"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ahr)