Pembunuh Siswi SMP Sukoharjo Sehari-hari Jadi Manusia Silver di Kartasura

Pembunuh Siswi SMP Sukoharjo Sehari-hari Jadi Manusia Silver di Kartasura

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Rabu, 25 Jan 2023 20:29 WIB
Nanang Tri Hartanto, pelaku pembunuhan siswi SMP di Sukoharjo saat dihadirkan dalam pers rilis Polres Sukoharjo, Rabu (25/1/2023).
Nanang Tri Hartanto, pelaku pembunuhan siswi SMP di Sukoharjo saat dihadirkan dalam pers rilis Polres Sukoharjo, Rabu (25/1/2023). (Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)
Sukoharjo -

Seorang residivis bernama Nanang Tri Hartanto (21), menjadi pelaku pembunuhan keji terhadap siswi SMP kelas IX, warga Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Sehari-harinya, Nanang mengamen dengan menjadi manusia silver.

Pria yang sudah memiliki istri dan seorang anak itu beralamat di Jogja. Namun dia menyewa kamar kos di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

"Pekerjaan saya ngamen, jadi manusia silver. Lokasinya pindah-pindah, lebih sering di Kartasura," kata Nanang saat konferensi pers di Mapolres Sukoharjo, Rabu (25/1/2023).


Dia pisah dengan istrinya, karena menduga sang istri berselingkuh. Bahkan, Nanang juga pernah melakukan kekerasan kepada istrinya.

"Dulu pernah memukul (istri dan anak). Karena kasus perselingkuhan," ujarnya.

Pada Senin (23/1), Nanang memutuskan mencari perempuan untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Melalui aplikasi Michat, Nanang bertemu dengan korban.

Setelah saling berkomunikasi lewat online, keduanya sepakat melakukan hubungan suami istri sebanyak dua kali dengan durasi 1 jam. Keduanya sepakat dengan tarif Rp 600 ribu.

Kencan ini berujung maut. Siswi berusia 14 tahun itu harus tewas di tangan Nanang. Aksi pembunuhan itu dilakukan Nanang di lahan kosong di Kecamatan Grogol.

"Karena tidak sesuai durasi. 1 jam, mintanya 2 kali. Yang kedua belum sampai selesai," ucapnya.

Kini, Nanang harus kembali berurusan dengan hukum. Pada tahun 2020, dia pernah divonis setahun penjara karena melakukan pencurian sepeda motor di Jogja.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, selain melakukan pembunuhan, Nanang juga merampas uang korban.

"Korban dibayar Rp 600 ribu. Tapi yang kedua tidak selesai, waktunya sudah 1 jam. Akhirnya di situlah dia kecewa, muncul niat membunuh dan mengambil lagi uangnya yang sudah dia berikan," kata Wahyu.

Pelaku yang sempat melarikan diri berhasil ditangkap polisi di Sidoharjo, Jawa Timur, pada Selasa (24/1) sekira pukul 17.00 WIB.

"Pasal yang kita terapkan cukup banyak, berlapis, ada Pasal 338, Pasal 339, Pasal 360, Pasal 365 juga karena dia merampas barang korban, kemudian juga terkait perlindungan anak Pasal 80 ayat 3 UURI Nomor 23 tahun 2022, dengan ancaman maksimal seumur hidup, atau pidana mati," pungkasnya.



Simak Video "Bocah 8 Tahun di Semarang Jadi Korban Penculikan"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ahr)