Putri Candrawathi ke Jaksa soal Selingkuh Cuma Bumbu: Menyakitkan!

Nasional

Putri Candrawathi ke Jaksa soal Selingkuh Cuma Bumbu: Menyakitkan!

Tim detikNews - detikJateng
Rabu, 25 Jan 2023 17:12 WIB
Istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, membacakan nota pembelaan atau pleidoi. Begini momennya.
Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo membacakan nota pembelaan atau pleidoi di sidang kasus pembunuhan Yosua. Foto: Ari Saputra
Solo -

Tim pengacara Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo menyerang balik pernyataan jaksa yang menyebut Putri Candrawathi berselingkuh dengan Brigadir N Yosua Hutabarat. Disebutkan pernyataan jaksa itu asumsi yang sangat menyakitkan.

Hal itu disampaikan dalam sidang beragenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan hari ini.

Mulanya, anggota tim pengacara Putri, Sarmauli Simangunsong menyebut jaksa penuntut umum (JPU) berasumsi terkait perselingkuhan antara Putri dan Yosua. Sarmauli menyebut jaksa juga berasumsi seolah pernyataan Putri terkait pelecehan seksual itu hanya skenario.


"Penuntut umum berasumsi dalam surat tuntutannya yang pada pokoknya menyatakan bahwa jawaban terdakwa yang mengatakan tidak berselingkuh dengan korban adalah berbohong, sehingga seolah-olah fakta adanya kekerasan seksual terhadap terdakwa bukanlah peristiwa yang sebenarnya dan bagian skenario dari terdakwa untuk menutupi kejadian sebenarnya," kata Sarmauli saat sidang, Rabu (25/1/2023) dilansir detikNews.

Sarmauli lalu menyinggung pernyataan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana pada 9 Januari lalu yang menyebut isu perselingkuhan itu hanyalah bumbu dan tidak akan dibuktikan di persidangan. Sarmauli menyebut dicantumkannya isu perselingkuhan di tuntutan itu tidak masuk akal dan asumsi yang sangat menyakitkan.

"Meskipun tidak ditulis secara eksplisit dalam surat tuntutan a quo, namun terdapat pernyataan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum pada konferensi Pers di gedung Jampidum Kejagung, hari Kamis tanggal 9 Januari 2022 yang pada pokoknya menyatakan bahwa 'isu perselingkuhan hanyalah bumbu dan tidak akan dibuktikan penuntut umum dalam perkara a quo', " kata Sarmauli.

"Kami sangat menyayangkan dicantumkannya isu perselingkuhan dalam surat tuntutan a quo ataupun surat tuntutan terdakwa lainnya (saksi Kuat Ma'ruf). Rantai besi dimakan bubuk, tuduhan tidak masuk akal yang disampaikan penuntut umum tidak sesuai pada fakta dan hanya berdasarkan asumsi jelas sangat menyakitkan dan berdampak sangat buruk kepada terdakwa, anak-anak dan keluarga terdakwa," sambungnya.

Sarmauli menyebut pernyataan jaksa soal perselingkuhan itu hanya bersandar pada hasil pemeriksaan poligraf. Sedangkan, kata Sarmauli, hasil poligraf itu cacat hukum dan proses pelaksanaannya dilakukan pada saat kondisi psikologis dan emosi Putri sedang terguncang.

Sebelumnya, jaksa sempat menyinggung urusan perselingkuhan antara ajudan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Brigadir N Yosua Hutabarat, dan istri Sambo, Putri Candrawathi, saat membacakan tuntutan Kuat Ma'ruf pada Senin (16/1). Namun, urusan Putri berselingkuh dengan Yosua itu tidak muncul di tuntutan Sambo dan Eliezer.

Dalam analisisnya, jaksa meyakini tak ada pelecehan terhadap Putri oleh Yosua. Jaksa meyakini peristiwa di rumah Magelang yang diklaim Putri sebagai pelecehan ialah perselingkuhan.

Selengkapnya di halaman selanjutnya.