Lukas Enembe Minta Jadi Tahanan Kota, Ini Alasannya

Nasional

Lukas Enembe Minta Jadi Tahanan Kota, Ini Alasannya

Tim detikNews - detikJateng
Selasa, 24 Jan 2023 15:03 WIB
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe (tengah, berkursi roda) menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (17/1/2023). KPK menunda pemeriksaan Lukas Enembe sebagai saksi untuk tersangka Rijatono Lakka (RL) dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Provinsi Papua karena kondisi kesehatan Lukas menurun.
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe (tengah, berkursi roda) menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (17/1/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara
Solo -

Tim hukum dan advokasi Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe mengajukan permohonan pengalihan status penahanan Lukas Enembe menjadi tahanan kota ke KPK. Pengacara Lukas Enembe menyebut kliennya menderita komplikasi penyakit.

"Bapak Lukas Enembe menderita komplikasi empat penyakit, mulai stroke, hipertensi, diabetes melitus, dan gagal ginjal kronis lima, yang membuatnya harus dirawat intensif dan dibantu orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-hari," ujar ketua tim litigasi THAGP, Petrus Bala Pattyona, dalam keterangannya, Selasa (24/1/2023) dilansir detikNews.

Petrus mengatakan surat permohonan itu diajukan demi kemanusiaan. Dia berharap KPK mengalihkan status penahanan Lukas Enembe menjadi tahanan kota agar mempermudah perawatan.


"Agar Bapak Ketua KPK memerintahkan penyidik untuk melakukan pengalihan tahanan dari tahanan Rutan KPK menjadi tahanan kota di Jakarta, dalam rangka keluarga dan dokter pribadi melakukan perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Atau agar Bapak Ketua KPK memerintahkan penyidik untuk melakukan perawatan di RSPAD di bawah perawatan dan pengawasan dokter-dokter RSPAD dan dokter pribadi, tanpa pembatasan bagi keluarga, dan dokter pribadi untuk bersama Bapak Lukas Enembe demi memberi semangat dalam rangka pemulihan," jelasnya.

"Atau mengizinkan keluarga, terutama istri dan anak-anak, selalu mendampingi Bapak Lukas Enembe dengan tetap mematuhi syarat-syarat pendampingan yang ditetapkan dokter dan pihak RSPAD," sambungnya.

Petrus mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan penjamin keluarga. Menurutnya, kondisi Lukas Enembe yang tengah sakit dapat memperlambat proses penyidikan.

"Dan oleh karenanya agar dapat dialihkan jenis penahanannya, dengan maksud agar lebih leluasa mendapat perawatan dari tim medis dan keluarga," katanya.

Lebih lanjut Petrus mengatakan, jika permohonan disetujui, Lukas Enembe akan dirawat oleh keluarga dan dokter pribadinya. Menurutnya, perawatan oleh keluarga dapat membantu penyembuhan penyakit Lukas Enembe.

"Dan dari masukan dokter pribadinya, penderita stroke seperti Bapak Lukas Enembe akan lebih bahagia bila bertemu dan dirawat dengan keluarga dekatnya. Jadi sangat membantu bila dirawat keluarga dan dokter pribadinya," imbuh Petrus.

detikcom sudah berusaha menghubungi pihak KPK. Namun sampai berita ini diterbitkan, belum ada jawabannya.

KPK Tangkap Lukas Enembe

Sebelumnya, KPK menangkap Gubernur Papua, Lukas Enembe. Lukas ditangkap di salah satu rumah makan di Papua pada 10 Januari lalu. Setelahnya dia diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

KPK resmi mengumumkan Lukas Enembe sebagai tersangka di kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji pembangunan infrastruktur di Papua. KPK juga menetapkan Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP) Rijatono Lakka sebagai tersangka.



Simak Video "Klaim Pengacara Vs Pernyataan KPK soal Kondisi Lukas Enembe"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)