Nangis Baca Pleidoi, Bripka Ricky Ngaku Tak Pernah Tahu Rencana Bunuh Yosua

Nangis Baca Pleidoi, Bripka Ricky Ngaku Tak Pernah Tahu Rencana Bunuh Yosua

Tim detikNews - detikJateng
Selasa, 24 Jan 2023 14:21 WIB
Bripka Ricky Rizal menjalani sidang tuntutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat. Ricky tampak tenang sebelum menjalani sidang.
Bripka Ricky Rizal. Foto: A.Prasetia/detikcom
Solo -

Bripka Ricky Rizal menangis saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) atas tuntutan 8 tahun penjara dari jaksa dalam kasus pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat. Mantan ajudan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo itu menyatakan tak pernah tahu rencana pembunuhan tersebut.

"Tidak pernah terbayangkan sedikitpun ada kejadian pada malam hari 7 Juli 2022 di rumah Magelang yang selanjutnya membuat saya dituduh melakukan bentuk perbuatan melawan hukum sehingga membuat saya harus duduk di sini di hadapan Yang Mulia Majelis Hakim untuk membacakan nota pembelaan/pleidoi pada hari ini. Pengamanan senjata api dianggap oleh Penuntut Umum sebagai bagian dari perencanaan pembunuhan terhadap almarhum Nopriansyah Yosua Hutabarat," kata Ricky sambil menangis di Pengadilan Negeri Jaksel, Selasa (24/1/2023), dikutip dari detikNews.

"Dengan tegas saya sampaikan bahwa saya tidak pernah tahu ada rencana pembunuhan apalagi dianggap sebagai bagian dalam rencana tersebut," imbuh Ricky.


Ricky menjelaskan alasan dirinya mengamankan senjata karena mengetahui keributan antara Yosua dengan Kuat Ma'ruf. Menurutnya, tindakan mengamankan senjata itu dilakukan karena dirinya sebagai senior sehingga punya tanggung jawab besar.

"Saya sebagai seorang anggota Polri, sebagai senior, dan sebagai yang dituakan melakukan tindakan mengamankan senjata api sebagai bentuk antisipasi dan mitigasi resiko terjadinya keributan kembali di antara mereka," ucap Ricky.

"Upaya pengamanan terhadap pisau yang dipakai juga sudah saya lakukan malam itu dan tindakan pengamanan senjata api sudah saya sampaikan langsung terhadap Almarhum Nopriansyah Yosua Hutabarat," sambung dia.

Menurut Ricky, tuntutan jaksa yang menyebut dirinya berperan mengawasi Yosua itu tidak berdasar dan tidak didukung bukti. Ricky menyatakan tidak pernah 'mengawasi' Yosua.

"Dalam berkas surat tuntutan selalu disampaikan bahwa almarhum Nopriansyah Yosua Hutabarat harus selalu diawasi dan dikawal sejak awal berangkat dari Magelang ke Jakarta, pada saat berhenti di rest area dan rumah Duren Tiga. Tetapi dalam berkas surat tuntutan tidak pernah menyebutkan perintah pengawasan dan pengawalan disampaikan oleh siapa kepada siapa, serta kapan perintah itu disampaikan," katanya.

"Saya tidak pernah sedikitpun selalu memperhatikan gerak-gerik atau keberadaan almarhum Nopriansyah Yosua Hutabarat," lanjut Ricky.

Ricky juga menangis saat menceritakan sosok ayah dan ibunya. "Usia beliau sudah lanjut, hadapi ujian sangat berat," ucap Ricky sambil menangis.

Seperti diketahui Ricky Rizal dituntut 8 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua. Jaksa meyakini dia terlibat dalam perencanaan pembunuhan Yosua bersama Ferdy Sambo, Richard Eliezer, Putri Candrawathi, dan Kuat Ma'ruf.

Ricky diyakini jaksa melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.



Simak Video "Ada Duit Rp 200 Juta Pindah dari Rekening Yosua Usai Penembakan"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/apl)