Batalkan Nikah Usai Ibu Dicemooh Keluarga Besan, Pria Ini Digugat Rp 3 M

Regional

Batalkan Nikah Usai Ibu Dicemooh Keluarga Besan, Pria Ini Digugat Rp 3 M

Tim detikJatim - detikJateng
Selasa, 24 Jan 2023 13:07 WIB
Adi Suganda (23) dan penasihat hukumnya Hari Muzahidin
Adi Suganda (23) dan penasihat hukumnya Hari Muzahidin. Foto: M Rofiq
Solo -

Seorang calon pengantin pria bernama Adi Suganda atau Ganda digugat Rp 3 miliar usai membatalkan pernikahannya dengan Aurilia Putri Chriystin. Pembatalan pernikahan itu dilakukan usai ibunya dicemooh keluarga mempelai putri.

Dilansir detikJatim, Selasa (24/1/2023), ibu kandung Ganda meminta putranya membatalkan pernikahannya dengan Aurilia Putri Chriystin (20). Ganda pun digugat ganti rugi Rp 3 miliar oleh Putri di Pengadilan Negeri Kota Probolinggo.

Ganda mengaku membatalkan pernikahannya karena ibunya dicemooh dengan ucapan yang tak pantas oleh orang tua Putri. Yakni, ibunya dibilang agar melacur untuk menyumbang biaya resepsi pernikahan.


Hal itu diakui oleh ibu Ganda, Desi Ika Budiawati (44). Menurut Desi, dia juga mendapat perkataan lain dari ayah Putri.

"Selain emosi dengan perkataan 'nyenuk' (melacur) untuk membantu biaya resepsi nikah, ayah Putri bilang 'dilanjut aja dulu nikahnya, nanti 1 atau 2 hari cerai tidak apa-apa'," kata Desi kepada detikJatim.

Menurut Desi, pernyataan ayah Putri itu menunjukkan bahwa pernikahan hanyalah main-main. "Ini bikin saya tambah marah. Berarti pernikahan anaknya dibikin main-main atau bohongan," ujarnya.

Sebelumnya, Desi mengklarifikasi pernyataan Putri melalui penasihat hukumnya bahwa Ganda telah melanggar perjanjian lisan tidak berhubungan intim sebelum menikah.

Meski tidak membenarkan perbuatan itu, Desi mengatakan hubungan intim itu atas dasar suka sama suka. Apalagi Putri dan Ganda sudah sama-sama dewasa dan memang berencana menikah.

"Zaman sekarang, banyak anak muda sudah berani melakukan hubungan intim meski tidak ada ikatan nikah," ujarnya.

Desi menambahkan, Ganda sering bertemu Putri dan kerap membantu ibu Putri berjualan mi ayam. "Keduanya tidak bisa menahan hawa nafsu, intinya suka sama suka. Dan orang tua tidak pernah menyuruh anaknya melakukan hal seperti itu" imbuh Desi.

Melalui penasihat hukumnya Mulyono, Putri menyatakan Ganda yang memaksa Putri berhubungan intim sebelum mereka resmi menikah. Setelah itu Ganda membatalkan rencana pernikahan secara sepihak.

"Tergugat Adi Suganda dan orang tuanya sudah melanggar perjanjian untuk tidak melakukan hubungan seksual sebelum nikah resmi, dan karena tergugat telah menggagalkan pernikahan itu secara sepihak," kata Mulyono, Jumat (20/1), dikutip dari detikJatim.

Menurut detikJatim, Ganda dan Putri merupakan tetangga. Rumah mereka hanya terpaut jarak sekitar 150 meter. Pernikahan keduanya telah kandas. Meski demikian, resepsi nikah yang sudah siap tetap digelar.

Kini, Ganda yang membatalkan rencana pernikahan itu di KUA secara sepihak harus menghadapi gugatan Putri di PN Kota Probolinggo. Perkara itu bergulir hingga sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Sidang replik akan digelar 26 Januari di ruang sidang utama PN Kota Probolinggo.



Simak Video "Pilu Wanita Magetan Menikah Tanpa Mempelai Pria"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/ams)