Pria Gunungkidul Cabuli Bocah SD, Polisi: Bisa Dijerat UU Perlindungan Anak

Pria Gunungkidul Cabuli Bocah SD, Polisi: Bisa Dijerat UU Perlindungan Anak

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Sabtu, 21 Jan 2023 15:39 WIB
Ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Edi Wahyono/detikcom
Gunungkidul -

Polisi Gunungkidul melanjutkan pemeriksaan terhadap pelaku yang membawa kabur bocah SD dan memperkosanya berkali-kali. Hasilnya, pelaku berinisial FJS (19) bakal dikenakan Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Dari hasil pemeriksaan terakhir, pelaku mengakui telah melakukan hubungan badan dengan korban," kata Kanit Reskrim Polsek Patuk AKP Sony Yuniawan kepada detikJateng, Sabtu (21/1/2023).

Oleh sebab itu, Sony tengah berkoordinasi dengan Unit PPA terkait penanganan kasus tersebut. Semua itu untuk menentukan perlu tidaknya pasal lain terkait kasus tersebut.


"Karena itu, selain Pasal 332 KUHP tidak menutup kemungkinan pelaku juga kita kenakan UU Perlindungan Anak," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap FJS (19), warga Kalurahan Karangduwet, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul usai membawa kabur bocah SD yang dikenalnya dari media sosial (medos). Selain membawa kabur, FJS juga memperkosa korban berkali-kali.

"Nah, hari Minggu (15/1) itu korban dijemput kenalannya dari medsos jam 4 pagi. Saat dijemput itu korban tidak pamit kalau mau pergi," ungkap Sony.

Selanjutnya, kata Sony, korban dan FJS main ke kawasan Pantai Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Tak berhenti di situ, keduanya memutuskan untuk menyewa kamar di salah satu losmen kawasan Parangtritis.

"Keduanya main ke pantai Parangtritis, dan mampir losmen. Lalu setengah 8 malam korban diantar pulang tapi dicegat warga, karena korban ini masih kelas 6 SD," ucapnya.

Lebih lanjut, keduanya sempat menjalani dua kali mediasi. Namun, orang tua korban tidak terima dan melaporkan FJS ke Polsek Patuk. Polisi pun akhirnya memanggil FJS dan berlanjut dengan penahanan.

Atas perbuatannya, FJS disangkakan Pasal 332 ayat 1 KUHP tentang membawa lari anak yang belum dewasa tanpa sepengetahuan orangtua. Pasalnya dari pengakuan FJS, keduanya melakukan hubungan badan tanpa ada paksaan.

"Untuk ancaman hukumannya 7 tahun penjara," ujarnya.



Simak Video "Detik-detik Penangkapan Pengusaha Semarang yang Ngaku Diperas Jaksa"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/aku)