Cerita Keistimewaan Masjid Morodemak, Peninggalan Utusan Sunan Kalijaga

Cerita Keistimewaan Masjid Morodemak, Peninggalan Utusan Sunan Kalijaga

Mochamad Saifudin - detikJateng
Kamis, 26 Jan 2023 10:55 WIB
Masjid Baitul Atiq di Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Demak, Jawa Tengah, Rabu (25/1/2023).
Masjid Baitul 'Atiq di Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Demak, Jawa Tengah, Rabu (25/1/2023). Foto: Mochamad Saifudin/detikJateng
Demak -

Masjid Baitul 'Atiq di Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Demak, Jawa Tengah dipercaya berdiri sebelum Masjid Agung Demak. Masjid tersebut dibangun oleh Sunan Barmawi yang populer disebut Sunan Mumbul.

Tokoh Masyarakat Desa Morodemak, Murtadlo (72) mengatakan pendirian masjid tersebut ditandai dengan populernya cerita Sunan Barmawi saat diperintah Sunan Kalijaga untuk mencari tali di wilayah tersebut untuk mengerek saka tatal atau tiang kayu penyangga Masjid Agung Demak.

Cerita Sunan Barmawi

Dalam misinya mencari tali itu, Sunan Barmawi diceritakan sudah membangun masjid berupa welit atau dinding dan atap dari ilalang.


"Ternyata (Sunan Barmwi) hanya dapat tali sak depo (sekitar 1,5 meter). Kemudian Sunan Kalijaga marah. 'Karepmu piye dikongkon wong tuwo kon golekke tali kok malah terus sak depo ki piye. Terus dijawab, Kanjeng sunan sak depo menawi cukup geh cukup'. (Bagaimana maksudmu, diperintah orang tua mencarikan tali kok dapatnya cuma 1,5 meter. Lalu dijawab, Kanjeng Sunan walau 1,5 meter kalau cukup ya cukup)," kata Murtadlo saat ditemui di rumahnya, Rabu (25/1/2023).

Ajaibnya, setelah saka tatal itu dikerek, talinya masih tersisa lebih dari satu depa.

"Ternyata setelah mengerek saka tatal, ternyata (talinya) masih lebih sak depo (satu depa). Akhirnya Sunan Barmawi terus mumbul (loncat terbang), sampai sekarang tidak tahu keberadaannya. Terus dinamakan Sunan Mumbul," cerita Murtadlo.

Menurut Murtadlo, Masjid Baitul 'Atiq dibangun sekitar tahun 1467. Sedangkan Masjid Agung Demak dibangun tahun 1479. Selama enam abad lebih, bangunan masjid yang diyakini peninggalan Sunan Mumbul itu sudah mengalami beberapa kali perubahan.

"(Menurut) Orang Batu-Karangtengah yang nyantri di Tulungagung, konon kataya Sunan Mumbul masih ada di sana. Namanya Ahmad siapa gitu, itu bilang kalau Masjid Morodemak dibangun pada tahun 1467, kalau Masjid Agung Demak tahun 1479. Iya, duluan Masjid Morodemak," ujar Murtadlo.

Tetenger Desa Morodemak

Masjid Baitul 'Atiq hingga kini menjadi tetenger atau penanda Desa Morodemak. Banyak peninggalan sejarah di masjid itu yang hingga kini masih terawat, seperti sumur keramat, beduk, mimbar, dan mustaka masjid.

Bahkan masjid tersebut pernah menjadi satu-satunya masjid di wilayah tridesa pesisir Kecamatan Bonang (Morodemak, Purworejo, Margolinduk), sebelum adanya pemekaran wilayah.

Keistimewaan Masjid Morodemak ada di halaman selanjutnya.