Asal Muasal Kodok Beracun yang Kini Ramai-ramai Dibunuh di Australia

Asal Muasal Kodok Beracun yang Kini Ramai-ramai Dibunuh di Australia

Tim detikINET - detikJateng
Kamis, 26 Jan 2023 07:32 WIB
Kodok tebu di Australia
Kodok tebu di Australia. Foto: Getty Images
Solo -

Populasi kodok tebu di Australia meledak dan kini menjadi teror. Menengok ke belakang, kodok dengan nama ilmiah Rhinella marina ini dulunya sengaja didatangkan ke Australia untuk membasmi kumbang.

Dilansir detikINET, petani tebu di Australia pada tahun 1930-an minta bantuan pemerintah untuk membasmi kumbang dan serangga yang merongrong tanamannya. Didatangkanlah kodok tebudari benua Amerika yang kemudian dikembangbiakkan dan dilepas ke alam liar.

Jumlahnya menjadi tak terkendali karena tak ada predator alami dan begitu cepat berkembang biak.


Diestimasi saat ini, ada sekitar 2 miliar kodok tebu di negara itu yang menjadi hama. Kodok tebu juga menyebar cepat di area lain seperti Florida, Hawaii, Filipina, Karibia dan lainnya.

Ramai-ramai Bunuh Kodok Tebu

Kodok tebu (Rhinella marina) telah menjadi hama meresahkan di Australia. Bahkan warga diminta membantu untuk membasminya, tapi dengan cara sedemikian agar mereka tidak sampai menderita.

Akan tetapi hewan ini begitu cepat berkembang biak dan tak punya predator alami di Australia, terlebih kulitnya beracun.

"Kodok tebu sangat beracun bagi spesies asli, sehingga tiap hewan yang coba memakan mereka kemungkinan besar akan mati. Masalah lain adalah kodok tebu nafsu makannya sangat besar, sehingga mereka memakan semua sumber makanan, tak ada yang tersedia untuk spesies asli kita," kata Emily Vincen, pakar spesies invasif.

Panduan Membunuh Kodok Tebu

Lembaga Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals atau RSCPA memberikan panduan untuk membunuh kodok ini dengan 'manusiawi'. Caranya salah satunya dengan memanfaatkan lemari es. Berikut panduan mereka pada penduduk Australia seperti dilihat dari situs resminya, Rabu (25/1/2023):

Mendinginkan lalu membekukan

Studi telah menunjukkan bahwa metode ini mungkin lebih 'manusiawi' daripada metode lain. Tempatkan kodok dalam kantong plastik atau wadah di lemari es pada suhu 4 derajat C selama 12 jam. Kemudian setelah memastikan kodok tidak bergerak, pindahkan ke freezer (suhu -20 derajat C) setidaknya 24 jam untuk membunuh kodok itu tanpa rasa sakit.

Memakai bahan kimia Eugenol

Bahan kimia ini dioleskan sebagai semprotan ke kulit kodok, di bagian belakang yang mudah diakses, yang kemudian akan diserap, menyebabkan kodok mengeras, lalu tidak sadarkan diri dalam beberapa menit. Metode ini relatif cepat. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak ada iritasi kulit, rasa sakit, atau pendarahan internal.

Sarung tangan harus selalu dipakai saat menangani kodok. Kodok harus dipastikan mati sebelum dibuang.



Simak Video "Penampakan Kodok Raksasa di Australia yang Disuntik Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)