5 Fakta Pulangnya Pria Klaten Kabur 25 Tahun gegara Takut Sunat

Round-Up

5 Fakta Pulangnya Pria Klaten Kabur 25 Tahun gegara Takut Sunat

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 26 Jan 2023 07:00 WIB
Ilustrasi Orang Hilang
Ilustrasi orang hilang. 5 Fakta Pulangnya Pria Klaten Kabur 25 Tahun gegara Takut Sunat. Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Klaten -

Seorang warga Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, bernama A (38) pulang ke rumah setelah 25 tahun menghilang. Dia kabur dari rumah saat masih kanak-kanak karena takut disunat.

Pulangnya A yang menghilang selama lebih dari dua dasawarsa ini disambut bahagia oleh keluarganya. Selama ini, keluarga telah berusaha mencarinya, namun tidak pernah ketemu.

Berikut ini beberapa fakta terkait pulangnya warga Klaten yang sudah 25 tahun menghilang itu.


1. Pergi Sejak Masih SD

A pergi dari rumahnya saat masih kanak-kanak. Dia memilih kabur lantaran takut akan disunat.

"Dari asesmen dan cek keluarga, yang bersangkutan itu pergi sejak duduk di kelas 1 SD. Konon karena trauma mau disunat," ungkap Koordinasi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Klaten, Joko Prayitno, kepada detikJateng, Rabu (25/1/2023).

Sejak saat itu keluarga tidak pernah mendengar kabar beritanya. Mereka sudah berusaha mencari namun tidak ketemu.

2. Pergi Bersama Tetangga Dusun

Saat pergi meninggalkan rumah, A tidak sendirian. Dia pergi dengan salah satu temannya yang tinggal di dusun tetangga.

Namun, A tidak terlihat saat tetangganya itu pulang ke rumah. Mengetahui hal tersebut, keluarga berusaha mencarinya.

"Perginya sama anak sini, katanya ke Stasiun Balapan, Solo. Anak itu pulang tapi adik saya tidak pulang, kita cari ke Solo ke Jogja dan sekitarnya tidak ketemu," kata kakak kandung A yang bernama D (45).

3. Tinggal di Pasar

Ternyata, A yang dicari-cari keluarganya justru kabur hingga sampai di Pasar Kepek, Sewon, Kabupaten Bantul. Dia akhirnya tinggal di pasar tersebut dan dirawat oleh para pedagang.

"Saat datang kondisinya sehat, tubuhnya kecil. Dulu pakai seragam pramuka," tutur Sumiarsih (65), pedagang Pasar Kepek yang mengantarkan A pulang ke rumahnya di Kecamatan Polanharjo, Rabu (25/1/2023).

Selama tinggal di Pasar Kepek, A selalu membantu pedagang dan perilakunya jujur. Hal itu membuat pedagang ikhlas merawat A.

"Semua orang sepasar merawat A, ngopeni. Dia itu orangnya jujur dan tidak pernah mencuri, dikasih uang atau makan kadang tidak mau," papar Sumiarsih.

Fakta selanjutnya baca halaman berikutnya.