Ratusan Sapi di Purworejo Terinfeksi LSD, 6 Pedet Mati

Ratusan Sapi di Purworejo Terinfeksi LSD, 6 Pedet Mati

Rinto Heksantoro - detikJateng
Rabu, 25 Jan 2023 15:51 WIB
Petugas Dinas Pertanian, Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo memberikan suntikan terhadap sapi yang terpapar LSD, Rabu (25/1/2023).
Petugas DPPKP Purworejo memberikan suntikan terhadap sapi yang terpapar LSD, Rabu (25/1/2023). Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng
Purworejo -

Ratusan ekor sapi di Purworejo, Jawa Tengah, terjangkit penyakit lumpy skin disease (LSD). Enam ekor pedet atau anak sapi dilaporkan mati.

Petugas kesehatan hewan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo, Hasan Sujatmoko mengatakan LSD merupakan jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh virus. Di Purworejo dilaporkan sekitar 200 sapi terjangkit.

"Untuk jumlah belum tahu pasti karena ini mudah menyebar. Sampai saat ini yang terjangkit sudah ratusan antara 150 sampai 200-an," kata Hasan saat ditemui detikJateng usai menyuntik sapi di Desa Karangmulyo, Rabu (25/1/2023).


Saat ini pihaknya hanya bisa melakukan upaya pengobatan terhadap ternak yang terlanjur terinfeksi virus. Sebab pihaknya saat ini tidak memiliki stok vaksin LSD.

"Kita kasih disinfektan, untuk yang disuntikkan ini kan penyebabnya virus, yang kita suntikkan vitamin, ini harus. Terus kita kasih antidemam, antibengkak atau radangnya itu. Kalau ada luka kita kasih antibiotik terus antiparasit," ujarnya.

Dia menjelaskan, pada dasarnya sapi yang terkena LSD memiliki peluang yang sangat besar untuk bisa sembuh. Hanya saja virus ini cukup berbahaya jika menginfeksi anak sapi.

"Ada beberapa ekor yang lumpuh. Yang mati ada sekitar 6 ekor pedet," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DPPKP Purworejo, Hadi Sadsila mengimbau masyarakat tetap waspada namun tidak perlu panik dengan LSD karena pihaknya sudah menurunkan tim ke lapangan untuk penanganan secara maksimal. Warga juga diminta untuk segera lapor kepada petugas jika menemukan kasus LSD.

"Kami turunkan tim dokter hewan dan medik veteriner. Kami minta masyarakat tetap waspada terhadap perkembangan penyakit baru ini. Segera lapor kalau ada kasus ternak bergejala. Tingkatkan kebersihan lingkungan terutama kandang," ucapnya.

"Jangan panik, perlakukan penanganan ternak dengan baik karena dari kasus sakit dan diobati ternyata bisa membaik, tapi perlu ketelatenan dan kasih sayang dari peternak. Berikan asupan makanan yang bergizi kepada ternak," sambungnya.

Salah satu warga, Triono (52) mengungkapkan dua ekor sapi miliknya mulai terjangkit LSD tiga pekan lalu. Ia pun tak bisa berbuat banyak selain menunggu penanganan dari petugas dan mengoleskan salep kulit seadanya ke sapi yang terjangkit.

"Awalnya bentol-bentol kecil sekitar tiga minggu lalu, tapi belum sadar kalau kena LSD. Nafsu makan jadi berkurang. Bentolnya mecah sekitar seminggu terus dikasih betadine sama salep. Ini tadi pagi malah ada benjolan baru lagi," ucapnya.



Simak Video "Kata Kementan soal Pengangkutan Sapi yang Viral di Pelabuhan Samarinda"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/rih)