Erosi-Longsor di Mlangsen Blora Tak Lekas Ditangani, Warga Diajak Iuran

Erosi-Longsor di Mlangsen Blora Tak Lekas Ditangani, Warga Diajak Iuran

Achmad Niam Jamil - detikJateng
Rabu, 25 Jan 2023 15:08 WIB
Lokasi tanah longsor di tepi Sungai Lusi, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Rabu (25/1/2023).
Lokasi tanah longsor di tepi Sungai Lusi, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Rabu (25/1/2023). Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng
Blora -

Tanah longsor di Kelurahan Mlangsen RT 09 RW 02, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, terus terjadi akibat tergerus aliran Sungai Lusi. Satu rumah di lokasi terpaksa dirobohkan pemiliknya, sementara dua rumah lainnya terancam longsor. Warga pun diajak iuran untuk penanganan darurat.

"Penanganan daruratnya tadi kita sudah berembuk. Ternyata di DPU ada bahan material yaitu bronjong, karung. Kita tinggal berpikir tenaga kerjanya," kata Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto saat ditemui di lokasi longsor, Rabu (25/1/2023).

"Nanti kita kerja bakti, gotong royong. Tinggal mikir batunya, kita akan iuran bersama-sama untuk penanganan darurat," imbuh Siswanto.


Dia menjelaskan, nilai anggaran untuk penanganan darurat itu sedang dihitung pihak Dinas PUPR. Tak hanya warga setempat, beberapa anggota DPRD Blora juga akan ikut iuran.

"Sekarang baru ditangani DPUPR, akan menghitung dulu, menggambar ini. Batu harganya berapa kebutuhannya. Nanti anggota DPRD akan iuran ditambah warga setempat, karena ini kepentingan bersama. Ayo bareng-bareng untuk penanganan darurat," ujar Siswanto.

Siswanto menambahkan pihaknya juga telah mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana soal penanganan lebih lanjut pada longsor yang disebabkan gerusan aliran Sungai lusi ini.

"Ini sedang diusulkan karena ini wilayah sungai BBWS, kita usulkan ke kantornya Semarang. Kita proses ke sana nanti bersama PUPR," ujar dia.

Salah seorang warga yang rumahnya diambang longsor, Parmin (65) mengatakan tanah terus bergerak. Menurutnya, ada rumah tetangganya yang terancam longsor akhirnya diturunkan gentingnya untuk mengurangi beban.

"Tanah masih gerak, masih longsor, tapi tidak signifikan. Ada sepeda juga jatuh karena longsor. Rumah saya aman, kebetulan ada bambu yang masih berdiri, jadi tidak bergerak. Kalau bambu itu longsor, habis kita," kata Parmin.

Warga lain, Widhi Arisunan mengaku sepakat jika harus iuran untuk penanganan darurat terhadap tanah longsor akibat erosi itu.

"Kalau iuran saya sepakat, soalnya gotong royong bareng-bareng juga untuk menangani ini," ujar Widhi saat dihubungi detikJateng.



Simak Video "Kisah 2 Keluarga Puluhan Tahun Hidup di Hutan Blora "
[Gambas:Video 20detik]
(dil/rih)