Daftar 4 Parpol Siap Sambut Kaesang yang Mau Terjun Politik

Daftar 4 Parpol Siap Sambut Kaesang yang Mau Terjun Politik

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 25 Jan 2023 14:58 WIB
Erina Gudono dan Kaesang Pangarep di Puro Mangkunegaran Solo, Sabtu (21/1/2023).
Kaesang Pangarep dan Erina S Gudono di Puro Mangkunegaran, Solo, Sabtu (21/1/2023). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Kaesang Pangarep disebut tertarik terjun ke dunia politik. Sejumlah partai politik (parpol) menyambut positif ketertarikan putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Berikut respons para elite empat parpol.

PDIP

PDI Perjuangan (PDIP) menanggapi kabar Kaesang Pangarep yang disebut tertarik terjun ke dunia politik. PDIP mengajak Kaesang bergabung menjadi kader.


"Politik bagi anak muda selama ini cenderung dijauhi karena persepsi terhadap politik yang kurang baik di kalangan anak-anak muda. Kalau Mas Kaesang yang tertarik masuk politik saya kira itu prospek bagi dunia politik di kalangan anak-anak muda. Hak siapa pun untuk masuk politik. Dan kalau Mas Kaesang masuk politik justru kita harapkan memberi warna yang baik bagi dunia politik," kata Ketua DPP PDIP Said Abdullah kepada wartawan, Selasa (24/1/2023) dilansir detikNews.

Said mengatakan Kaesang harus berpolitik dan berprestasi seperti sang ayah, Presiden Jokowi. Menurutnya, Kaesang harus berpolitik sebagai panggilan ideologis agar tidak sekadar dikaitkan dengan jaringan keluarganya di pusat kekuasaan.

"Mas Kaesang harus berpolitik dengan berkinerja, berprestasi seperti yang dijalankan oleh Presiden Jokowi. Berpolitik yang memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Berpolitik sebagai panggilan ideologis. Hal ini penting agar tidak terpersepsikan politik semata-mata karena jaringan keluarga Mas Kaesang di pusat kekuasaan," ujarnya.

Said menilai Kaesang memiliki tantangan dalam berkiprah di politik. Dia mengingatkan jangan sampai kiprahnya di politik dianggap karena semata mendapat karpet merah dari keluarganya.

"Tantangan Beliau adalah menunjukkan ke publik, bahwa berpolitiknya bukan karena karpet merah dari Bapak atau Kakaknya, tetapi publik melihat kredibilitas dan potensinya yang besar dalam memberi warna positif di dunia politik. Sehingga rakyat menerimanya bukan karena anak Presiden atau adiknya Wali Kota, tetapi rekam jejak dan potensinya yang sangat baik," ujar Said.

Said pun mengajak Kaesang bergabung ke PDIP. Hal ini, kata Said, agar Kaesang dapat merasakan berproses dari bawah.

"Saya sarankan Mas Kaesang bergabung saja dengan PDI Perjuangan, mendaftar sebagai anggota partai terlebih dahulu. Mengikuti jenjang kaderisasi kepartaian di PDI Perjuangan mulai dari tingkat pratama, madya, hingga utama. Jenjang kaderisasi mulai dari DPC hingga DPD dan DPP agar Beliau mengerti ideologi dan garis perjuangan partai. Langkah ini penting agar Mas Kaesang bisa merasakan berproses dari bawah," kata dia.

PAN

Partai Amanat Nasional (PAN) turut merespons dengan merayu Kaesang jadi kader. Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengajak Kaesang untuk masuk ke PAN.

"Sangat baik jika Mas Kaesang masuk dunia politik. Ini representasi dari kaum milenial dan generasi Z. Dan politik diisi oleh anak muda yang memiliki visi, ide dan gagasan yang kontekstual dengan zamannya," kata Viva, Selasa (24/1) dilansir detikNews.

Viva menyebut ada baiknya Kaesang melabuhkan karier politiknya di PAN. Hal ini agar Kaesang tak satu partai dengan Gibran di PDIP.

"Dan akan sangat baik lagi jika Mas Kaesang menjadi kader PAN saja. Mengapa begitu? Agar jangan 'satu rumah' dengan Mas Gibran supaya nantinya bisa bersaing secara politik," ujar Viva.

Viva menilai keinginan Kaesang terjun ke politik seperti peribahasa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Menurutnya, itu merupakan hal yang wajar dan biasa di politik.

"Artinya keluarga politisi akan melahirkan anak politisi. Keluarga artis akan melahirkan anak artis. Hal itu sesuatu yang wajar dan lumrah saja, darah yang mengalir, budaya dan kebiasaan keluarga yang terbentuk, itu menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan eksistensi seseorang," kata dia.

Halaman selanjutnya, respons Gerindra dan PKB.