Wanita ODGJ Semarang 8 Kali Hamil, Keluarga Bingung-Lapor Dinsos

Wanita ODGJ Semarang 8 Kali Hamil, Keluarga Bingung-Lapor Dinsos

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 25 Jan 2023 11:44 WIB
Poster
Ilustrasi. Foto: Edi Wahyono
Solo -

Kasi Tuna Susila dan Perdagangan Orang (TSPO) Dinas Sosial Semarang, Bambang Sumedi menyebut ada wanita ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) yang diketahui telah hamil delapan kali tanpa tahu siapa yang menghamilinya. Wanita itu berinisial SS (42).

Bambang mengetahui hal itu setelah menerima laporan dari warga bahwa ada wanita ODGJ yang hamil di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Semarang. Orang tua SS disebut sudah kewalahan dengan kehamilan SS.

"Warga itu bingung sehingga dia minta tolong kepada Dinsos untuk diantisipasi, untuk kelahirannya, bahkan untuk penindakan selanjutnya," kata Bambang saat dihubungi, Selasa (24/1/2023).


"Ini hamil yang kedelapan sebenarnya, itu sekarang hamil 8 bulan," imbuh dia.

Bambang menjelaskan, keluarganya selama ini kesulitan menangani SS yang kerap lari jika bertemu orang berbaju dinas seperti PNS. Hal itulah yang membuat keluarganya tak bisa membawa SS untuk diperiksa di puskesmas.

"Sehingga ada kerepotan juga ketika PSM atau keluarganya itu mau ke Puskesmas, itu nggak mau, dia lari," ujar Bambang.

Setelah melakukan asesmen, Bambang mengungkapkan, SS diketahui sudah hamil 8 kali. Kini SS telah memiliki lima orang anak. Bambang belum mendapat https://www.detik.com//jateng/berita/d-6533270/wanita-odgj-semarang-8-kali-hamil-keluarga-bingung-lapor-dinsos tentang siapa yang menghamili SS. Bambang hanya punya data siapa yang merawat anak-anak SS.

"Tidak tahu yang menghamili siapa," kata Bambang.

Bambang menjelaskan, di Semarang SS memang tinggal sendirian di rumah. Rumah SS tak jauh dari rumah keluarga besarnya yang tergolong masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.

"Dia memiliki rumah, sendirian dia, karena di situ kan keluarga besar ya. Untuk makannya dia dikasih sama saudaranya," jelas Bambang.

Saat asesmen yang dilakukan pekan lalu, Bambang bersama pemilik yayasan di Bekasi yang kebetulan sedang mengurus ODGJ yang hendak dipulangkan ke Semarang. Hingga pemilik yayasan itu menawarkan untuk memberi perawatan sementara termasuk mengurus kelahiran anak dari SS di Bekasi.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/sip)