Jokowi Ungkap Sederet Bukti Tak Ada Resesi Seks di Indonesia

Nasional

Jokowi Ungkap Sederet Bukti Tak Ada Resesi Seks di Indonesia

Tim detikHealth - detikJateng
Rabu, 25 Jan 2023 11:35 WIB
Solo -

Resesi seks di sejumlah negara di Asia menjadi sorotan karena mengakibatkan penurunan demografi. Meski begitu, Indonesia justru mengalami pertumbuhan penduduk di angka 2,1.

Dilansir detikHealth, Rabu (25/1/2023), pertumbuhan ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat acara Rakernas Program Banggakencana dan Penurunan Stunting Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN). Jokowi mengungkap sebanyak 2 juta warga menikah dan yang hamil sebanyak 4,8 juta.

"Masih tumbuh 2,1, ini bagus," ucap Jokowi di Jakarta Timur.


"Pertumbuhan kita di angka 2,1 dan yang nikah 2 juta, yang hamil, 4,8 juta. Artinya di Indonesia tidak ada resesi seks," sambungnya lagi.


Sebelumnya diberitakan, sejumlah negara, salah satunya China dikabarkan mengalami resesi seks. China bahkan mencatat rekor terendah angka kelahiran sepanjang masa yakni 1,8 pada 2020.

Menurut Data Biro Statistik Nasional China akhir tahun 2022, jumlah populasi turun 850 ribu dibandingkan tahun sebelumnya. Pemicu menyusutnya populasi di China ini karena adanya ketidakseimbangan jumlah laki-laki dan perempuan. Disebutkan pada beberapa kelompok umur, ada lebih dari 11 laki-laki untuk setiap 10 perempuan.

Hal ini menunjukkan bahwa satu dari setiap 11 laki-laki akan berjuang untuk menemukan pasangan pada usia yang sama. Faktor lainnya diduga karena meningkatnya biaya hidup dan banyak orang yang menunda menikah di kemudian hari, hingga ada yang memilih tidak memiliki anak.

(ams/sip)