Trik Licik Wowon Jadikan Istri Marketing Penipuan Penggandaan Uang

Trik Licik Wowon Jadikan Istri Marketing Penipuan Penggandaan Uang

Ikbal Selamet - detikJabar
Rabu, 25 Jan 2023 13:31 WIB
Potongan video Wowon makan liwet bareng tetangga usai bunuh istri dan anak tiri.
Potongan video Wowon makan liwet bareng tetangga usai bunuh istri dan anak tiri (Foto: Istimewa).
Cianjur -

Wowon (60) kerap menjadikan istri-istrinya sebagai marketing praktik penipuan berkedok penggandaan uang. Namun beberapa kali Wowon turun langsung untuk mengajak tetangga di lingkungan tempat tinggalnya agar mau menggandakan uang.

Syarif (33), anak dari korban Halimah mengatakan setelah menikah dengan Wowon, ibunya sempat menawarkan investasi penggandaan uang. Namun dia menolak, sebab Syarif lebih memilih membuka usaha jika memiliki uang.

"Pernah menawarkan untuk investasi katanya, menggandakan uang. Tapi tidak menyebutkan ke siapanya. Untuk nominalnya bebas, tapi kalau sampai jutaan saya bilang ke ibu lebih baik dijadikan modal daripada investasi tidak jelas," kata Syarif, Rabu (25/1/2023).


Dia menuturkan ibunya diduga sudah menyetorkan uang untuk digandakan, sebab setelah kematian sang ibu, dirinya mendapati ada selembar kwitansi penyetoran uang sebesar Rp9.250.000.

"Itu uang hasil jual rumah. Ibu saya jual rumah Rp 30 juta. Yang Rp 10 juta dipegang saya, Rp 10 juta diberikan ke Dede (salah satu pelaku), dan Rp 9,25 juta tidak tahu diberikan kepada siapa tapi ada kwitansi penerimaan," ujar Syarif.

Selain itu, Wowon juga pernah turun langsung menawarkan penggandaan uang kepada tetangga kontrakannya.

Susilawati (44), warga Kecamatan Haurwangi, mengatakan Wowon menjadi tetangganya selama 7 bulan pada 2021 lalu.

Saat mengontrak, Wowon pernah menawarkan kepadanya pengadaan uang. Susilawati diminta menyediakan uang Rp 30 juta yang nantinya akan dimasukan pada suatu tempat.

Tempat penyimpan uang itu diminta untuk tidak dibuka selama 1 tahun agar bisa berlipat ganda.

"Iya katanya bisa melipat gandakan uang. Dimintanya siapin uang Rp 30 juta. Nanti bisa menjadi berkali-kali lipat katanya. Batas waktunya setahun setelah uang disimpan," kata Susilawati.

Namun Susilawati menolak praktik penggandaan uang itu karena tidak percaya dengan hal mistis yang dapat menggandakan uang. "Ah saya mah realistis saja, mau uang ya kerja atau usaha. Tidak percaya dengan yang mistis," ujar dia.

Di sisi lain, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, mengatakan Wowon serial killer di Bekasi dan Cianjur melakukan penipuan dan menghimpun dana dari sejumlah tenaga kerja wanita (TKW) dengan sistem multi level marketing (MLM).

"Kemudian juga sistemnya ini adalah seperti MLM. Ini yang sedang kami telusuri betul," kata Hengki.

Hengki menuturkan salah seorang korban, Siti diminta untuk mengajak temannya mentransfer uang kepada Wowon cs. Wowon cs mengiming-iming para korbannya kesuksesan.

"Maksudnya seperti ini, mereka ada downline-downline, jadi dari si Siti misalnya, ini mengajak temannya lagi supaya mengirim yang ke ini supaya bisa digandakan dan sebagainya. Jadi seperti MLM," ujarnya.

Hengki menuturkan Ai Maemunah yang merupakan istri keenam Wowon dan juga korban dalam kasus serial killer ini berperan merekrut para TKW.

"Salah satunya adalah almarhumah Maemunah. Salah satu yang ikut merekrut TKW-TKW untuk ikut mengirim uang yang akan digandakan oleh para tersangka," kata dia.

Wowon cs pun meyakinkan para TKW korbannya dengan menunjukkan rumah dan mobil hasil bisnis penggandaan uang. Nyatanya, rumah dan mobil itu bukan milik Wowon.

"Untuk meyakinkan daripada saudara-saudara kita TKW ini untuk mengirimkan uang terus ke tersangka ini. Ada salah satu yang datang kepada Wowon ditunjukkan 'ini rumahnya, ini mobilnya'. Setelah ditelusuri, itu adalah mobil dan rumah milik orang lain. Tapi untuk meyakinkan supaya korban tetap mengirimkan uang," jelasnya.

(mso/mso)