Aksi Tutup Mata Mahasiswa Kawal Kasus Eks Ketua DPRD Jabar

Aksi Tutup Mata Mahasiswa Kawal Kasus Eks Ketua DPRD Jabar

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 24 Jan 2023 17:51 WIB
Aksi mahasiswa kawal sidang Eks Ketua DPRD Jabar di PN Bale Bandung, Selasa (24/1/2023).
Aksi mahasiswa kawal sidang Eks Ketua DPRD Jabar di PN Bale Bandung, Selasa (24/1/2023). (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Kabupaten Bandung -

Sejumlah massa dari Aliansi Mahasiswa (Alma) Jawa Barat melakukan aksi tutup mata di depan Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Aksi tersebut dilakukan guna mengawal kasus dugaan penipuan dan penggelapan SPBU, dengan terdakwa Irfan Suryanagara.

Pantauan detikJabar, massa berkumpul dengan berbagai atributnya di depan PN Bale Bandung pada Selasa (24/1/2023). Mereka membawa sejumlah poster tuntutan bagi PN Bale Bandung.

Puluhan massa tersebut terdengar terus meneriakan berbagai tuntutannya. Di tengah aksi, terdapat lima mahasiswa lainnya yang berdiri di depan massa aksi dengan keadaan mata tertutup kain hitam.


Koordinator aksi Alma Jabar, Muhamad Ari, mengatakan aksi tutup mata tersebut dilakukan sebagai simbol dari teman-teman mahasiswa. Menurutnya sikap PN Bale Bandung dalam menangani kasus Irfan Suryanagara tidak sesuai dengan kenyataan.

"Aksi menutup mata ini, menunjukan sikap PN Bale Bandung yang kami lihat, seakan menutup mata, atas kasus yang ada yang menjerat mantan ketua DPRD Jawa Barat hari ini, yakni Irfan Suryanagara," ujar Ari.

Pihaknya menjelaskan seharusnya kasus tersebut tidak ada intervensi dari pihak lain. Sehingga sidang berjalan dengan sesuai.

"Meski dia mantan ketua DPRD, seharusnya dapat disikapi sebagaimana umumnya masyarakat biasa karena dia pun adalah masyarakat indonesia," katanya.

"Kami melihat terkait keadaan di PN Bale Bandung, di mana banyak yang janggal dan ada sikap menutup mata dari pihak PN Bale Bandung. Seorang yang pernah menjabat sebagai wakil rakyat ini, sekan diperlakukan ekslusif, kami meminta PN Bale Bandung bersikap seadil-adilnya," kata dia menambahkan.

Dia meminta dalam agenda tuntutan pada esok hari bisa berjalan dengan adil. Dia meminta agar terdakwa Irfan Suryanagara bisa dituntut dengan sesuai.

"Kemudian Irfan Suryanagara ini dapat diberikan sanksi sebagaimana mestinya, sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini. Kemudian kami minta kerugian yang menjadi kerugian korban dapat dikembalikan dengan seutuhnya," ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara PN Bale Bandung, Syihabudin, menjelaskan dalam kesempatan tersebut telah melakukan pencatatan terhadap tuntutan massa aksi mahasiswa tersebut. Menurutnya hal tersebut akan menjadi perhatian PN Bale Bandung.

"Kami menjamin bahwa Pengadilan Negeri Bale Bandung, atau majelis hakim yang menangani perkara terdakwa, yang disampaikan, akan mengadili dengan seadil-adilnya. Memeriksa perkara secara berimbang dan memutus secara adil, juga berdasar," tegasnya.

Syihabudin mempersilakan mahasiswa guna mengawasi jalannya persidangan tersebut. Dia juga mempersilakan mahasiswa untuk melapor bila ada kekeliruan. Dia memastikan hakim akan memutus perkara tersebut dengan adil

"Setiap putusan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Begitu selesai sidang akan langsung diteruskan ke sistem https://www.detik.com//jabar/hukum-dan-kriminal/d-6532067/aksi-tutup-mata-mahasiswa-kawal-kasus-eks-ketua-dprd-jabar berkas perkara dan dalam waktu segera, semua bisa mengakses keputusannya. Silahkan ketika nanti putusan ditetapkan, saudara-saudara semua, bisa mengaksesnya," bebernya.

"Perlu kami sampaikan, di sini putusan pengadilan yang pertama dan masih upaya untuk banding dan kasasi dan seterusnya," tambahnya.

Sementara itu, Kapolresta Bandung, Kombes Kusworo Wibowo mengatakan pihaknya menyebar personel untuk pengamanan. Sebanyak 100 personel dilibatkan.

"Kami sebagai aparat menjamin adanya kegiatan penyampaian aspirasi di muka umum yang aman tertib kondusif, tidak ada yang melakukan anarkis tak ada yang merugikan masyarakat sekitar, dan mengganggu jalannya persidangan," ucap Kusworo.



Simak Video "Duduk Perkara Nenek Dilaporkan Keluarga Usai Cucunya Dicabuli Paman"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)