Ada Bangunan di Atas Trotoar, Warga Layangkan Gugatan ke Pengadilan

Kota Bandung

Ada Bangunan di Atas Trotoar, Warga Layangkan Gugatan ke Pengadilan

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 24 Jan 2023 17:20 WIB
Ilustrasi hukum
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tolimir)
Bandung -

Warga Bandung bernama Norman Miguna kesal lantaran ada bangunan berdiri di atas trotoar. Kekesalan Norman berujung gugatan terhadap warga dan Pemkot Bandung ke Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Norman menggugat seorang warga berinisial HS yang diduga mendirikan bangunan di atas trotoar yang berada di kawasan Sukajadi, Kota Bandung tersebut. Bukan hanya warga, Norman juga menggugat Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipta Bintar) Kota Bandung. Norman menggugat dinas lantaran dinilai tak tegas dalam menegakkan aturan.

Kuasa hukum penggugat, Tomson Panjaitan mengatakan, gugatan tersebut dilayangkan karena kliennya merasa kesal. Tergugat berinisial HS pun dinilai telah menyalahi aturan karena mendirikan bangunan di trotoar yang mestinya diperuntukkan bagi pejalan kaki.


"Itu jalan, kok bisa dimiliki orang, apa sumbangsih dia kepada negara sehingga dia bisa mengambil diduga tanah negara jadi hak milik," kata Tomson kepada wartawan, Selasa (24/1/2023).

Dia menuturkan di lahan dengan luas 100 meter di Jalan Surya Sumantri, Kecamatan Sukajadi, tersebut sama sekali tak boleh berdiri bangunan sebagaimana tertuang di dalam surat yang dikeluarkan oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Pemkot Bandung Nomor HK 09.01/349/Diciptabintar/I/.

Dengan didasarkan surat itu, kata Tomson, bangunan yang didirikan oleh HS sempat disegel oleh Pemkot Bandung pada bulan Januari 2022 lalu. Namun, tak berselang lama, segel kembali dibuka Pemkot Bandung dengan alasan kemanusiaan sebab terdapat sejumlah orang yang mencari nafkah di sana.

"Saat ini bangunan itu digunakan sebagai tempat makan, jadi kami dapat https://www.detik.com//jabar/hukum-dan-kriminal/d-6531995/ada-bangunan-di-atas-trotoar-warga-layangkan-gugatan-ke-pengadilan dari Dinas Tata ruang itu tidak izin dan menyalahi aturan, itu melanggar Perda juga," tuturnya.

Di sisi lain, bangunan itu juga mengganggu akses masuk ke rumah kliennya. Adapun rumah Norman berada tepat di belakang bangunan itu.

"Terdakwa ini merasa pemilik tanah, yang kita duga itu tanah negara dan sampai saat ini pun tanah itu milik orang lain," katanya.

Akibat hal itu, lanjut Tomson, kliennya merasa terganggu karena kendaraan tak bisa masuk ke dalam area rumah. Bahkan, dia menyebut kliennya harus jalan merunduk ketika hendak masuk. Dikarenakan merasa terganggu, kliennya terpaksa pindah untuk sementara waktu dari rumah itu.

"Rumah korban tidak bisa digunakan, karena memang satu meter tinggi akses masuknya, bagaimana bisa lewat kendaraan?," tambahnya.

Respons Pemkot Bandung

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Bangunan Gedung, Dinas Ciptabintar Kota Bandung Irwan Hernawan membenarkan perihal tersebut. Dia menyebut, kasus ini tengah dalam proses peradilan.

"Kasus itu saat ini tengah dalam proses di pengadilan. Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas Cipta Bintar sedang beracara menjadi tergugat satu," kata Irwan kepada wartawan, Selasa (24/1/2023).

Menurutnya, gugatan yang dilayangkan kepada instansinya bukan dalam konteks sengketa lahan. Penggugat menilai Dinas Cipta Bintar lalai dalam melakukan pengawasan dan penegakan aturan, karena membiarkan pelanggaran terjadi.

Sebelum gugatan dilayangkan, pihaknya sempat menindak sebuah bangunan Kafe di jalan Surya Sumantri tersebut setahun lalu (26 Januari 2022). Penindakan itu pun berdasarkan laporan pengaduan dari penggugat, yang protes karena akses masuk ke lahan miliknya yang terletak di belakang bangunan tersebut menjadi terhalang.

Tidak lama setelah tindakan penyegelan, pemilik bangunan melalui kuasa hukumnya meminta segel yang dipasang untuk segera dicabut dengan alasan sedang berproses hukum.

"Sehingga kami dalam hal ini Cipta Bintar, belum melakukan tindakan, kami menunggu dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan," ungkapnya.



Simak Video "Alasan Habib Bahar bin Smith Divonis 6 Bulan Bui"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/dir)