Kisah Pilu Siti TKW Garut Korban Wowon 'Serial Killer'

Kisah Pilu Siti TKW Garut Korban Wowon 'Serial Killer'

Hakim Ghani - detikJabar
Selasa, 24 Jan 2023 16:39 WIB
Polisi bawa jasad Siti korban Wowon Cs dari makam di Garut, Selasa (24/1/2023).
Polisi bawa jasad Siti korban Wowon Cs. (Foto: Hakim Ghani/detikJabar)
Garut -

Hidup Siti Fatimah berakhir mengenaskan. Dia merantau dari Garut menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi. Namun ia pulang tinggal nama usai dibunuh Wowon Cs.

Siti menjadi satu dari sembilan korban pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon cs. Perempuan berusia 32 tahun itu meregang nyawa usai dibunuh di Perairan Bali, dalam perjalanannya menuju Mataram.

Sekitar tahun 2018, Siti diketahui berangkat menjadi TKW di Arab Saudi. Keadaan ekonomi memaksanya berangkat mencari nafkah untuk anaknya.


Siti diketahui berstatus janda anak dua. Usai ditinggal cerai suaminya, Siti terpaksa harus bekerja. Menjadi TKW adalah jalan yang dipilihnya. Bertahun-tahun mengumpulkan uang untuk kehidupan yang lebih baik di kampung halaman.

Tapi malang tak bisa ditolak. Diduga kuat, Siti tergoda ajakan Wowon Cs yang mengajaknya berinvestasi. Entah apa yang jadi pemikatnya, menurut keluarga, memang Siti berbisnis dengan Wowon cs.

"Hubungannya hanya bisnis saja yang investasi bodong itu," kata Dadan Wandiansyah, perwakilan keluarga kepada detikJabar, Selasa (24/1/2023).

Dadan menjelaskan Siti dizalimi. Uang yang dikumpulkan untuk keluarga malah dirampas Wowon cs lewat modus penggandaan uang yang kini diselidiki polisi.

Entah apa yang terjadi, Wowon kemudian tega membunuh Siti. Hal itu terjadi beberapa bulan usai kepulangan Siti ke Indonesia di tahun 2021. Tewasnya Siti saat itu, sempat dianggap janggal oleh keluarga.

Tapi, akhirnya keluarga mengikhlaskan dan menganggap kejadian itu hanya musibah. Meski begitu, keadilan diharapkan ditegakkan.

"Keadilan untuk kerabat kami harus ditegakkan. Kami berharap polisi bisa menangkap kasus ini seterang-terangnya," katanya.

Di kalangan masyarakat Kampung Rancabadak, Pakenjeng, Siti dikenal sebagai pribadi yang baik. Dia merupakan ibu bertanggungjawab bagi dua anaknya yang masih kecil.

"Orangnya baik. Kalau saya tidak terlalu tahu perkembangannya sebelum meninggal. Tau-tau pulang ke kampung lagi sudah jadi mayat," ucap Eeng (43) tetangga Siti di Kampung Rancabadak.

(yum/orb)