Cabuli Bocah di Tasikmalaya, 3 Buruh Bangunan Ditangkap Polisi

Cabuli Bocah di Tasikmalaya, 3 Buruh Bangunan Ditangkap Polisi

Faizal Amiruddin - detikJabar
Selasa, 24 Jan 2023 16:28 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi (Foto: Andhika Akbarayansyah/detikcom).
Tasikmalaya -

Tiga orang buruh bangunan warga Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya dicokok polisi. Ketiga pemuda ini diduga telah mencabuli seorang gadis di bawah umur. Sebelum melancarkan aksinya, ketiga pelaku juga mencekok korban dengan pil hexymer hingga tak sadarkan diri.

Ironisnya akibat aksi tersebut, korban yang masih berusia 16 tahun sempat tak sadarkan diri hingga beberapa hari akibat pengaruh overdosis obat tersebut.

Paur Humas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Jajang Kurniawan mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (21/1/2023). "Ketiga pelaku sudah diamankan. Penanganan kasus ini juga melibatkan Satnarkoba dan unit PPA Polres Tasikmalaya Kota," kata Jajang.


Dia memaparkan ketiga pelaku merupakan buruh bangunan. Ketiganya diketahui berinisial DS (27), AW (23) dan RS (20) warga Kecamatan Sukaratu.

"Awalnya korban dijemput dari rumahnya oleh RS dan AW, Lalu dibawa ke rumah AW," kata Jajang.

Selanjutnya korban diberi pil hexymer oleh ketiga pelaku. Korban menenggak 7 butir pil yang sebenarnya diproduksi untuk obat penyakit parkinson tersebut.

Over dosis obat pun terjadi pada korban, dia tak sadarkan diri. Saat itulah aksi pencabulan dilakukan oleh ketiga korban yang sama-sama berada di bawah pengaruh pil tersebut. Korban dicium dan diraba-raba organ sensitifnya.

"Dari rumah AW, korban kemudian dibawa ke sebuah rumah kontrakan saudaranya lalu ditinggalkan," kata Jajang. Kondisi tak sadarkan diri dialami korban hingga hari berikutnya, sehingga kejadian itu diketahui oleh orang tua korban.

Tak terima dengan perlakukan yang diterima anaknya, orang tua korban lalu melapor ke polisi. Tak lama berselang ketiga pelaku langsung diciduk.

"Dari tangan pelaku ditemukan barang bukti 16 butir pil hexymer. Mereka mengaku mendapatkan pil itu saat bekerja sebagai buruh bangunan di Jakarta," kata Jajang.

(mso/mso)