Polisi Gerebek Prostitusi Online di Indekos Indramayu

Polisi Gerebek Prostitusi Online di Indekos Indramayu

Sudedi Rasmadi - detikJabar
Selasa, 24 Jan 2023 17:30 WIB
Tersangka perdagangan orang melalui prostitusi online di Indramayu, Selasa (24/1/2023).
Tersangka perdagangan orang melalui prostitusi online di Indramayu. (Foto: Sudedi Rasmadi/detikJabar)
Indramayu -

Polisi membongkar kasus prostitusi online di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sebanyak tiga pelaku yaitu Romiro Lumban Raja (22), Miftahul Firdaus (24) dan MFM (16) ditangkap.

Kapolres Indramayu AKBP. M. Fahri Siregar mengatakan para pelaku ditangkap di indekos yang berada di Kelurahan Kepandean, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Dalam penggerebekan itu, petugas juga mengamankan tiga orang saksi korban asal Bogor yaitu JY (16), MD (30), AA (24) yang dipekerjakan sebagai PSK dan dua orang pelanggan.

"Di kos-kosan daerah Kepandean sering terjadi prostitusi dengan menggunakan jasa aplikasi. Selanjutnya petugas kami menyelidiki dan pada Sabtu (16/1) tersangka diamankan," kata Kapolres Indramayu, AKBP. M. Fahri Siregar, Selasa (24/1/2023).


Modus para pelaku yaitu menggunakan aplikasi kencan. Para tersangka, bertugas operator atau admin bergerak mencari tamu atau pelanggan melalui akun aplikasi kencan.

Setiap admin menggunakan nama akun secara random seperti "SISIL", "KEYSA", "ALENA", "VanyGladys," dengan menampilkan foto PSK atau perempuan lain yang terlihat menarik. Kemudian, admin menulis status open untuk menjaring pelanggan.

Setiap admin membanderol harga PSK sebesar Rp 300.000 sampai Rp 1,5 juta untuk satu kali transaksi. Ketika kesepakatan terjadi, pelanggan diarahkan ke lokasi yang disepakati.

"Rata-rata admin mendapat dua sampai delapan pelanggan setiap harinya, dengan tarif Rp 300 ribu rupiah sampai Rp 1,5 juta," kata Fahri.

Uang yang didapat PSK sebagian dipergunakan untuk membayar kamar kos serta membayar jatah kepada tersangka yang bertugas sebagai admin atau operator. "Tersangka mendapat bagian setiap transaksi sebesar Rp 50 ribu sampai Rp 150 ribu rupiah," jelasnya.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 pack tissue, 3 potong kaos, 4 unit handphone, dan 9 bungkus kondom serta uang.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 2 ayat (2) UU RI No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO).

"Ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama lima belas tahun penjara," pungkas Fahri.

(iqk/iqk)