Pengakuan Pria Perkosa 2 Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur

Kota Bandung

Pengakuan Pria Perkosa 2 Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 24 Jan 2023 14:44 WIB
Pelaku pemerkosaan anak tiri di Bandung.
Pelaku pemerkosaan di Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar).
Bandung -

Seorang pria tega memperkosa dua anak tirinya. Dia bahkan pernah memerkosa dua anak tirinya itu sekaligus.

Berdasarkan pengakuan pelaku yang berinisial MRS (30), melakukan aksinya saat ibu dari kedua korban bekerja.

"Dari anak yang pertama pas SMP, dari 2017," kata MRS kepada wartawan dalam gelar perkara yang dilakukan di Mapolrestabes Bandung, Selasa (24/1/2023).


Pria yang berprofesi sebagai joki skripsi di kawasan Dipatiukur ini mengaku jika ia pernah perkosa kedua korban secara bersamaan. "Pernah sekali," ucapnya.

Kepada wartawan, MRS mengaku tega lakukan aksi bejat itu karena kecewa terhadap istrinya yang diduga telah menduakannya.

"Sakit hati sama istri, sering main sama orang lain," ujarnya.

"Kadang-kadang sampai main ke luar kota," ucap dia menambahkan.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung mengatakan, kedua korban yang merupakan kakak beradik pernah diperkosa secara bersamaan.

"Ada peristiwa yang dilakukan olah satu korban dengan tersangka, ada juga dua-duannya dilakukan bersamaan, jadi bertiga," kata Aswin kepda wartawan.

Aswin berujar, aksi bejat yang dilakukan pelaku di rumahnya di kala istrinya sedang bekerja.

"Masih di rumahnya, ketika istri tersangka keluar dari rumah," ujarnya

Aswin menyebut, jika hasrat tersangka tidak dituruti oleh korban, korban kerap mendapatkan ancaman. Bahkan pelaku tak segan melakukan kekerasan.

"Modus operandi dengan cara memaksa, mengancam dan melakukan kekerasan terhadap korban apabila tidak mengikuti keinginannya," jelasnya.

"Akan diancam, akan dilakukan kekerasan apabila tidak mengikuti keinginan tersangka," terangnya.

Dalam kejadian ini pelaku disangkakan Pasal 81 jo 76 D dan Pasal 82 jo 76 UURI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UURI No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURai No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU dengan ancaman pidana paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

(wip/mso)