Janjikan Kekayaan, Wowon cs Justru Hidup Sengsara

Janjikan Kekayaan, Wowon cs Justru Hidup Sengsara

Ikbal Selamet - detikJabar
Senin, 23 Jan 2023 20:45 WIB
pelaku serial killer
Para pelaku serial killer. (Foto: 20detik)
Cianjur -

Trio 'serial killer' diduga menjalankan praktik penipuan dengan modus penggandaan uang. Namun para tersangka nyatanya hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit. Bahkan salah seorang pelaku hidup dari hasil kerja anak-anak tirinya.

Salsa, anak tiri Wowon, mengatakan, selama ibunya, Ai Halimah, menikah dengan Wowon, uang yang diterima dari Wowon hanya Rp 500 ribu per bulan.

Menurut dia, selama ini Wowon bergantung hidup dari hasil kerja anak-anak tirinya atau kakak Salsa, yang bekerja di konfeksi di Bandung.


"Setahu Salsa, ngasih uang hanya Rp 500 ribu setiap bulannya. Untuk sehari-hari, biaya hidup dari kakak-kakak Salsa yang kemarin jadi korban Pak Wowon," ungkap Salsa, Senin (23/1/2023).

Di sisi lain, Iis (40), istri keempat Wowon, mengatakan setiap bulan Wowon hanya memberikan nafkah Rp 1,5 juta, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari di luar dari biaya sekolah anak dan lainnya.

"Ngasih hanya Rp 1,5 juta. Katanya itu hasil dari bekerja di pabrik beras," kata Iis, belum lama ini.

Dedi (45), kakak ipar Wowon, mengatakan sejak 2005 menikah dengan adiknya, Wowon hidup dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan. Tidak ada kemewahan dalam hidupnya.

Sama halnya dengan Wowon, Solihin, yang juga merupakan paman Dedi, hidup pas-pasan. "Boro-boro hidup mewah, Kang, Wowon sama Solihin ekonominya susah. Tidak beda jauh dengan saya yang sehari-hari memulung. Rumah Wowon juga bukan hasil dari usaha dia, tapi hasil dari adik saya bekerja sebagai TKW," ujar Dedi.

Tak hanya itu, tersangka Dede ternyata juga bergantung hidup pada sang istri, yakni Yani, yang bekerja sebagai TKW di Timur Tengah. Setiap bulan Yani mengirim uang kepada Dede, namun uang tersebut selalu habis.

"Saya sebagai ayahnya sangat kesal, karena selama Yani kerja di luar negeri, uangnya selalu dikirim kepada Dede, tapi tak ada hasilnya. Tidak lama setelah itu Yani telepon, dan ngasih kabar bahwa Dede sudah mengeluarkan talak," ujar Ahal, mertua Dede.

Disebutkan Ahal, uang hasil bekerja Yani selama beberapa tahun di Arab Saudi dikirimkan kepada Dede, lalu diberikan Dede kepada Wowon.

Sementara itu, polisi menyebut praktik penggandaan uang itu terungkap dari kasus kematian Siti, seorang TKW asal Garut, yang dibunuh dengan cara didorong ke laut. Aksi itu tidak dilakukan langsung oleh pelaku. Tapi Siti didorong ke laut oleh Noneng, yang juga merupakan salah satu korban atas perintah Wowon dan Solihin.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga mengatakan awalnya Siti menagih hasil penggandaan uang kepada Wowon dkk. Alih-alih memberikan uang yang dijanjikan, Wowon kemudian malah mengelabui Siti.

"Jadi TKW ini diiming-imingi penggandaan uang oleh Tersangka Solihin alias Duloh. Tetapi Siti dieksekusi oleh Noneng atas perintah Wowon," kata Panjiyoga kepada detikcom, belum lama ini.

(yum/orb)