Cerita Korban Terbuai Bujukan Satpam Nyambi Calo di Samsat Sukabumi

Cerita Korban Terbuai Bujukan Satpam Nyambi Calo di Samsat Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Sabtu, 21 Jan 2023 23:30 WIB
Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi (Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo)
Sukabumi -

Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum satpam Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) berinisial RE di Samsat Kota Sukabumi masih diselidiki polisi. Para korban mengaku tak menduga akan tertipu karena terduga pelaku menggunakan seragam.

Salah satunya TO (40), wanita asal Lembursitu, Kota Sukabumi mengalami kerugian mencapai Rp 6,7 juta. Dia pun menceritakan pengalamannya menjadi korban penipuan calo di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

Awalnya, TO datang ke kantor Samsat yang ada di Jalan Mesjid pada 24 Agustus 2022 untuk mengurus pembayaran pajak, mutasi dan balik nama. Waktu tiba di meja pelayanan https://www.detik.com//jabar/hukum-dan-kriminal/d-6527860/cerita-korban-terbuai-bujukan-satpam-nyambi-calo-di-samsat-sukabumi, pelaku menawarkan diri untuk mengurus berkas tersebut.


"Saya nanya loket pelayanan untuk balik nama, mutasi dan membayar pajak. Kemudian, pelaku bilang untuk mengurus berkas bisa dibantu diselesaikan karena sama aja kata pelaku. Karena saya awam, akhirnya menyepakati dan menyerahkan semua berkasnya," kata TO kepada awak media, Sabtu (21/1/2023).

Singkat cerita, pelaku meminta uang senilai Rp 5,7 juta dan langsung disepakati. Pelaku menjanjikan berkas tersebut dapat selesai dalam kurun waktu satu sampai dua bulan.

"Saya minta kuitansi dan langsung diberikan. Saya juga dikasih surat jalan karena pengurusan berkas paling lama satu sampai dua bulan. Ketika sudah satu bulan saya tanyakan perkembangannya, pelaku minta tambahan biaya Rp 1 juta dengan alasan program pemutihan sudah berakhir," lanjutnya.

Kemudian pada 29 Oktober korban kembali menghubungi pelaku untuk menanyakan perkembangannya. Pelaku, saat itu, langsung mendatangi tempat kerja korban untuk melakukan pengecekan nomor rangka kendaraan.

"Saya mulai curiga saat pelaku menggesek nomor rangka kendaraan. Waktu itu pelaku menggeseknya sambil lihat tutorial dari Youtube," tuturnya.

Selang beberapa waktu, korban mengadukan dugaan penipuan itu melalui akun Instagram resmi Samsat Kota Sukabumi. "Balasan dari Samsat, malah menyuruh saya untuk menemui orang yang bersangkutan. Kok Samsat malah jadi lepas tangan," cetusnya.

Pada 15 Desember 2022, TO kemudian mencoba menghubungi lagi pelaku namun ternyata nomornya sudah tidak aktif. Tanpa pikir panjang, ia langsung mendatangi Kantor Samsat.

"Alhamdulillah berkas masih ada tidak hilang seperti korban lainnya. Akibat kejadian tersebut, saya mengalami kerugian sampai Rp6,7 juta. Kami minta pihak Samsat untuk bertanggungjawab jangan sampai lepas tangan," kata dia.

Dia menuntut agar P3DW yang berada di lingkup Samsat Kota Sukabumi bertanggungjawab dan menyelesaikan berkas para korban. Dia juga mempertanyakan pengawasan dari pihak instansi karena para korban nyatanya mendapat surat jalan yang dibubuhi tandatangan dan cap instansi.

"Kami sebagai masyarakat awam tidak menyangka hal ini akan terjadi karena pelaku berada di meja pelayanan https://www.detik.com//jabar/hukum-dan-kriminal/d-6527860/cerita-korban-terbuai-bujukan-satpam-nyambi-calo-di-samsat-sukabumi. Terus korban kan bukan 1-2 orang tetapi sampai puluhan orang, masa pihak instansi tidak mengendus dari jauh hari. Pengawasan pihak instansi gimana? Harusnya jangan lepas tangan, harus tanggungjawab," ucap TO.

"Karena pelakunya saat ini tidak ada harusnya pihak P3DW jangan lepas tangan karena palaku merupakan pegawai P3DW harusnya instansi bertanggungjawab dan menyelesaikan berkas yang sudah diajuian," sambungnya.

Sekedar diketahui, Kepala P3DW Kota Sukabumi Iwan Juanda mengatakan, tindakan RE itu baru diketahui pada 12 Desember 2022 saat ada masyarakat yang melakukan pengaduan ke kantor Samsat. Pelaku RE sudah bekerja lama dan membuatnya mudah memanfaatkan celah untuk menilap pajak masyarakat. Pihaknya pun disebut menjadi korban atas kejadian dugaan penipuan ini.

"Tupoksi dia sebagai satpam. Jadi kesalahannya itu menyalahgunakan wewenang, menyalahi tupoksinya termasuk penyelewengan ke masyarakat dalam hal penipuan itu," kata Iwan saat ditemui detikJabar, Senin (16/1)

"Kita menilai ini sebagai musibah. Semua unsur itu (pajak, asuransi dan layanan Samsat lainnya) dengan kejadian ini dirugikan, bukannya diminta pertanggungjawaban. Artinya kami pun mengadukan ini sebagai korban," sambungnya.



Simak Video "Duduk Perkara Nenek Dilaporkan Keluarga Usai Cucunya Dicabuli Paman"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)