Keluarga Duga Halimah Jadi Korban Pertama Duloh Serial Killer

Keluarga Duga Halimah Jadi Korban Pertama Duloh Serial Killer

Ikbal Selamet - detikJabar
Sabtu, 21 Jan 2023 17:11 WIB
Eks rumah Wowon dan Halimah di Kampung Sudimampir, Desa Kademangan, Kecamatan Mande Cianjur, Sabtu (21/1/2023).
Eks rumah Wowon dan Halimah di Kampung Sudimampir, Desa Kademangan, Kecamatan Mande Cianjur. (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Halimah ibu dari korban Ai Maimunah ternyata juga tewas dibunuh komplotan pembunuh berantai di Cianjur dan Bekasi, Jawa Barat. Keluarga menduga Halimah merupakan korban pertama, sebab istri dari tersangka Wowon ini meninggal pada 2016 lalu.

Kematian Halimah pun membuat bingung keluarga, sebab korban mengalami penyakit yang dianggap aneh. Misbah (40), adik Halimah, mengatakan kakaknya meninggal pada 23 September 2016 di rumah salah satu anaknya di kawasan Lampegan, Kecamatan Campaka, Cianjur.

Menurut dia, Halimah sempat sakit parah sekitar sebulan sebelum meninggal. Awalnya Halimah mengeluhkan sakit dan dibawa oleh anaknya di Lampegan. "Setelah sembuh, kakak saya kembali lagi ke Cianjur ke rumahnya bersama Wowon. Tapi saat pulang, lagi-lagi Halimah sakit," kata dia, Sabtu (21/1/2023).


Setelah itu, https://www.detik.com//jabar/hukum-dan-kriminal/d-6527782/keluarga-duga-halimah-jadi-korban-pertama-duloh-serial-killernya Halimah dibawa ke Ciranjang oleh seseorang untuk berobat. Bahkan berdasarkan https://www.detik.com//jabar/hukum-dan-kriminal/d-6527782/keluarga-duga-halimah-jadi-korban-pertama-duloh-serial-killer yang didapatnya, Halimah diantar seseorang menggunakan sepeda motor ke rumah keluarga di Ciranjang.

"Katanya diantar ke rumah di Ciranjang bukan oleh Wowon tapi orang lain. Tapi tidak tahu siapa orang itu. Setelahnya diantarkan ke rumah anaknya lagi yang di Lampegan," kata dia.

Misbah mengaku datang ke rumah salah satu anak dari Halimah tiga hari sebelum meninggal. Menurut dia kondisi Halimah cukup mengenaskan, dimana korban terbaring lemas dengan perut membengkak. "Katanya juga ada benjolan di dalam rahimnya. Kencing pun berdarah," kata dia.

Sebelum meninggal, Halimah sempat berujar kepadanya jika Wowon sudah tega membuat dia tersiksa dengan penyakitnya. "Kakak saya bilang si Wowon meni tega (sangat tega), diganggayong kieu (digantung seperti ini). Saya tanya kenapa bilang begitu, jawabnya kemungkinan Wowon yang membuat dia sakit, ditambah lagi Wowin tak pernah sekalipun datang menjenguk, hingga kakak saya meninggal dan dimakamkan juga tidak ada," kata dia.

Syarif (33), anak bungsu Halimah, mengungkapkan ibunya dibawa ke Lampegan sepekan sebelum meninggal. Menurutnya sebelum dibawa ke Lampegan, sang ibu kabarnya dibawa ke Ciranjang. Namun dia tidak mengetahui secara persis apa yang dilakukan ibunya dan kemana ibunya pergi saat di Ciranjang.

"Tahu-tahu sudah di rumah, katanya sebelum ke rumah sempat ke Ciranjang dulu. Apakah bertemu atau berobat alternatif ke Solihun, saya juga tidak tahu persis," kata dia.

Dia mengatakan keluarga mengira ibunya meninggal dengan wajar karena mengalami sakit selama sepekan sebelum meninggal. "Makanya dimakamkan juga secara wajar tidak lapor polisi atau melakukan upaya lainnya. Karena meninggalnya juga di rumah saya, disaksikan oleh keluarga juga," ucap dia.

Syarif mengaku kaget mendapatkan kabar ibunya ternyata menjadi salah satu korban pembunuhan dari Wowon, Solihin, dan Dede. "Jujur saya kaget, kepada polisi pun saya menjelaskan jika ibu saya sempat sakit. Apakah ada penyebab lain meninggalnya saya tidak tahu," kata dia.

"Tapi memang sakitnya sedikit aneh. Bahkan kata ulama di sini disebut jika ibu saya kena guna-guna," tambahnya.

Dia mengatakan jika ibunya merupakan salah satu korban dari pelaku, kemungkinan ibunya merupakan korban pertama. "Kemungkinan yang pertama ibu saya, kemudian yang lainnya. Tapi kepastiannya nanti oleh pihak kepolisian, kabarnya akan dibongkar juga makamnya, yang memantau pembongkaran nanti oleh paman saya, mang Misbah," pungkasnya.

(iqk/iqk)