Tetangga Sempat Cium Bau Bangkai di Rumah Wowon Serial Killer

Tetangga Sempat Cium Bau Bangkai di Rumah Wowon Serial Killer

Ikbal Selamet - detikJabar
Jumat, 20 Jan 2023 20:26 WIB
Penampakan lubang kuburan jenazah korban WWN dan S di Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur
Penampakan lubang kuburan jenazah korban WWN dan S di Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Tetangga mengaku sempat mencium bau bangkai dari sekitaran rumah Wowon (60), serial killer yang membunuh 9 anggota keluarganya. Diduga sumber bau tersebut berasal dari lubang tempat mengubur salah seorang korban pembunuhan berantai Wowon.

Deni Setiawan (40), warga Kampung Babakan Mande, mengatakan sekitar tiga bulan lalu, dirinya menggelar hajatan di rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Wowon.

Saat itu, lanjut dia, bibi dari Deni mencium bau bangkai saat memasak di dapur.


"Bagian dapur kan dekat dengan rumah Wowon, terutama dengan lubang yang ada jenazah. Jadi sempat tercium bau bangkai, dikiranya bangkai kucing atau tikus," ucap Deni, Jumat (20/1/2023).

Demi mengatakan bau bangkai tersebut tercium selama sepekan. Namun baunya semakin memudar setiap harinya.

"Bertahan seminggu baunya, tapi saat itu tidak terlalu curiga, apalagi menyangka itu bangkai mayat. Karena memang sering ada tikus mati, jadi disangkanya bau bangkai hewan," kata dia.

Deni juga mengaku mengetahui saat Wowon menggali tanah di samping rumahnya. Menurut dia, lubang tersebut dibuat untuk septic tank cadangan.

"Lubangnya dibuat sekitar setahun lalu, katanya buat septic tank cadangan. Semua juga tahu ada lubang di sana, karena lama dibiarkan tapi tidak kunjung ditutup," kata dia.

Sandal milik Bayu (2), korban serial killer Wowon cs, menjadi saksi bisu kematiannya. (Istimewa)Sandal milik Bayu (2), korban serial killer Wowon cs, menjadi saksi bisu kematiannya. (Istimewa) Foto: Sandal milik Bayu (2), korban serial killer Wowon cs, menjadi saksi bisu kematiannya. (Istimewa)

Namun, lanjut dia, lubang tersebut tiba-tiba sudah tertutup dalam satu malam. "Terakhir lihat masih ada lubang, besoknya sudah tertutup. Tapi tidak tahu jam berapa ditutupnya," ucap dia.

Dia mengaku kaget di dalam lubang tersebut ternyata dikubur jenazah balita berusia dua tahun yang merupakan korban kekejian Wowon.

"Kaget kang begitu tahu dijadikan tempat kubur mayat. Karena tidak ketahuan kapan di kuburnya, dan lubangnya kapan ditutupnya. Padahal dekat dengan rumah tetangga, kelihatan kalau ada yang melintas," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi menemukan tiga lubang di dua rumah di Kampung Babakan Mande Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur. Dari dua lubang, ditemukan tiga jenazah korban pembunuhan Wowon dan dua tersangka lainnya.

Sedangkan satu lubang lainnya masih kosong dan diduga disiapkan untuk korban selanjutnya.

(yum/yum)