9 Adab Bersedekah, Pastikan Menggunakan Harta yang Halal

9 Adab Bersedekah, Pastikan Menggunakan Harta yang Halal

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 30 Des 2022 16:30 WIB
sedekah
Ilustrasi adab dalam bersedekah Foto: Getty Images/iStockphoto/Heru Anggara
Jakarta - Ada beberapa adab yang harus dilakukan ketika melakukan sedekah. Termasuk salah satu yang wajib adalah memastikan sumber harta yang digunakan untuk sedekah berasal dari harta yang halal.

Bersedekah memiliki banyak keutamaan, Allah SWT bahkan menjamin pahala dan rezeki berlimpah bagi hambanya yang melakukan sedekah dengan hati tulus. Untuk mendapatkan ganjaran terbaik dari Allah SWT ini, maka lakukan sedekah dengan mengikuti adab yang sesuai syariat.

Mengutip buku 100 Kesalahan dalam Sedekah oleh Reza Pahlevi Dalimuthe, dijelaskan beberapa adab yang perlu diterapkan saat bersedekah. Hal pertama yang harus dilakukan yakni memiliki niat yang tulus semata-mata ingin mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Adab Melakukan Sedekah

1. Niatkan dengan tulus

Hendaklah orang yang bersedekah supaya meluruskan niatnya. Hendaklah yang ia cari hanya ridho Allah SWT semata, bukan karena riya atau ingin dipuji manusia dengan dikatakan dermawan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Ada seseorang yang Allah beri keluasan harta, kemudian dia mengakui nikmat tersebut pada hari kiamat. Dia ditanya, 'Lantas apa yang engkau kerjakan dengan nikmat tersebut?' Dia menjawab, 'Aku salurkan ke jalan yang Engkau cintai. Tidak ada satu pun jalan yang Engkau cintai kecuali aku berinfak di dalamnya.' Allah berkata, 'Engkau berdusta! Akan tetapi, engkau melakukan hal itu semua karena ingin dikatakan dermawan, dan engkau telah mendapatkannya!' Akhirnya orang tersebut ditarik wajahnya dan dicampakkan ke dalam neraka." (HR Muslim, No. 1905)

2. Menggunakan harta yang halal

Dari lbnu Umar ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak akan diterima sholat tanpa thaharah (bersuci), dan tidak akan diterima pula sedekah dari harta ghulul." (HR Muslim, No. 224)

Yang dimaksudkan dengan ghulul adalah mencuri harta ghanimah (harta rampasan perang) sebelum dibagikan. Artinya, harta yang tidak halal.

3. Dari hasil usaha yang terbaik

Sedekah yang paling baik adalah yang menggunakan harta halal dan paling baik. Harta yang disedekahkan juga merupakan harta dari hasil usaha yang terbaik.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 267,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا۟ ٱلْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغْمِضُوا۟ فِيهِ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū anfiqụ min ṭayyibāti mā kasabtum wa mimmā akhrajnā lakum minal-arḍ, wa lā tayammamul-khabīṡa min-hu tunfiqụna wa lastum bi`ākhiżīhi illā an tugmiḍụ fīh, wa'lamū annallāha ganiyyun ḥamīd

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Anas menyatakan, "Abu Thalhah adalah orang Anshar Madinah yang paling banyak hartanya berupa kebun-kebun kurma. Dan harta yang paling dia cintai adalah kebun di Bairuha (di daerah Madinah). Ketika dia di dalam masjid, turun ayat kepada Rasulullah yang berbunyi,

"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempuma), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya." (QS. Ali 'Imran ayat 92)

Abu Thalhah ra berkata, Wahai Rasulullah, Allah telah berfirman, 'Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.' Dan harta yang paling aku cintai adalah kebun kurma yang berada di Bairuha, dan kebun itu sekarang aku sedekahkan karena Allah. Aku mengharap kebaikan dan tabungan pahalanya di sisi Allah." Rasulullah berkata, "Duhai, itu adalah harta yang menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang engkau katakan, dan aku memandang agar harta itu disedekahkan kepada keluarga terdekatmu dahulu."

Abu Thalhah ra berkata, "Baik, saya akan melakukannya, wahai Rasulullah." Maka, Abu Thalhah membagikannya kepada kerabat dan keluarga terdekatnya. (HR Bukhari, No. 1392)

4. Merahasiakan saat mengeluarkan sedekah

5. Mewakilkan penyerahan untuk menghindari riya

6. Mendoakan agar sedekahnya bermanfaat bagi penerima

Ketika Rasul didatangi oleh Abu Auf dengan sedekahnya, Nabi mendoakan, "Ya Allah! Shalawat untuk keluarga Abu Auf." (HR Bukhari)

Imam Syafii mengatakan, hendaklah seorang yang ingin membayar zakat atau sedekah mendoakan saat menyerahkan dengan membaca, "Ya Allah! Jadikanlah sedekah ini mencukupi, dan jangan jadikan ini jalan berbuat jahat."

Dan yang menerima sedekah dan 'amil berkata, "Allah memberimu pahala dari apa yang engkau berikan, Allah memberkatimu pada harta yang kau miliki, dan Allah menjadikan sedekahmu sebagai pembersihmu."

7. Mendahulukan orang saleh, orang yang sedang menuntut ilmu, dan fakir miskin yang tidak meminta-minta

8. Tidak menunda-nunda sedekah

9. Untuk menjaga perasaan, tidak perlu dibahasakan secara lugas kepada penerima sedekah

Itulah beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika hendak melakukan sedekah. Allah SWT Maha Mengetahui apa yang dilakukan hamba-Nya. Semoga dengan sedekah, Allah luaskan rezeki setiap umat muslim.



Simak Video "Remaja di Jambi Diamuk Warga Usai kepergok Curi Kotak Amal Masjid"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)