Apa Itu Infak dan Perbedaannya dengan Zakat?

Apa Itu Infak dan Perbedaannya dengan Zakat?

Christavianca Lintang - detikHikmah
Sabtu, 24 Des 2022 18:30 WIB
sedekah
Ilustrasi infak dan perbedaannya dengan zakat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Heru Anggara
Jakarta -

Kata infak merupakan salah satu istilah makna yang dimiliki oleh zakat. Dalam Islam, seorang muslim dianjurkan untuk saling membantu. Bantuan tersebut dapat berupa harta, benda, dan jasa. Salah satu cara saling membantu ialah dengan berinfak. Apa itu infak?

Melansir pada buku Keutaman Zakat, Infak, Sedekah yang ditulis oleh Gus Arifin. Infak adalah segala macam bentuk pengeluaran (pembelanjaan) baik untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau pun yang lainnya. Infak berasal dari kata anfaqa yang memiliki arti mengeluarkan, membelanjakan (harta atau uang).

Dalam Al-Qur'an kata infak ditemukan sebanyak 73 kali dimana para penerjemah Al-Qur'an menerjemahkan sebagai menafkahkan atau membelanjakan. Salah satunya adalah pada surah Al-Baqarah ayat 3 yang berbunyi:

ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

Artinya: "(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka." (QS. Al-Baqarah: 3)

Melansir pada halaman Kemenag, hukum dari infak menurut beberapa pendapat adalah:

  • Pertama, fardlu 'Ain yakni berlaku dalam hal menafkahi anak, isteri, dan orang yang dalam tanggungannya (keluarga).
  • Kedua, Fardlu kifayah, yaitu suatu kewajiban bagi sekelompok orang untuk melaksanakan perintah Allah SWT sesuai ketentuan syariat, tetapi bila sesudah dilaksanakan oleh seseorang atau beberapa orang maka kewajiban ini gugur.
  • Ketiga, Sunnah yaitu pemberian sesuatu (materi) kepada siapa pun tanpa ada ketentuan wajib atau syarat-syarat khusus yang mengaturnya.

Keutamaan dalam Melaksanakan Infak

Melansir pada Buku Siswa Fikih, sebagaimana yang telah diketahui bahwa hukum dari infak salah satunya adalah sunnah. Sunnah yang dimaksud adalah apabila seseorang memberikan infak dan sedekah yang sesuai dengan ketentuan akan diberikan pahala oleh Allah SWT.

Kemudian, apabila tidak melaksanakannya tidak mendapat dosa. Dengan berinfak, seorang muslim akan mendapatkan manfaat, di antaranya adalah:

1. Menambah keimanan.

2. Sebagai bekal di akhirat.

3. Menambah rezeki dan keberkahan.

4. Memperkokoh persaudaraan sesame muslim.

5. Meningkatkan syiar Islam.

6. Terwujudnya sarana ibadah dan tempat belajar agama bagi umat Islam.

Perbedaan Infak dan Zakat

Zakat didefinisikan sebagai bagian tertentu yang wajib dalam harta tertentu dan diberikan pada kelompok tertentu serta pada waktu tertentu. Hal ini dijelaskan dalam Handbook Zakat oleh Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si dkk, zakat bersifat sangat khusus dan spesifik.

Untuk zakat, orang yang berhak menerimanya ditentukan dalam Al-Qur'an. Sementara itu, tidak ada ketentuan penerimanya dalam infak maupun sedekah.

Perkara yang disumbangkan juga berbeda di antara ketiganya. Zakat dan infak lebih berbentuk harta sementara sedekah dapat berbentuk harta maupun nonharta. Dengan waktu penunaian zakat yang memiliki ketentuan sendiri dan berlaku sebaliknya bagi infak dan sedekah.

Terakhir, zakat lebih lekat dengan ketentuannya, sehingga zakat memiliki aturan hisabnya tersendiri. Sementara, tidak berlaku demikian untuk infak dan sedekah. Lebih jelasnya, dapat disimak pada ulasan berikut.



Simak Video "Melihat Ritual Sedekah Laut Larung Kambing Kendit"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)